Home
>
News
>
Publication
>
Menyambut Pernyataan Powell Dalam Jackson Hole Economic Symposium, Harga Emas Kembali Naik
Menyambut Pernyataan Powell Dalam Jackson Hole Economic Symposium, Harga Emas Kembali Naik
Monday, 26 August 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1,1186

0,04%

GBPUSD

1,3210

0,01%

AUDUSD

0,6776

0,21%

NZDUSD

0,6229

0,10%

USDJPY

144,23

-0,42%

USDCHF

0,8480

-0,21%

USDCAD

1,3505

-0,11%

GOLDUD

2509,93

0,18%

USD/IDR

15336

-0,07%

Fokus Emas:

  1. Harga emas mengalami penguatan seiring dengan melemahnya Dollar AS pasca pernyataan dovish dari Ketua The Fed
  2. Eskalasi serangan udara antara Israel dengan Hizbullah membuat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memanas

Senin, 26 Agustus 2024 – Harga emas kembali menguat ke zona $2509 per troy ons seiring dengan pelemahan Dollar AS dan imbal hasil obligasi AS pasca pernyataan dovish dari Ketua The Fed, Jerome Powell, dalam acara Jackson Hole Economic Symposium yang memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya pada bulan September. Sementara itu, sentimen positif terhadap emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik tetap terjaga setelah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas.

Dirilisnya data penting AS pada akhir minggu lalu membawa dominasi minat pasar ke Dollar AS menurun. Meningkatnya angka klaim pengangguran AS dari 227.000 pada minggu sebelumnya ke level 232.000 pada minggu ini menandakan adanya penurunan pada kondisi pasar tenaga kerja serta potensi perlambatan ekonomi. Hal ini menyebabkan The Fed untuk mengambil sikap yang lebih dovish dengan berpotensi melakukan penurunan suku bunga sehingga melemahkan nilai Dollar AS. Berbicara dalam konferensi ekonomi tahunan Kansas City Fed di Jackson Hole, Wyoming pada hari Jumat (23/8), Powell telah menyatakan sikapnya untuk mendukung kebijakan dimulainya penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Powell menyampaikan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan penyesuaian terhadap kebijakan ekonomi di tengah berkurangnya risiko peningkatan inflasi dan meningkatnya risiko pengangguran di AS. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS 10 tahun juga menurun ke level 3.795%, dibandingkan hari pasar sebelumnya sebesar 3.858%, pasca pidato Powell tersebut sehingga membuat emas menjadi lebih menarik bagi para investor.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas pada akhir pekan lalu dengan adanya eskalasi serangan udara antara Israel dengan Hizbullah. Hizbullah meluncurkan ratusan roket dan pesawat nirawak ke bagian utara Israel. Serangan ini dilakukan sebagai pembalasan terhadap pembunuhan komandan Hizbullah, Fuad Shukr, di Beirut yang diklaim dilakukan oleh Israel pada akhir bulan Juli lalu. Meskipun begitu, Israel mengklaim berhasil menggagalkan serangan udara Hizbullah dengan melancarkan serangan udara terlebih dahulu ke bagian selatan Lebanon yang diklaim sebagai pusat unit roket dan rudal militer Hizbullah serta menembak jatuh roket yang datang menuju wilayah Israel menggunakan sistem pertahanan udara Iron Dome. Di masa depan, konflik yang berpotensi memanas di kawasan Timur Tengah akan dapat berisiko berubah menjadi konflik regional yang lebih luas.

Harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area $2500 dan resistance terdekat berada di area $2520. Support terjauhnya berada di area $2485 hingga ke area $2455, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area $2525 hingga ke area $2530.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

US - Core Durable Goods Orders m/m

 -

 0.0%

 0.4%

19:30

US - Durable Goods Orders m/m

 -

 4.0%

 -6.7%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788