Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bergerak Bullish Dipicu Proyeksi EIA Serta Pernyataan OPEC
Minyak Bergerak Bullish Dipicu Proyeksi EIA Serta Pernyataan OPEC
Wednesday, 12 July 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.10080

0.16%

GBPUSD

1.29320

0.21%

AUDUSD

0.66860

0.54%

NZDUSD

0.61970

0.26%

USDJPY

140.370

-0.47%

USDCHF

0.87930

-0.13%

USDCAD

1.32300

-0.17%

GOLDUD

1,931.990

0.28%

COFU

74.83

0.24%

USD/IDR

15,120

-0.09%

Fokus Crude Oil:

  • Persediaan minyak global akan menurun selama 15 bulan ke depan, namun kekhawatiran permintaan tetap ada, ujar EIA.
  • OPEC melihat permintaan global untuk semua bentuk energi akan meningkat 23% pada tahun 2045.

***************************************************************

Rabu, 12 Juli 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau berada pada tren bullish didukung oleh sentimen dari proyeksi EIA akan menurunnya pasokan global dan pernyataan positif dari OPEC. Meski demikian, laporan API dan meredanya kekhawatiran akan pasokan minyak Aramco ke Asia pada bulan Agustus membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Dalam laporan Prospek Energi Jangka Pendek bulanan yang dirilis hari Selasa, Energy Information Administration (EIA) memperkirakan persediaan minyak global akan menurun selama 5 kuartal berikutnya, menyusul keputusan OPEC+ untuk memperpanjang pengurangan produksi hingga 2024 serta perpanjangan pemangkasan sukarela Arab Saudi hingga bulan Agustus. Meski demikian, EIA tetap mempertahankan proykesi harga minyak Brent dan WTI tahun 2024 tidak berubah dari perkiraan bulan Juni, yaitu di level $83.51 per barel dan $78.51 per barel, karena mempertimbangkan pelemahan kondisi perekonomian global yang dikhawatirkan akan membatasi pertumbuhan permintaan minyak tahun 2024, yang direvisi turun oleh EIA sebesar 60 ribu bph menjadi 1.64 juta bph.

Sentimen positif lainnya datang dari pernyataan Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais dalam konferensi minyak dan gas Nigeria pada hari Selasa yang mengatakan bahwa permintaan global untuk semua bentuk energi diperkirakan akan meningkat sebesar 23% hingga 2045. Pernyataan Al Ghais tersebut mengisyaratkan desakan OPEC+ agar investasi dalam sektor perminyakan dapat segera dilanjutkan, memperingatkan bahwa jika tidak, harga akan melonjak lebih tinggi.

Sementara itu, dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin naik masing-masing sebesar 3.03 juta barel dan 1 juta barel untuk pekan yang berakhir 7 Juli. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh badan statistik Energy Information Administration (EIA).

Turut meredam kekhawatiran di sisi pasokan, Saudi Aramco telah memberitahu beberapa pembeli di Asia Utara bahwa mereka akan tetap menerima volume minyak mentah secara penuh pada bulan Agustus mendatang sesuai dengan yang disepakati, ungkap beberapa sumber pada hari Selasa.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $77 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

0.483M

-1.508M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-0.727M

-2.550M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788