| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.21270 | -0.04% |
GBPUSD | 1.41030 | -0.05% |
AUDUSD | 0.76560 | -0.01% |
NZDUSD | 0.71440 | -0.04% |
USDJPY | 110.280 | -0.09% |
USDCHF | 0.90330 | 0.06% |
USDCAD | 1.21100 | 0.10% |
GOLDUD | 1870.320 | -0.47% |
COFR | 984724 | -0.64% |
USD/IDR | 14290 | 0.07% |
Fokus Crude Oil:
Jumat, 04 Juni 2021 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau terkoreksi ke zona bearish di kisaran harga IDR 976,000 - 985,000 per barel. Meski penurunan pasokan dan keputusan Saudi menaikkan harga jual minyak memberikan dukungan pada pasar minyak, namun kekhawatiran akan kembali turunnya permintaan bahan bakar setelah liburan musim panas membebani pergerakan harga minyak.
Badan statistik AS, Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu melaporkan data mingguan produksi minyak mentah AS yang turun ke level 10.80 juta barel untuk pekan yang berakhir 28 Mei, dari posisi di pekan lalu di level 11.00 juta barel. Selain data produksi, EIA juga melaporkan data stok minyak mentah yang turun sebesar 5.08 juta barel. Penurunan tersebut jauh lebih besar dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan turun sebesar 2.44 juta barel. Meski demikian, untuk stok bensin dilaporkan naik sebesar 1.5 juta barel, diluar prediksi pasar yang sebelumnya memperkirakan akan terjadi penurunan sebesar 1.48 juta barel.
Turut mendukung harga minyak, Arab Saudi mengumumkan kenaikan harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Juli ke Asia sebesar 20 sen, yang dipicu oleh keyakinan bahwa stok minyak global akan menurun dengan cepat mulai Agustus karena pelonggaran pembatasan di negara-negara ekonomi utama dunia dan aktifitas perjalanan yang meningkat. Asia merupakan pasar utama untuk minyak Saudi, dimana 60% dari total ekspor minyak Saudi ditujukan kesana dengan China, India, Korea Selatan, dan Jepang sebagai pembeli terbesar.
Sementara itu, program vaksinasi yang melambat mulai terlihat di sejumlah negara seperti Prancis, AS dan Inggris. Beberapa negara bagian AS bahkan menawarkan sejumlah insentif untuk mendorong agar warganya mau divaksinasi. Tren perlambatan vaksinasi tersebut memicu kekhawatiran bahwa permintaan bahan bakar akan kembali meredup pasca berakhirnya liburan musim panas ini.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,000,000 - 1,020,000 per barel serta kisaran Support di IDR 960,000 - 940,000 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |
| | | | | |
| | | | | |
| | | | | |