Home
>
News
>
Publication
>
Larangan Ekspor Bensin Rusia Dorong Minyak Kembali Menguat
Larangan Ekspor Bensin Rusia Dorong Minyak Kembali Menguat
Friday, 25 July 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1747

-0.10%

GBPUSD

1.3504

-0.07%

AUDUSD

0.6594

-0.18%

NZDUSD

0.6027

-0.05%

USDJPY

146.99

0.32%

USDCHF

0.7950

0.20%

USDCAD

1.3632

0.15%

GOLDUD

3,369.45

-0.13%

COFU

66.15

0.48%

USD/IDR

16,302

-0.07%

Fokus Crude Oil:

  • Rusia akan menerapkan larangan ekspor bensin selama dua bulan guna menstabilkan harga bahan bakar domestik.
  • Israel dan AS menarik tim delegasi dari perundingan gencatan senjata Gaza karena Hamas tidak menunjukkan itikad baik.

************************************************************

Jumat, 25 Juli 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari potensi mengetatnya pasokan Rusia dan sinyal kemunduran dalam perundingan gencatan senjata Gaza. Meski demikian, ketegangan dalam hubungan UE - China, dan relaksasi operasi minyak terbatas di Venezuela, membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Rusia berencana menerapkan larangan ekspor bensin, termasuk bagi produsen, yang akan berlaku pada Agustus dan September, dalam upaya menstabilkan harga bahan bakar domestik, ungkap tiga sumber industri pada hari Kamis. Larangan tersebut berpotensi memperketat pasokan Rusia ke pasar global, karena meskipun larangan serupa pernah dijalankan pada akhir Januari hingga Februari, namun produsen bahan bakar diberikan pengecualian. Menurut sumber, Rusia meningkatkan ekspor bensin hampir 25% selama lima bulan pertama tahun ini, yang mencapai 2,51 juta ton.

Dukungan lainnya datang dari sinyal kemunduran dalam perundingan gencatan senjata Gaza pasca Israel dan AS menarik tim delegasi mereka dari pertemuan hari Kamis karena Hamas gagal bertindak dengan itikad baik dalam perundingan tersebut, kata utusan AS Steve Witkoff.

Sementara itu, pertemuan KTT antara UE dengan China dipersingkat menjadi satu hari, yang menandai hubungan UE - China telah mencapai titik kritis, kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada hari Kamis. Dalam pertemuan tersebut, Presiden China Xi Jinping memperingatkan para pemimpin Uni Eropa untuk membuat pilihan strategis yang tepat.

Turut membebani harga, AS bersiap untuk memberikan otorisasi baru kepada mitra utama PDVSA milik negara Venezuela, dimulai dengan Chevron, agar mereka dapat beroperasi dengan batasan di negara OPEC yang dikenai sanksi, ungkap lima sumber yang dekat dengan masalah tersebut pada hari Kamis. Kebijakan baru tersebut juga memungkinkan beberapa mitra PDVSA untuk membayar kontraktor ladang minyak dan melakukan impor yang diperlukan guna menjamin kelangsungan operasional, bahkan beberapa impor dapat ditukar dengan minyak Venezuela.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $69 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $64 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Durable Goods Orders MoM

 

-10.8%

16.4%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788