| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1622 | 0.13% |
GBPUSD | 1.3209 | 0.14% |
AUDUSD | 0.6561 | 0.23% |
NZDUSD | 0.5728 | 0.31% |
USDJPY | 155.86 | -0.17% |
USDCHF | 0.8024 | -0.07% |
USDCAD | 1.3965 | -0.02% |
GOLDUD | 4,202.48 | 0.00% |
COFU | 58.65 | -0.17% |
USD/IDR | 16,627 | 0.00% |
Rabu, 03 Desember 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish menyusul rilisnya data ekonomi terbaru Tiongkok yang lesu. Meski demikian, meredupnya harapan tercapainya kesepakatan damai Ukraina dalam waktu dekat, eskalasi risiko di jalur pelayaran Laut Hitam, dan laporan stok API berpotensi mendorong harga kembali bullish.
Aktivitas jasa Tiongkok berekspansi pada laju paling lambat dalam lima bulan terakhir pada bulan November, turun menjadi 52,1 dari 52,6 pada bulan Oktober, menurut survei swasta yang dirilis pada hari Rabu. Hasil survei tersebut juga sejalan dengan survei PMI jasa resmi pemerintah yang dirilis pada hari Minggu, yang turun menjadi 49,5 dari 50,2 pada bulan Oktober. Sinyal melambatnya momentum pertumbuhan ekonomi Tiongkok turut memicu kekhawatiran akan membuat permintaan minyak di negara importir minyak terbesar dunia itu ikut turun.
Sementara itu, setelah perundingan selama lima jam antara pejabat senior AS dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada hari Selasa, seorang pejabat Rusia mengatakan bahwa tidak ada kompromi yang tercapai terkait isu krusial kendali atas wilayah Ukraina, salah satu syarat utama Rusia untuk mengakhiri perang. Berita tersebut mengisyaratkan bahwa kesepakatan damai mungkin tidak sedekat yang diperkirakan.
Turut mendukung harga, kapal tanker berbendera Rusia yang memuat minyak bunga matahari melaporkan serangan drone di lepas pantai Turki pada hari Selasa, kata otoritas maritim Turki dan badan pelayaran Tribeca. Serangan tersebut menyusul peringatan dari Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Senin terkait serangan terhadap kapal-kapal komersial di Laut Hitam, yang sekaligus mengisyaratkan potensi meningkatnya risiko keamanan di jalur pelayaran utama Laut Hitam.
Di sisi pasokan, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar 2,48 juta barel pada penutupan pekan yang berakhir 28 November. Penurunan itu sekaligus menandai penurunan stok mingguan kedua berturut-turut, setelah turun 1,9 juta barel pada pekan sebelumnya. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh EIA.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:15 | USA - Industrial Production MoM |
| 0% | 0.1% |
21:15 | USA - Manufacturing Production MoM |
| 0.1% | 0.2% |
21:45 | USA - S&P Global Services PMI Final |
| 55.0 | 54.8 |
22:00 | USA - ISM Services PMI |
| 52.1 | 52.4 |
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
|
| 2.774M |
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| 2.513M |