| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.05400 | -0.09% |
GBPUSD | 1.26480 | -0.06% |
AUDUSD | 0.65000 | -0.15% |
NZDUSD | 0.58760 | -0.27% |
USDJPY | 155.410 | 0.03% |
USDCHF | 0.88440 | 0.14% |
USDCAD | 1.39750 | 0.05% |
GOLDUD | 2,649.820 | 0.24% |
COFU | 69.04 | 0.10% |
USD/IDR | 15,880 | 0.41% |
Kamis, 21 November 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi, mencoba menembus level $70 per barel. Katalis positif datang dari potensi eskalasi konflik Ukraina dan isyarat OPEC+ untuk memperpanjang pemangkasan pada pertemuan bulan depan. Namun, harapan segera tercapainya gencatan senjata Lebanon dan laporan stok EIA memberikan tekanan pada harga.
Militer Ukraina menembakkan rudal jelajah Storm Shadow buatan Inggris untuk menyerang Rusia pada hari Rabu, menyusul sehari sebelumnya setelah menembakkan rudal ATACMS buatan AS. Di hari yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengucapkan terima kasih atas paket bantuan militer AS senilai $275 juta yang mencakup amunisi, drone, dan rudal. Rusia menegaskan akan melakukan pembalasan terhadap negara-negara NATO yang memfasilitasi serangan rudal jarak jauh terhadap wilayah Rusia oleh Ukraina, kata kepala intelijen luar negeri Sergei Naryshkin pada hari Rabu.
Turut mendukung harga, OPEC dan sekutunya kemungkinan akan terus memperpanjang pemangkasan sukarela dalam waktu lama karena permintaan minyak global yang lemah, kata tiga sumber OPEC+. Kelompok aliansi itu memutuskan menunda rencana meningkatkan produksi selama sebulan ketika mereka bertemu terakhir kali pada 3 November. OPEC+ dijadwalkan akan bertemu kembali pada 1 Desember mendatang.
Sementara itu, sinyal positif kemajuan dalam perundingan gencatan senjata di Lebanon semakin menguat pasca utusan AS Amos Hochstein pada hari Rabu mengatakan dia akan melakukan perjalanan ke Israel untuk segera melakukan finalisasi kesepakatan dengan Israel karena pemerintah Lebanon dan Hizbullah telah menyetujui proposal gencatan senjata AS, meskipun dengan beberapa komentar.
Dari sisi pasokan, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah AS dalam sepekan naik sebesar 545 ribu barel, lebih besar dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan stok akan naik sebesar 400 ribu barel. Untuk stok bensin juga naik sebesar 2,05 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan kenaikan sebesar 1,62 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 220K | 217K |
20:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1870K | 1873K |
20:30 | USA - Philadelphia Fed Manufacturing Index |
| 8 | 10.3 |
22:00 | USA - Existing Home Sales |
| 3.93M | 3.84M |
22:00 | USA - CB Leading Index MoM |
| -0.3% | -0.5% |