| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.06200 | 0.01% |
GBPUSD | 1.23120 | 0.02% |
AUDUSD | 0.64130 | 0.05% |
NZDUSD | 0.60180 | 0.02% |
USDJPY | 149.160 | -0.02% |
USDCHF | 0.90160 | -0.11% |
USDCAD | 1.35910 | -0.01% |
GOLDUD | 1,873.600 | 0.15% |
COFU | 83.20 | -0.37% |
USD/IDR | 15,685 | 0.06% |
Kamis, 12 Oktober 2023 - Harga minyak pagi ini merosot turun dibebani oleh sentimen dari lonjakan drastis persediaan minyak AS dalam sepekan, serta rencana penetapan sanksi yang lebih ketat terhadap Rusia. Meski demikian, penegasan komitmen Saudi dan Rusia terkait produksi, dan proyeksi peningkatan konsumsi energi global dari EIA membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS dalam sepekan melonjak drastis sebesar 12.94 juta barel untuk penutupan pekan 6 Oktober. Selain itu, stok bensin juga dilaporkan naik sebesar 3.65 juta barel. Kenaikan stok tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Kamis malam oleh badan statistik, Energy Information Administration (EIA).
Turut membebani pergerakan harga minyak, pihak pemerintahan Biden mengumumkan akan menetapkan sanksi baru berupa biaya yang lebih ketat terhadap Rusia jika harga minyak yang dijual Rusia masih melewati batas yang ditetapkan, ujar seorang pejabat senior AS pada hari Rabu. Sanksi baru tersebut, yang merupakan bagian dari serangkaian sanksi lainnya, rencananya akan diumumkan pada hari Kamis pasca bertemu dengan rekan-rekan di G7 di Marakesh pada minggu ini, tempat Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia mengadakan pertemuan tahunan mereka.
Sementara itu, dalam pertemuan pada hari Rabu di Moskow, Rusia dan Arab Saudi menyepakati untuk tetap menahan sekitar 1.3 juta bph atau lebih dari 1% permintaan global, dari pasar hingga akhir tahun, meskipun ada kekhawatiran bahwa konflik antara Israel dan Hamas dapat mendorong harga minyak mentah hingga $100 per barel.
Sentimen positif lainnya datang dari pernyataan EIA pada hari Rabu yang memperkirakan konsumsi energi global kemungkinan akan meningkat hingga tahun 2050, melampui kemajuan dalam efisiensi energi. EIA juga menambahkan bahwa Timur Tengah dan Amerika Utara diperkirakan akan meningkatkan produksi dan ekspor gas alam untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, dan Eropa Barat serta Asia akan tetap menjadi importir gas alam. Permintaan energi dari China, India, Asia Tenggara, dan Afrika akan mendorong produksi minyak mentah dan gas alam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:00 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| 0.492M | -2.224M |
22:00 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -0.800M | 6.481M |