Home
>
News
>
Publication
>
Mata Uang Yen Turut Melemah Imbas Buruknya Kinerja Mata Uang USD
Mata Uang Yen Turut Melemah Imbas Buruknya Kinerja Mata Uang USD
Monday, 30 December 2024

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0431

0.09%

GBPUSD

1.2567

0.08%

AUDUSD

0.6202

0.42%

NZDUSD

0.5627

0.25%

USDJPY

157.71

-0.09%

USDCHF

0.9008

0.06%

USDCAD

1.4415

-0.19%

GOLDUD

2619.1

0.16%

USD/IDR

16170

0.00%

Fokus USDJPY:

  1. DXY melemah ke zona 108.00
  2. Kebijakan Trump diproyeksikan beri efek negatif terhadap Jepang

Senin, 30 Desember 2024 – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 157.70. Kinerja mata uang Yen Jepang terus melemah sejalan dengan penurunan terhadap mata uang USD. Sejak Oktober, yen telah kehilangan 9,5% nilainya, memicu kekhawatiran bahwa Bank of Japan (BoJ) mungkin akan melakukan intervensi di pasar mata uang untuk menstabilkan kurs. Di sisi lain, data inflasi Jepang menunjukkan peningkatan signifikan, dengan Core CPI mencapai 1,7% pada November, mengindikasikan tekanan inflasi yang semakin besar.

Indikator inflasi lain, seperti Corporate Service Price Index (CSPI), juga menunjukkan tren naik dengan kenaikan 3% pada November, menegaskan bahwa biaya layanan antar perusahaan meningkat. Hal ini dapat mendorong kenaikan upah dan tekanan harga konsumen, yang menjadi salah satu tujuan utama BoJ sebelum menaikkan suku bunga. Namun, Gubernur BoJ Kazuo Ueda tetap berhati-hati, menegaskan bahwa inflasi naik "secara moderat," sehingga bank sentral masih memiliki waktu untuk menilai data lebih lanjut sebelum mengambil langkah kebijakan.

Kondisi ini diperburuk oleh spekulasi bahwa administrasi Trump dapat memperkenalkan tarif baru yang dapat mempengaruhi ekonomi Jepang secara negatif. Dengan yen yang terus melemah mendekati level 160 dan data PMI manufaktur yang akan dirilis pada akhir bulan ini, fokus pasar akan tetap pada potensi kenaikan suku bunga BoJ pada Januari. Spekulasi pasar mencatat peluang 42% kenaikan suku bunga di bulan tersebut, sementara taruhan untuk Maret mencapai 72%.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY naik. Support terdekatnya di area 156.90 dan resistance terdekatnya di zona 158.30. Support lanjutan di zona 156.25 dan dilanjutkan ke zona 155.83 Resistance lanjutan di zona 158.96 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 160.30

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0420. Kinerja mata uang Euro terus menunjukkan penguatan selama tiga hari berturut-turut. Lonjakan ini didukung oleh komentar anggota Dewan Gubernur ECB, Robert Holzmann, yang mengindikasikan bahwa penurunan suku bunga berikutnya mungkin memakan waktu lebih lama setelah lonjakan inflasi terbaru. Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan sikap hati-hati terkait pengurangan suku bunga lebih lanjut, memperkuat nilai Dolar AS yang menjadi hambatan bagi EURUSD dalam jangka pendek. Meskipun data klaim pengangguran mingguan di AS turun ke level terendah dalam sebulan, Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di atas 108,00, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang longgar secara bertahap. Di Eropa, sikap dovish ECB semakin menekan prospek Euro, dengan suku bunga fasilitas deposit telah dipangkas 100 bps tahun ini dan prediksi pemangkasan lanjutan pada 2025. Kombinasi sikap kebijakan bank sentral AS dan Eropa ini menciptakan dinamika kompleks yang memengaruhi pasangan EURUSD di pasar global. Support terdekatnya di zona 1.0400 dan resistance terdekatnya di zona 1.0510.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2570. Penguatan pasangan mata uang ini dipengaruhi oleh perdebatan internal di Bank of England (BoE) terkait kebutuhan pemotongan suku bunga untuk mengatasi perlambatan ekonomi. Dalam rapat Desember, Komite Kebijakan Moneter (MPC) BoE memutuskan dengan suara 6-3 untuk mempertahankan suku bunga di level 4,75%, menunjukkan perbedaan pandangan yang lebih besar dari perkiraan. Gubernur BoE, Andrew Bailey, menegaskan pendekatan gradual terhadap pemangkasan suku bunga ke depan di tengah ketidakpastian ekonomi yang meningkat. Sementara itu, penguatan Dolar AS (USD) didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS, dengan obligasi 10-tahun mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan. Selain itu, ekspektasi kebijakan proinflasi dari Presiden terpilih Donald Trump, termasuk pemotongan pajak dan tarif yang lebih tinggi, memperkuat daya tarik USD. Kombinasi sikap dovish BoE dan ketahanan Greenback menciptakan tekanan tambahan bagi Pound Sterling (GBP), terutama menjelang prediksi pemotongan suku bunga lanjutan pada tahun 2025. Support terdekatnya di area 1.2520 dan resistance terdekatnya di zona 1.2620.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6230. Pergerakan mata uang ini dipengaruhi oleh data PMI China yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Data PMI Manufaktur NBS untuk Desember diperkirakan tetap di 50,3, sementara PMI Non-Manufaktur diproyeksikan naik tipis. Jika data PMI melampaui ekspektasi, ini dapat mencerminkan efektivitas stimulus ekonomi Beijing dan mendukung permintaan Dolar Australia. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat memicu kebutuhan stimulus tambahan, berdampak negatif pada sentimen risiko dan permintaan Aussie. Sementara itu, kebijakan moneter dovish dari Reserve Bank of Australia (RBA) menambah tekanan pada AUD. Dalam rapat Desember, RBA menekankan bahwa tekanan inflasi terus mereda sesuai proyeksi. Pasar memperkirakan peluang 65% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat Februari 2025. Di sisi lain, sikap hawkish Federal Reserve dan ekspektasi kebijakan fiskal inflasi dari pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump mendukung Dolar AS, mempersempit ruang penguatan AUDUSD di akhir tahun. Support terdekatnya di zona 0.6190 dan resistance terdekatnya di zona 0.6270

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5640. Mata uang Kiwi terdorong menguat imbas kinerja mata uang USD yang melemah, namun penguatan ini dibayangi oleh kekhawatiran terhadap permintaan konsumen yang lemah dan penurunan berkepanjangan di pasar properti China, yang merupakan mitra dagang terbesar Selandia Baru. Data terbaru menunjukkan laba industri China turun 7,3% pada November, memperpanjang tren negatif selama empat bulan berturut-turut. Situasi ini melemahkan prospek Dolar Selandia Baru, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan fiskal dan tarif perdagangan dari pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump. Selain itu, ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memangkas suku bunga lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan, setelah Selandia Baru jatuh ke dalam resesi pada kuartal ketiga, turut menekan NZD. Pasar telah memperkirakan peluang 70% untuk pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Februari. Sementara itu, kebijakan hawkish Federal Reserve, yang diperkirakan akan melambatkan penurunan suku bunga di tengah inflasi yang dipicu tarif Trump, memperkuat Dolar AS dan menciptakan hambatan tambahan bagi pasangan NZD/USD menjelang akhir tahun. Support terdekatnya di area 0.6000 dan resistance terdekatnya di zona 0.5690.

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.4390. Turuunya kinerja mata uang ini diakibatkan oleh penguatan sisi mata uang Dolar Kanada (CAD) yang didukung oleh peningkatan harga minyak mentah, dengan West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar $69,50 per barel. Minyak mentah, sebagai komoditas ekspor utama Kanada, mendapat dorongan dari laporan bahwa perusahaan energi besar Eropa memprioritaskan minyak dan gas untuk keuntungan jangka pendek. Namun, sentimen positif untuk CAD dibatasi oleh kekhawatiran atas proyeksi ekonomi domestik yang melemah. Data menunjukkan kemungkinan kontraksi GDP Kanada sebesar 0,1% pada November, menandai penurunan bulanan pertama tahun ini. Bank of Canada (BoC) juga diantisipasi untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut guna mendukung pertumbuhan, yang dapat memperlebar kesenjangan suku bunga dengan Amerika Serikat (AS). Di sisi lain, Dolar AS tetap kuat berkat ekspektasi pemotongan suku bunga Fed yang lebih sedikit, meski kenaikannya dibatasi oleh imbal hasil obligasi Treasury AS yang stagnan. Support terdekatnya di zona 1.4350 dan resistance terdekatnya di zona 1.4470.

USDCHF- Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9010. Penguatan ini didorong oleh Dolar AS yang lebih kuat, didukung ekspektasi berkurangnya pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed). Dalam rapat Desember, Fed mengurangi suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dan merevisi proyeksi 2025, mengindikasikan hanya dua pemotongan suku bunga dibandingkan perkiraan sebelumnya sebanyak empat kali. Namun, USDCHF menghadapi tekanan dari penguatan Franc Swiss (CHF) setelah rilis data PDB Swiss yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi lebih baik dari ekspektasi pada kuartal ketiga. Meski demikian, komentar Presiden Swiss National Bank, Martin Schlegel, tentang kemungkinan suku bunga di Swiss turun di bawah nol, membayangi pergerakan mata uang tersebut. Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS yang cenderung stabil turut membatasi potensi penguatan lebih lanjut Dolar AS menjelang akhir tahun. Support terdekatnya di area 0.8970 dan resistance terdekatnya di zona 0.9070.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:30am

JPY

Final Manufacturing PMI

49.6

49.5

49.5

3:00pm

CHF

KOF Economic Barometer

-

101.1

101.8

3:00pm

EUR

Spanish Flash CPI y/y

-

2.60%

2.40%

9:45pm

USD

Chicago PMI

-

42.7

40.2

10:00pm

USD

Pending Home Sales m/m

-

0.90%

2.00%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788