| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.07860 | -0.02% |
GBPUSD | 1.25570 | -0.02% |
AUDUSD | 0.66080 | -0.11% |
NZDUSD | 0.60150 | -0.08% |
USDJPY | 156.160 | 0.19% |
USDCHF | 0.90800 | 0.03% |
USDCAD | 1.36650 | 0.09% |
GOLDUD | 2,337.820 | 0.23% |
COFU | 79.23 | -0.05% |
USD/IDR | 16,120 | 0.03% |
Selasa, 14 Mei 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi mendekati level $80 per barel didukung oleh sentimen dari eskalasi konflik Gaza dan pengumuman rencana stimulus pemerintah China. Meski demikian, proyeksi peningkatan produksi AS membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Pemboman via udara dan darat yang dilakukan Israel di wilayah timur Gaza semakin intensif. Selain itu, serangan pasukan Israel pada hari Senin dilaporkan telah mencapai tepi utara dan selatan Gaza yang membuat ratusan ribu warga Palestina kembali mengungsi. Serangan Israel berpotensi kian meningkat setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Senin mengatakan bahwa perang melawan Hamas yang dilakukan saat ini masih belum berakhir. Komentar Netanyahu tersebut memicu kekhawatiran akan semakin memuncaknya eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah, dan berpotensi mengganggu pasokan minyak dari wilayah yang memiliki hampir 50 persen cadangan minyak global.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Kementerian Keuangan China pada hari Senin mengumumkan rencana penerbitan obligasi khusus pemerintah senilai 1 triliun yuan ($138,23 miliar) dengan tenor 20 hingga 50 tahun dan penerbitan akan dimulai pada 17 Mei, guna menstimulus sektor-sektor perekonomiannya yang masih lesu. Berita tersebut menjadi sentimen positif yang memicu harapan akan turut mendorong peningkatan permintaan minyak di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Sementara itu, produksi minyak AS dari wilayah penghasil serpih utama diperkirakan akan meningkat pada bulan Juni menjadi 9,85 juta bph, yang sekaligus merupakan level tertinggi sejak bulan Desember, ungkap Energy Information Administration (EIA) dalam Laporan Produktivitas Pengeboran bulanannya yang dirilis pada hari Senin. Peningkatan produksi serpih didukung oleh peningkatan produktivitas rig minyak, dengan produksi per rig baru di cekungan Permian diperkirakan mencapai 1.400 bph pada bulan Juni, naik dari 1.386 bph pada bulan Mei. Jumlah tersebut akan menandai produksi bulanan per rig tertinggi sejak November 2021.
Untuk indikator dalam waktu dekat yang menjadi fokus pasar adalah laporan mingguan stok minyak dari grup industri American Petroleum Institute (API) yang akan dirilis pada hari Selasa pukul 16.30 ET. Laporan API ini biasanya dijadikan sebagai gambaran awal untuk melihat kondisi permintaan di pasar AS sebelum rilisnya laporan resmi versi pemerintah pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $81 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $77 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
17:00 | USA - NFIB Business Optimism Index |
| 88.1 | 88.5 |
19:30 | USA - PPI MoM |
| 0.3% | 0.2% |
20:10 | USA - Fed Cook Speech |
|
|
|
21:00 | USA - Fed Chair Powell Speech |
|
|
|