Home
>
News
>
Publication
>
Minyak Bergerak Bullish Didukung Gangguan Pasokan Serta Eskalasi Konflik Ukraina
Minyak Bergerak Bullish Didukung Gangguan Pasokan Serta Eskalasi Konflik Ukraina
Tuesday, 19 November 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.05980

0.06%

GBPUSD

1.26750

0.07%

AUDUSD

0.65070

0.05%

NZDUSD

0.58930

0.10%

USDJPY

154.690

-0.41%

USDCHF

0.88280

-0.09%

USDCAD

1.40120

-0.06%

GOLDUD

2,612.220

0.23%

COFU

69.08

0.26%

USD/IDR

15,790

0.03%

Fokus Crude Oil:

  • Produksi di ladang minyak terbesar di Eropa Barat dihentikan sementara akibat pemadaman listrik, ungkap Equinor.
  • Hizbullah telah setuju dengan usulan AS terkait gencatan senjata dengan Israel, dan siap melanjutkan perundingan.

***********************************************************

Selasa, 19 November 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak pada tren bullish didukung oleh sentimen dari potensi pengetatan pasokan pasca gangguan yang terjadi di ladang minyak terbesar Eropa Barat dan Kazakhstan. Selain itu sinyal eskalasi konflik lebih lanjut antara Rusia dengan Ukraina juga memberikan dukungan pada harga minyak.

Equinor Norwegia pada hari Senin mengumumkan akan menghentikan sementara produksi di seluruh ladang minyak Johan Sverdrup akibat pemadaman listrik. Namun, pihak Equinor tidak merinci dengan jelas untuk jadwal dimulainya kembali produksi di ladang minyak terbesar di Eropa Barat tersebut. Pada bulan Oktober, produksi dari ladang minyak Johan Sverdrup itu mencapai sekitar 755.000 bph.

Masih dari sisi pasokan, Kementerian Energi Kazakhstan pada hari Senin mengatakan bahwa produksi di ladang minyak terbesarnya, Tengiz, telah turun sebesar 28% hingga 30% atau sekitar 61.000 hingga 63.000 metrik ton per hari karena perbaikan yang sedang berlangsung. Sumber kementerian mengharapkan proses perbaikan dapat selesai pada 23 November ini.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, AS menuduh Rusia berniat meningkatkan konflik Ukraina dengan melibatkan pasukan Korea Utara, kata Juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller pada hari Senin. Miller menambahkan bahwa keputusan Presiden Biden untuk mengizinkan Ukraina menyerang dengan senjata buatan AS merupakan tanggapan atas keterlibatan 11.000 tentara Korea Utara dalam aksi bentrok dengan pasukan Ukraina di wilayah Kursk Rusia.

Sementara itu, kelompok Hizbullah asal Lebanon telah menyetujui usulan AS terkait gencatan senjata dengan Israel dan siap untuk melakukan perundingan lebih lanjut, kata Ali Hassan Khalil, seorang ajudan Ketua Parlemen Nabih Berri, pada hari Senin. Utusan Gedung Putih Amos Hochstein dilaporkan sedang dalam perjalanan ke Beirut untuk melanjutkan perundingan dimaksud. Berita tersebut memicu harapan akan meredanya eskalasi konflik antar kedua negara yang telah dimulai sejak bulan September lalu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Building Permits

 

1.430M

1.425M

20:30

USA - Housing Starts

 

1.340M

1.354M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788