Home
>
News
>
Publication
>
Lebanon Kembali Alami Ledakan, Minyak Ikut Terdorong Naik
Lebanon Kembali Alami Ledakan, Minyak Ikut Terdorong Naik
Thursday, 19 September 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.11170

-0.22%

GBPUSD

1.32110

-0.22%

AUDUSD

0.67630

0.15%

NZDUSD

0.62090

0.10%

USDJPY

142.270

0.93%

USDCHF

0.84630

0.37%

USDCAD

1.36000

0.13%

GOLDUD

2,558.570

-0.33%

COFU

69.15

0.80%

USD/IDR

15,320

0.03%

Fokus Crude Oil:

  • 20 orang tewas dan lebih dari 450 orang terluka akibat ledakan radio genggam, kata kementerian kesehatan Lebanon.
  • The Fed pangkas suku bunga AS sebesar 50 basis poin, menandai pemangkasan suku bunga pertama dalam empat tahun.

***********************************************************

Kamis, 19 September 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh meningkatnya tensi antara Lebanon dengan Israel, pemangkasan suku bunga AS, dan laporan stok EIA. Meski demikian, potensi peningkatan tensi antara AS dengan China membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Intensitas ketegangan antara Lebanon dan Israel semakin meningkat pasca kementerian kesehatan Lebanon pada hari Rabu melaporkan 20 orang tewas dan lebih dari 450 orang terluka pada hari Rabu di pinggiran kota Beirut dan Lembah Bekaa yang diakibatkan oleh meledaknya walkie talkie atau radio genggam yang digunakan oleh kelompok Hizbullah. Insiden itu menyusul ledakan serupa pada pager yang terjadi tepat sehari sebelumnya. Meski pihak Israel belum mengomentari ledakan itu, tetapi sumber keamanan mengatakan badan mata-mata Israel Mossad bertanggung jawab atas insiden tersebut, termasuk ledakan hari Selasa. Hizbullah dilaporkan telah menyerang artileri Israel dengan roket pada hari Rabu, sekaligus menandai serangan pertama terhadap Israel sejak ledakan pager pada hari Selasa.

Sentimen positif lainnya datang dari keputusan The Fed yang pada hari Rabu mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan AS sebesar 50 basis poin menjadi 4,75%–5,00%, sekaligus menandai pemangkasan suku bunga pertama dalam empat tahun. Keputusan The Fed itu mengindikasikan adanya perubahan fokus strategi dari bank sentral AS yang memprioritaskan pertumbuhan ekonomi di samping pengendalian inflasi, setelah sinyal melambatnya pasar tenaga kerja AS baru-baru ini. Langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi AS sekaligus menjadi katalis positif bagi permintaan minyak di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, dalam laporan mingguan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 1,63 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 200 ribu barel. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.

Sementara itu, China mengumumkan pembekuan aset terhadap 9 perusahaan yang terkait dengan militer AS atas tuduhan penjualan senjata AS ke Taiwan, yang mulai berlaku pada hari Rabu, ungkap Lin Jian, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China. Selain itu, Lin juga memperingatkan AS untuk tidak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

230K

230K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1850K

1850K

21:00

USA - Existing Home Sales

 

3.90M

3.95M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788