Home
>
News
>
Publication
>
Mengenal Pasar Karbon Sukarela (Voluntary Carbon Market) dan Potensinya
Mengenal Pasar Karbon Sukarela (Voluntary Carbon Market) dan Potensinya
Tuesday, 30 May 2023

Seiring dengan bertambahnya jumlah perusahaan yang berkomitmen terhadap emisi nol-bersih, solusi berkelanjutan mendapatkan lebih banyak perhatian. Oleh karena itu, perusahaan harus mengurangi emisi sebanyak yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan tersebut, yang menimbulkan tantangan bagi beberapa industri intensif karbon. Perusahaan-perusahaan di sektor ini perlu mengandalkan kredit karbon untuk mengimbangi emisi yang dilepaskan ke atmosfer. Pasar karbon sukarela adalah sarana keuangan yang memberikan peluang untuk mencapai komitmen iklim. Pasar ini dibuat untuk mengurangi dampak perubahan iklim dengan menciptakan ruang bagi pemain swasta untuk membiayai kegiatan yang menghilangkan emisi GRK terkait dengan industri, transportasi, energi, infrastruktur, pertanian, dan deforestasi.

Bentuk Pasar Karbon Sukarela

Melalui pasar karbon sukarela, perusahaan dapat berinvestasi dalam proyek hijau atau offset project yang menghindari, mengurangi, atau menghilangkan emisi. Pelaku pasar bergabung untuk membeli kredit karbon karena berbagai alasan. Selain untuk mengurangi jejak karbon, hal ini adalah salah satu cara untuk melakukan lindung nilai terhadap risiko keuangan yang ditimbulkan oleh transisi energi. Selain didorong secara sukarela oleh yang memiliki tujuan iklim dan kesadaran sosial, pasar bekerja berdasarkan sistem berbasis proyek. Proyek-proyek yang dibiayai melalui pasar sukarela berkisar dari inisiatif lokal kecil hingga proyek industri berskala besar, selama mereka dapat mengurangi atau menghindari emisi, dan menghilangkan karbon dari atmosfer dengan teknologi.

Perbedaan Pasar Karbon Sukarela dan Pasar Karbon Wajib

Selain pasar sukarela, pasar wajib (mandatory market) adalah segmen lain dari pasar karbon. Keduanya bekerja secara paralel untuk mencapai tujuan akhir yang sama, yaitu pengurangan emisi. Sistem berbasis proyek di pasar sukarela memungkinkan fleksibilitas dalam pasokan kredit karbon, sedangkan sistem cap-and-trade di pasar wajib membatasi pasokan kredit atau allowance yang dapat diperdagangkan. Selain itu, pasar wajib diatur di bawah skema pengurangan nasional, regional, atau internasional seperti European Union Emissions Trading System (EU ETS) dan Protokol Kyoto. Berbeda dengan pasar sukarela, peserta pasar wajib adalah perusahaan dan pemerintah yang diberi mandat hukum untuk mengurangi emisi atau telah mengadopsi batas emisi yang ditetapkan oleh UNFCCC.

Peran Pasar Karbon Sukarela dalam Penurunan Emisi

Terlepas dari sifat sukarelanya, pasar ini tetap merupakan alat ampuh yang digunakan untuk membatasi peningkatan pemanasan global hingga 1.5℃. Ini memungkinkan perusahaan untuk mendukung dekarbonisasi dan mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon. Peran pasar sukarela sangat penting untuk jangka pendek dan menengah. Dalam jangka pendek, kredit dari proyek-proyek tersebut terutama berfokus pada penghindaran atau pengurangan emisi, sehingga mempercepat transisi dekarbonisasi karena mendorong investasi menuju energi terbarukan dan efisiensi energi. Dalam jangka menengah, kredit ini memainkan peran penting dalam meningkatkan penghilangan emisi karbon yang diperlukan untuk menetralkan sisa emisi yang sulit untuk dikurangi lebih lanjut. Menurut McKinsey, sekitar 5 gigaton emisi negatif diperlukan setiap tahun untuk mencapai nol bersih di tahun 2050, yang dapat diwujudkan melalui solusi iklim alami seperti reboisasi dan solusi penangkapan, penggunaan, dan penyimpanan karbon berbasis teknologi - kredit karbon yang diperjualbelikan di pasar sukarela dapat membantu mendanai peningkatan solusi ini.


Potensi Pasar Karbon Sukarela

Pasar karbon sukarela global bernilai 2.004,85 juta USD pada tahun 2021 dan diperkirakan akan mencapai 17,11 miliar USD pada tahun 2027. Dalam hal volume, perdagangannya mencapai 298,15 MtCO2e pada tahun 2021 dan diproyeksikan akan tumbuh menjadi 678,56 MtCO2e pada tahun 2027. Ada total 4,763 perusahaan yang telah mengajukan science-based target atau telah berkomitmen untuk mengembakan target, dengan 2,430 target yang telah disetujui dari seluruh dunia. Pasar sukarela adalah kunci komitmen iklim perusahaan. Pertumbuhan di pasar telah didorong oleh kombinasi dari meningkatnya jumlah komitmen iklim yang seharusnya sejalan dengan tujuan dekarbonisasi global yang diperlukan untuk membatasi pemanasan global hingga 1.5 derajat Celcius di atas tingkat pra industri. Hal ini merupakan solusi yang memberikan fleksibilitas dan kontrol kepada perusahaan. Kredit karbon dengan co-benefits diperkirakan akan terus memimpin harga premium. EY memodelkan skenario di mana harga kredit karbon dapat mencapai perkiraan 80-150 USD pada tahun 2035 dibandingkan dengan 25 USD pada tahun 2020.

Manfaat Pasar Karbon Sukarela bagi Indonesia

Kemajuan Indonesia dalam mencapai nol-bersih memiliki arti penting secara global karena negara ini adalah salah satu penghasil emisi GRK terbesar. Sebagai negara berkembang, diharapkan Indonesia tentunya memiliki berbagai prioritas pembangunan ekonomi, sehingga menghadapi kesenjangan pendanaan untuk agenda dekarbonisasinya. Kebutuhan pembiayaan untuk mencapai NDC lebih tinggi dari jumlah yang dialokasikan oleh pemerintah untuk pendidikan, jaminan sosial, dan kesehatan. Dapat dimengerti, ruang fiskal pemerintah terbatas dan bentuk belanja dan pendapatan saat ini tidak memberikan ruang yang memadai atau intensif untuk mendorong ambisi iklim. Membentuk pasar karbon sukarela di Indonesia akan menyediakan arus masuk modal yang besar kepada negara, mendorong pertumbuhan ekonomi sembari bertransisi ke ekonomi rendah karbon secara efektif.

Pasar dapat membantu Indonesia meningkatkan ambisinya dan menghasilkan pengurangan emisi yang melampaui NDC yang ada. Sumber daya alam yang kaya di Indonesia memiliki potensi untuk menghasilkan kredit karbon berkualitas tinggi dan bahkan dapat memberikan co-benefit yang melampaui pengurangan emisi serta menawarkan biaya pengurangan yang lebih rendah dan peluang manfaat pembangunan berkelanjutan yang tinggi. Investasi karbon menawarkan peluang bagi Indonesia sebagai negara tuan rumah dengan akses terbatas ke investasi langsung dan mengurangi tekanan pada pengeluaran pemerintah. Penting juga untuk diingat bahwa penyeimbangan tidak menggantikan upaya untuk mengurangi emisi, namun melengkapi emisi operasional dan rantai nilai serta mengkompensasi emisi sisa dan emisi yang tidak dapat dihindari dalam jangka panjang.

Mekanisme Pasar Karbon Sukarela

Pasar karbon sukarela saat ini terfragmentasi karena banyaknya pembeli dan penjual dengan proposisi nilai dan kebutuhan yang berbeda. Kredit karbon dikelola oleh skema-skema dan dijual melalui bursa atau pedagang dan pialang, dan sebagian besar kredit karbon terkait dengan proyek pasokan tertentu. Auditor pihak ketiga berperan untuk memverifikasi dan memvalidasi untuk memastikan kualitas kredit karbon yang diperdagangkan di pasar. Asal usul kredit karbon dimulai dari pengembang proyek dan organisasi standar kredit karbon sebagai pemangku kepentingan utama yang menciptakan pasokan, yang kemudian akan dikelola ke dalam registry dan dijamin oleh auditor pihak ketiga. Bursa dan pialang adalah pemangku kepentingan utama yang terlibat selama perdagangan, dengan lembaga kliring yang bertanggung jawab atas penyelesaian tunai dan perubahan kepemilikan dalam registri untuk mencegah penghitungan ganda. Pembeli akhir kredit karbon akan memiliki opsi untuk menjual kembali di pasar sekunder atau retire kredit karbon dimilikinya untuk digunakan sendiri. Jumlah emisi negatif yang di-retire akan diperhitungkan untuk emisi lingkup 1,2, dan 3 dalam bentuk pelaporan emisi perusahaan.

Pasar sukarela karbon memang belum ‘matang’, dan masih ada ruang untuk berkembang. Ada pergeseran yang diharapkan menuju pasar yang berfungsi dengan baik, didorong oleh tekanan persaingan dan peningkatan pasokan. Selebihnya, fundamental pasar dapat mendorong munculnya bursa global yang besar dan efisien. Aturan yang menetapkan standar kualitas yang konsisten, transparansi yang mendorong pemeriksaan dan verifikasi ketat, produk yang beragam dan terdefinisi dengan co-benefits, dan likuiditas terdorong oleh volume perdagangan yang memadai, diikuti oleh peserta yang memadai dengan kebutuhan dan profil risiko yang berbeda diperlukan untuk mengembangkan pasar.

Pemerintah, masyarakat, dan entitas swasta di Indonesia perlu menentukan prioritasnya dan memutuskan bagaimana investasi pasar karbon sesuai dengan strategi iklim dan pembangunan berkelanjutan. Meskipun bukan solusi mutlak untuk mitigasi, pasar karbon dapat mempercepat penurunan emisi di saat pemerintah merumuskan dan mengadopsi strategi dan kebijakan yang tepat untuk mengurangi emisi GRK dan memitigasi dampak perubahan iklim. Pasar karbon menyalurkan investasi ke negara-negara berkembang seperti Indonesia, yang dapat membantu mencapai pengurangan dan penghilangan emisi dini. Seiring waktu, peran pasar karbon sukarela akan memudar saat kebijakan iklim menjadi norma baru. Meski begitu, pasar dapat terus menyediakan platform untuk menguji teknologi dan inovasi baru di masa depan nanti.


Oleh : Allysea Subagdja

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 4050 7788