| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.07880 | -0.07% |
GBPUSD | 1.27470 | -0.24% |
AUDUSD | 0.64990 | -0.09% |
NZDUSD | 0.59430 | -0.02% |
USDJPY | 149.370 | 0.06% |
USDCHF | 0.87320 | 0.08% |
USDCAD | 1.38730 | 0.02% |
GOLDUD | 2,444.930 | -0.05% |
COFU | 76.87 | -0.23% |
USD/IDR | 16,235 | 0.18% |
Jumat, 02 Agustus 2024 - Harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari sinyal melesunya aktivitas manufaktur secara global yang memberikan tekanan di sisi permintaan. Meski demikian, isyarat OPEC+ untuk menghentikan rencana kenaikan produksi pada bulan Oktober, dan eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi katalis positif bagi harga minyak.
Aktivitas manufaktur di AS, Eropa, dan Asia menunjukkan kinerja yang lesu pada bulan Juli karena permintaan yang lemah, memicu kekhawatiran akan membebani pemulihan ekonomi global. Menyusul rilisnya data survey manufaktur China dari Caixin yang menyusut untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan, PMI AS bulan Juli dilaporkan turun ke level terendah sejak November, menandai penurunan selama empat bulan berturut-turut, ungkap survey ISM pada hari Kamis. Selain itu, PMI Eropa mengalami stagnansi, bertahan di angka 45,8 pada bulan Juli, ungkap survey S&P Global di hari Kamis.
Turut membebani pergerakan harga, Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) pada hari Kamis mengeluarkan kebijakan pengabaian darurat aturan bahan bakar di empat negara bagian Midwest untuk membantu mengatasi kekurangan bahan bakar akibat pemadaman listrik di kilang minyak Exxon Mobil di Joliet, Illinois. Melalui kebijakan EPA itu berpotensi mendorong kenaikan pasokan bahan bakar ke pasar, yang selama ini dibatasi oleh aturan ketat yang mengharuskan penggunaan campuran bahan bakar yang lebih bersih dan pemantauan ozon yang lebih ketat pada bulan-bulan musim panas agar negara bagian terkait dapat menerima dana jalan raya federal.
Sementara itu, dalam pertemuan komite pemantauan bersama menteri (JMMC) yang berlangsung secara online pada hari Kamis, OPEC dan sekutunya kembali menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kebijakan yang disepakati bulan Juni, yaitu rencana menghentikan pemangkasan sukarela sebesar 2,2 juta bph selama setahun mulai bulan Oktober 2024 hingga September 2025. Selain itu, mereka juga sepakat untuk memperpanjang pemotongan sebelumnya sebesar 3,7 juta bph hingga akhir tahun 2025. Meski demikian, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan OPEC+ dapat menghentikan sementara atau membatalkan kenaikan produksi jika pasar tidak cukup kuat.
Sentimen positif lainnya datang dari potensi serangan balasan terhadap Israel yang dapat mendorong meningkatnya risiko konflik di Timur Tengah. Pejabat tinggi Iran berencana akan bertemu dengan perwakilan sekutu regional Iran dari Lebanon, Irak, dan Yaman pada hari Kamis untuk membahas potensi pembalasan terhadap Israel atas pembunuhan pemimpin Hamas di Teheran, ungkap lima sumber. Selain itu, kelompok Hizbullah juga berjanji akan segera memberikan tanggapan atas pembunuhan komandan militer tertingginya oleh Israel, kata kepala Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah pada hari Kamis.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $79 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $74 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Non Farm Payrolls |
| 175K | 206K |
19:30 | USA - Unemployment Rate |
| 4.1% | 4.1% |
21:00 | USA - Factory Orders MoM |
| -2.9% | -0.5% |
21:00 | USA - Total Vehicle Sales |
|
| 15.3M |