| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08900 | 0.10% |
GBPUSD | 1.26900 | 0.16% |
AUDUSD | 0.65860 | 0.26% |
NZDUSD | 0.61180 | 0.11% |
USDJPY | 148.270 | -0.27% |
USDCHF | 0.86810 | -0.03% |
USDCAD | 1.34360 | -0.06% |
GOLDUD | 2,028.790 | 0.03% |
COFU | 73.60 | -0.84% |
USD/IDR | 15,600 | 0.13% |
Senin, 22 Januari 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak meredup dibayangi sinyal ekonomi China yang lesu dan ancaman Badai Isha yang berpotensi mengganggu aktifitas perjalanan. Meski demikian, penutupan terminal ekspor Ustu dan situasi di Laut Merah memberikan dukungan pada harga minyak.
Bank sentral China PBoC pada hari Senin mengumumkan keputusan yang mengejutkan pasar dengan mempertahankan acuan suku bunga pinjaman tidak berubah, meskipun data terbaru mengindikasikan pemulihan ekonomi China yang tidak merata dan tekanan deflasi yang mendorong kenaikan biaya pinjaman riil. Suku bunga dasar pinjaman (LPR) satu tahun dipertahankan pada 3,45%, dan LPR lima tahun tidak berubah pada 4,20%. Sementara mata uang Yuan tercatat telah turun sekitar 1,3% sepanjang tahun ini, mencapai level terlemahnya dalam dua bulan. Situasi di negara ekonomi terbesar kedua dunia itu memicu kekhawatiran akan membuat pertumbuhan ekonomi dunia ikut melambat.
Sentimen negatif lainnya datang dari Badai Isha yang membawa angin kencang, hujan, dan risiko tornado dari seberang Atlantik telah memaksa maskapai penerbangan membatalkan 102 penerbangan masuk dan keluar bandara Dublin pada hari Minggu. Selain itu, bandara Schiphol Amsterdam juga membatalkan 130 penerbangan yang dijadwalkan pada hari Senin sebagai tindakan pencegahan karena angin kencang diperkirakan terjadi ketika Badai Isha mencapai Belanda, kata pihak bandara pada hari Minggu. Meskipun banyak orang memperkirakan angin kencang akibat Badai Isha akan berakhir sekitar pukul 6 pagi pada hari Senin, namun Kantor Meteorologi Inggris tetap memberlakukan peringatan cuaca kuning di sebagian besar wilayahnya hingga Rabu (24 Januari). Badai Isha yang mengganggu aktifitas perjalanan tersebut memicu kekhawatiran akan turut menurunkan permintaan akan bahan bakar.
Sementara itu, perusahaan energi Rusia Novatex pada hari Minggu mengumumkan bahwa pihaknya terpaksa menyetujui untuk menutup beberapa operasi ekspor di terminal minyak Ustu pasca mendapat serangan drone dari Ukraina. Novatex sendiri memperoses sekitar 3,4 juta ton kondensat gas di lokasi tersebut pada paruh pertama tahun 2023, menurut data terbaru yang tersedia.
Turut mendukung pergerakan harga minyak, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan pada hari Minggu mengatakan bahwa Saudi “sangat khawatir" ketegangan di Laut Merah di tengah serangan Houthi Yaman dan serangan AS terhadap sasaran Houthi dapat menjadi tidak terkendali dan meningkatkan konflik di wilayah tersebut. Menteri Luar Negeri Saudi juga menyerukan agar dapat dilakukan deeskalasi karena serangan yang dilakukan oleh milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran terhadap kapal-kapal di dalam dan sekitar Laut Merah selama beberapa minggu terakhir telah memperlambat perdagangan antara Asia dan Eropa.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:00 | USA - CB Leading Index MoM |
| -0.3% | -0.5% |