Home
>
News
>
Publication
>
Lesunya Data Ekonomi Tiongkok Turut Bebani Laju Minyak
Lesunya Data Ekonomi Tiongkok Turut Bebani Laju Minyak
Wednesday, 03 December 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1622

0.13%

GBPUSD

1.3209

0.14%

AUDUSD

0.6561

0.23%

NZDUSD

0.5728

0.31%

USDJPY

155.86

-0.17%

USDCHF

0.8024

-0.07%

USDCAD

1.3965

-0.02%

GOLDUD

4,202.48

0.00%

COFU

58.65

-0.17%

USD/IDR

16,627

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Pertumbuhan sektor jasa Tiongkok pada bulan November merosot ke level terendah dalam 5 bulan, ungkap survei swasta.
  • Tidak ada kompromi terkait Ukraina yang tercapai setelah perundingan lima jam Putin dengan AS, kata pejabat Rusia.

************************************************************

Rabu, 03 Desember 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish menyusul rilisnya data ekonomi terbaru Tiongkok yang lesu. Meski demikian, meredupnya harapan tercapainya kesepakatan damai Ukraina dalam waktu dekat, eskalasi risiko di jalur pelayaran Laut Hitam, dan laporan stok API berpotensi mendorong harga kembali bullish.

Aktivitas jasa Tiongkok berekspansi pada laju paling lambat dalam lima bulan terakhir pada bulan November, turun menjadi 52,1 dari 52,6 pada bulan Oktober, menurut survei swasta yang dirilis pada hari Rabu. Hasil survei tersebut juga sejalan dengan survei PMI jasa resmi pemerintah yang dirilis pada hari Minggu, yang turun menjadi 49,5 dari 50,2 pada bulan Oktober. Sinyal melambatnya momentum pertumbuhan ekonomi Tiongkok turut memicu kekhawatiran akan membuat permintaan minyak di negara importir minyak terbesar dunia itu ikut turun.

Sementara itu, setelah perundingan selama lima jam antara pejabat senior AS dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada hari Selasa, seorang pejabat Rusia mengatakan bahwa tidak ada kompromi yang tercapai terkait isu krusial kendali atas wilayah Ukraina, salah satu syarat utama Rusia untuk mengakhiri perang. Berita tersebut mengisyaratkan bahwa kesepakatan damai mungkin tidak sedekat yang diperkirakan.

Turut mendukung harga, kapal tanker berbendera Rusia yang memuat minyak bunga matahari melaporkan serangan drone di lepas pantai Turki pada hari Selasa, kata otoritas maritim Turki dan badan pelayaran Tribeca. Serangan tersebut menyusul peringatan dari Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Senin terkait serangan terhadap kapal-kapal komersial di Laut Hitam, yang sekaligus mengisyaratkan potensi meningkatnya risiko keamanan di jalur pelayaran utama Laut Hitam.

Di sisi pasokan, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar 2,48 juta barel pada penutupan pekan yang berakhir 28 November. Penurunan itu sekaligus menandai penurunan stok mingguan kedua berturut-turut, setelah turun 1,9 juta barel pada pekan sebelumnya. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh EIA.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:15

USA - Industrial Production MoM

 

0%

0.1%

21:15

USA - Manufacturing Production MoM

 

0.1%

0.2%

21:45

USA - S&P Global Services PMI Final

 

55.0

54.8

22:00

USA - ISM Services PMI

 

52.1

52.4

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

2.774M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

2.513M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788