| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1166 | 0.26% |
GBPUSD | 1.3302 | 0.13% |
AUDUSD | 0.6469 | 0.19% |
NZDUSD | 0.5934 | 0.24% |
USDJPY | 147.46 | -0.32% |
USDCHF | 0.8386 | -0.08% |
USDCAD | 1.3935 | -0.07% |
GOLDUD | 3252.0 | -0.41% |
USD/IDR | 16529 | -0.12% |
Fokus EURUSD:
Rabu, 14 Mei 2025 - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1184. Kenaikan pada kinerja mata uang Euro didukung oleh tekanan yang terjadi terhadap Dolar AS (USD) berimbas dari data inflasi AS yang lebih lemah dari ekspektasi. Data Consumer Price Index (CPI) bulan April mencatat inflasi tahunan hanya naik 2,3%, turun dari 2,4% di bulan sebelumnya dan di bawah ekspektasi pasar. Core CPI tetap di 2,8% secara tahunan, sesuai perkiraan. Pelemahan data inflasi ini memicu spekulasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan memangkas suku bunga pada paruh kedua tahun ini, dengan peluang penurunan 25 bps di bulan September yang semakin menguat.
Di sisi lain, penguatan Euro (EUR) meski terbatas, didukung oleh rilis data ZEW Economic Sentiment Index zona euro dan Jerman yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi, mencerminkan peningkatan kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi kawasan tersebut. Namun, pelaku pasar tetap mencermati arah kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang masih cenderung dovish. Meskipun beberapa pejabat ECB menyuarakan kehati-hatian atas pelonggaran lebih lanjut, ekspektasi pemangkasan suku bunga tetap tinggi untuk pertemuan bulan Juni mendatang. Tekanan inflasi yang lemah dan risiko disinflasi berkelanjutan terus menjadi alasan utama bagi ECB untuk mempertahankan kebijakan akomodatifnya.
Secara keseluruhan, tren pergerakan EURUSD saat ini lebih didorong oleh pelemahan USD daripada sentimen positif terhadap EUR. Meski adanya kesepakatan sementara AS-Tiongkok dalam menurunkan tarif impor memberikan dorongan awal terhadap Dolar AS, sentimen tersebut mulai memudar setelah data inflasi AS menunjukkan pelemahan. Ketidakpastian arah kebijakan fiskal dan perdagangan AS serta sikap wait and see dari The Fed juga berkontribusi terhadap keraguan pasar terhadap prospek pemulihan ekonomi AS. Dengan kondisi ini, potensi kenaikan EURUSD tetap terbuka dalam jangka pendek, khususnya jika data inflasi produsen (PPI) AS dan survei sentimen konsumen Universitas Michigan yang akan dirilis akhir pekan ini kembali menunjukkan sinyal pelambatan.
Harga pada pasangan mata uang EURUSD naik. Support terdekatnya di zona 1.1120 dan resistance terdekatnya di zona 1.1271. Support lanjutan di zona 1.1090 dan dilanjutkan ke zona 1.1040. Resistance lanjutan di zona 1.1310 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1355.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3303. Pound Sterling menguat terhadap dolar AS didukung oleh kombinasi pelemahan data inflasi AS dan spekulasi pelonggaran kebijakan oleh Federal Reserve. Inflasi konsumen AS (CPI) untuk April tercatat lebih rendah dari ekspektasi, dengan headline dan core CPI masing-masing naik 0,2%, di bawah proyeksi 0,3%. Kinerja ini menghidupkan kembali harapan pelonggaran moneter oleh The Fed, dengan pasar kini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir 2025. Namun, tekanan dari ketegangan perdagangan global tetap menjadi risiko bagi ekonomi AS. Dari sisi Inggris, data ketenagakerjaan menunjukkan pelemahan, namun tidak cukup signifikan untuk menggeser ekspektasi terhadap kebijakan Bank of England (BoE). Tingkat pengangguran naik tipis ke 4,5%, sementara pertumbuhan upah melambat menjadi 5,5%. Meski BoE telah memangkas suku bunga sebesar 25 bps pekan lalu, kekhawatiran akan inflasi akibat kenaikan upah masih membayangi, membuat BoE kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga lanjutan. Optimisme pasar juga didorong oleh perkembangan positif dalam perundingan dagang Inggris-AS, khususnya terkait pengurangan tarif pada mobil, baja, dan aluminium Inggris. Pelaku pasar kini menantikan rilis PDB Q1 Inggris dan data PPI AS sebagai katalis lanjutan. Support terdekatnya di area 1.3245 dan resistance terdekatnya di zona 1.3360.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6477. Dolar Australia (AUD) menguat tajam terhadap Dolar AS (USD), didorong oleh data inflasi AS yang lebih lemah dari ekspektasi serta meredanya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok. AUDUSD sempat naik hampir 1,5% ke level 0,6470, memperpanjang kenaikan setelah data CPI AS untuk April menunjukkan inflasi tahunan melambat ke 2,3% dari 2,4% sebelumnya. Sementara itu, inflasi inti tetap di 2,8% secara tahunan, sesuai proyeksi pasar. Kesepakatan sementara antara AS dan Tiongkok untuk memangkas tarif selama 90 hari juga mendorong minat risiko, memberi dorongan tambahan bagi AUD sebagai mata uang yang sensitif terhadap prospek ekspor ke Tiongkok. Dari sisi domestik, sentimen konsumen Australia menurut Westpac naik 2,2% pada Mei, pulih dari penurunan 6% bulan sebelumnya, menunjukkan perbaikan persepsi rumah tangga terhadap kondisi ekonomi. Indeks Keyakinan Bisnis NAB juga naik ke -1 dari -2, meskipun tetap di zona negatif. Sementara itu, pelaku pasar memperkirakan Reserve Bank of Australia (RBA) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam waktu dekat untuk menopang pertumbuhan. Namun, di sisi lain, USD kembali menguat setelah adanya perkembangan lanjutan dalam negosiasi perdagangan AS-Tiongkok dan ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga hingga setidaknya September 2025. Support terdekatnya di zona 0.6450 dan resistance terdekatnya di zona 0.6510.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5940. Kinerja pasangan mata uang Kiwi menguat didorong oleh pelemahan Dolar AS dan meningkatnya minat risiko di pasar global. Pelemahan Dolar terjadi setelah data CPI AS untuk April hanya naik 2,3% YoY, di bawah ekspektasi 2,4%, yang memicu keraguan terhadap kemampuan The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi. Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan sikap agresifnya terhadap kebijakan perdagangan dan investasi, termasuk wacana pengurangan tarif terhadap barang-barang impor dari Tiongkok serta dorongan untuk perjanjian investasi dengan korporasi besar, yang turut menambah ketidakpastian pasar. Di tengah meningkatnya harapan atas perbaikan hubungan dagang AS-Tiongkok, mata uang berbasis komoditas seperti Dolar Selandia Baru mendapatkan dukungan. Kesepakatan awal antara AS dan Tiongkok untuk menurunkan tarif dari 145% menjadi 30% bagi barang-barang Tiongkok dan dari 125% menjadi 10% bagi impor AS mendorong sentimen positif pasar. Namun, Fitch Ratings mencatat bahwa tarif efektif atas impor dari Tiongkok masih di atas 40%. Di sisi domestik, data Selandia Baru menunjukkan kunjungan wisatawan menurun 8,4% YoY pada Maret dan belanja kartu elektronik stagnan di NZD 6,46 miliar pada April, membuat pelaku pasar menantikan data inflasi pangan berikutnya untuk arah fundamental lanjutan. Support terdekatnya di area 0.5910 dan resistance terdekatnya di zona 0.5970.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 147.23. Performa mata uang Yen melemah imbas menyusul rilis data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Data CPI April menunjukkan kenaikan hanya 0,2% (MoM) dan 2,3% (YoY), lebih rendah dari ekspektasi pasar. Hasil ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali tahun ini. Penurunan imbal hasil obligasi AS turut mempersempit diferensial suku bunga dengan Jepang, mengurangi daya tarik carry trade USDJPY. Di sisi lain, pernyataan hawkish dari Deputi Gubernur Bank of Japan (BoJ) Shinichi Uchida tentang prospek kenaikan suku bunga tetap memberikan dukungan pada Yen Jepang. Meskipun kesepakatan gencatan dagang AS-Tiongkok selama 90 hari menahan minat terhadap aset safe haven seperti JPY, perbedaan arah kebijakan moneter antara BoJ yang mulai normalisasi dan Fed yang cenderung dovish membuka ruang apresiasi lanjutan bagi Yen. Data terbaru menunjukkan PPI Jepang naik 0,2% MoM dan 4% YoY, sedikit menurun dari bulan sebelumnya, namun tidak mengubah ekspektasi pasar terhadap sikap BoJ. Pasar kini menantikan data PDB Jepang dan pidato dari para pejabat The Fed, termasuk Jerome Powell, untuk mencari arah selanjutnya bagi pergerakan USDJPY. Support terdekatnya di area 146.40 dan resistance terdekatnya di zona 148.40
USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.3930. Kinerja mata uang USDCAD melemah akibat rilis data inflasi AS bulan April menunjukkan hasil di bawah ekspektasi. CPI utama naik 0,2% (MoM) dan 2,3% (YoY), keduanya meleset dari konsensus pasar. Core CPI juga naik 0,2% bulanan dan tetap stabil di 2,8% tahunan. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mulai menurunkan suku bunga pada September mendatang. Tekanan tambahan datang dari pernyataan dovish yang dinanti dari para pejabat The Fed sepanjang pekan ini, termasuk pidato penting dari Jerome Powell. Sementara itu, prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank of Canada (BoC) juga meningkat di tengah perlambatan inflasi domestik dan pertumbuhan ekonomi Kanada yang melunak. Hal ini menambah ketidakpastian arah kebijakan, meskipun volatilitas harga minyak global sebagai komoditas utama ekspor Kanada dapat menjadi katalis positif bagi nilai tukar CAD. Menguatnya harga minyak baru-baru ini turut membantu menahan pelemahan Dolar Kanada, mengingat hubungan erat antara harga energi dan kinerja CAD. Divergensi kebijakan suku bunga serta pergerakan harga minyak akan terus menjadi penggerak utama USDCAD dalam waktu dekat. Support terdekatnya di zona 1.3895 dan resistance terdekatnya di zona 1.3990.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8390. Turunnya kinerja mata uang Swiss mengalami tekanan turun seiring pelemahan Dolar AS pasca rilis data inflasi April yang lebih rendah dari perkiraan. CPI utama naik 2,3% secara tahunan, di bawah ekspektasi 2,4%, sementara inflasi inti tetap stabil di 2,8%. Reaksi pasar menunjukkan penurunan Dolar AS secara luas, dengan Indeks Dolar (DXY) terkoreksi ke kisaran 101,30 dari puncak bulanan sebelumnya di 102,00. Meskipun ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada Juli sedikit berkurang, tekanan dari prospek perlambatan ekonomi AS dan ketidakpastian hubungan dagang AS-China tetap membebani Greenback. Sementara itu, Franc Swiss (CHF) menguat terhadap sebagian besar mata uang utama, didukung oleh statusnya sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Namun, sentimen risiko global yang membaik akibat kesepakatan sementara AS-China untuk menurunkan tarif mendorong peralihan investor ke aset berisiko, menekan permintaan terhadap CHF. Di sisi domestik, imbal hasil obligasi pemerintah Swiss 10 tahun naik mendekati 0,37%, seiring tren kenaikan global pada biaya pinjaman. Namun, potensi penguatan Franc dibatasi oleh ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan dari SNB, termasuk kemungkinan intervensi pasar dan pemangkasan suku bunga bila inflasi tetap lemah. Support terdekatnya di area 0.8370 dan resistance terdekatnya di zona 0.8450.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
3:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
5:45am | NZD | Visitor Arrivals m/m | -1.9% | - | -4.7% |
6:50am | JPY | PPI y/y | 4.0% | 4.0% | 4.3% |
8:30am | AUD | Wage Price Index q/q | 0.9% | 0.8% | 0.7% |
1:00pm | EUR | German Final CPI m/m | - | 0.4% | 0.4% |
2:15pm | GBP | MPC Member Breeden Speaks | - | - | - |
Tentative | CNY | New Loans | - | 710B | 3640B |
Tentative | CNY | M2 Money Supply y/y | - | 7.2% | 7.0% |
3:15pm | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
4:15pm | USD | FOMC Member Waller Speaks | - | - | - |
Tentative | GBP | 10-y Bond Auction | - | - | 4.64|2.9 |
Tentative | EUR | German 30-y Bond Auction | - | - | 2.90|1.7 |
7:30pm | CAD | Building Permits m/m | - | -0.7% | 2.9% |
8:10pm | USD | FOMC Member Jefferson Speaks | - | - | - |
9:30pm | AUD | CB Leading Index m/m | - | - | 0.0% |