Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bergerak Tertekan Dibebani Sikap The Fed Serta Data Ekonomi China
Minyak Bergerak Tertekan Dibebani Sikap The Fed Serta Data Ekonomi China
Tuesday, 21 May 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08570

-0.05%

GBPUSD

1.27040

-0.05%

AUDUSD

0.66670

-0.28%

NZDUSD

0.61030

-0.23%

USDJPY

156.260

0.13%

USDCHF

0.91040

0.10%

USDCAD

1.36230

0.13%

GOLDUD

2,426.470

-0.36%

COFU

79.23

-0.40%

USD/IDR

16,035

-0.03%

Fokus Crude Oil:

  • The Fed menunggu tanda-tanda perlambatan inflasi sebelum mempertimbangkan penurunan suku bunga.
  • Pendapatan fiskal China menyusut 2,7% dalam empat bulan pertama tahun 2024, ungkap Kementerian Keuangan.

***************************************************************

Selasa, 21 Mei 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish tertekan oleh beberapa sentimen negatif di pasar, antara lain isyarat The Fed untuk tidak menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, rilisnya data ekonomi terbaru China, dan potensi tambahan stok bahan bakar dari Rusia.

Harapan pemangkasan suku bunga acuan AS dalam waktu dekat kian meredup pasca para pejabat the Fed pada hari Senin mengisyaratkan untuk menunggu inflasi menuju target bank sentral sebesar 2% sebelum mulai menurunkan tingkat suku bunga. Wakil Ketua Pengawasan Fed Michael Barr pada hari Senin mengatakan bahwa suku bunga saat ini yang dipertahankan di kisaran 5,25% hingga 5,5% sejak bulan Juli, cukup bagi The Fed untuk "bertahan stabil dan mengamati bagaimana kondisi berkembang." Tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi serta menekan permintaan minyak.

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, pendapatan fiskal China dilaporkan kembali turun sebesar 2,7% dalam empat bulan pertama tahun 2024, setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar 2,3% pada periode Januari - Maret, ungkap data yang dirilis oleh Kementerian Keuangan China pada hari Senin. Data tersebut mengindikasikan pemulihan ekonomi yang masih belum merata dan berpotensi menghambat upaya China dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini di level 5%.

Sentimen negatif lainnya datang dari berita Kementerian Energi Rusia yang pada hari Senin mengumumkan keputusan untuk menangguhkan sementara larangan ekspor bensin hingga 30 Juni mendatang. Keputusan tersebut diambil pasca stok bahan bakar di pasar domestik yang sedang berlebih akibat pemberlakuan larangan pada bulan Maret lalu. Berita tersebut mengindikasikan potensi tambahan pasokan bahan bakar di pasar global.

Masih dari Rusia, kilang minyak Slavyansk, yang terletak di wilayah Krasnodar selatan Rusia, mengalami kerusakan pasca serangan enam drone pada Minggu dini hari, ungkap pejabat keamanan, Eduard Trudnev, yang dikutip oleh kantor berita TASS pada hari Senin. Kilang Slavyansk sendiri merupakan kilang swasta yang memiliki kapasitas sekitar 100.000 bph, dan memasok bahan bakar baik untuk keperluan domestik maupun ekspor.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $81 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $77 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

15:00

USA - Treasury Secretary Yellen Speech

 

 

 

15:20

USA - Fed Kroszner Speech

 

 

 

20:00

USA - Fed Barkin Speech

 

 

 

20:00

USA - Fed Waller Speech

 

 

 

20:05

USA - Fed Williams Speech

 

 

 

20:10

USA - Fed Bostic Speech

 

 

 

22:45

USA - Fed Barr Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788