Home
>
News
>
Publication
>
Laju Minyak Menguat Dipicu Potensi Eskalasi Konflik Timur Tengah
Laju Minyak Menguat Dipicu Potensi Eskalasi Konflik Timur Tengah
Monday, 29 December 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1770

0.14%

GBPUSD

1.3496

0.11%

AUDUSD

0.6695

0.48%

NZDUSD

0.5821

0.21%

USDJPY

156.50

-0.29%

USDCHF

0.7889

-0.10%

USDCAD

1.3670

-0.10%

GOLDUD

4,542.66

-1.55%

COFU

57.04

0.18%

USD/IDR

16,763

0.07%

Fokus Crude Oil:

  • Jelang kunjungan Israel ke AS, Presiden Iran isyaratkan kemungkinan perang skala penuh dengan AS, Eropa, dan Israel. 
  • Kelompok Yaman menuduh Arab Saudi di balik serangan udara terhadap pasukan STC di provinsi Hadramout pada Jumat pagi.

************************************************************

Senin, 29 Desember 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari sinyal eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan. Meski demikian, laju minyak juga dibatasi oleh sentimen dari meningkatnya harapan kesepakatan damai Ukraina, dan sinyal memanasnya hubungan antara China dengan AS.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada hari Sabtu mengatakan bahwa saat ini sedang berada dalam perang skala penuh dengan AS, Eropa, dan Israel. Pernyataan Pezeshkian itu dilontarkan menjelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS dalam rangka memberi pengarahan kepada Presiden Donald Trump tentang opsi untuk potensi serangan di masa depan terhadap Iran. Pezeshkian juga menegaskan kesiapan Iran untuk menghadapi respons yang lebih tegas atas meningkatnya tekanan dari Barat.

Dukungan lainnya terhadap harga minyak datang dari meningkatnya kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik lebih lanjut di wilayah Timur Tengah. Kelompok Yaman menuduh Arab Saudi telah melancarkan serangan udara terhadap pasukan Southern Transitional Council (STC) di provinsi Hadramout pada hari Jumat, yang sekaligus menandai peningkatan tajam setelah kelompok itu menolak desakan Riyadh untuk mundur dari Hadramout dan al-Mahra, dua provinsi timur yang direbut Yaman pada awal bulan ini.

Sementara itu, pasca bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden AS Donald Trump pada Minggu sore mengatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang antara Ukraina dengan Rusia sudah 95 persen tercapai, dan bahwa ia mengharapkan negara-negara Eropa untuk mengambil alih sebagian besar upaya tersebut dengan dukungan AS. Di sisi lain, Zelensky bahkan mengatakan bahwa kesepakatan tentang jaminan keamanan untuk Ukraina telah tercapai.

Turut membebani harga, hubungan China dengan AS menunjukkan sinyal peningkatan tensi yang dipicu oleh dukungan AS terhadap Taiwan. Kementerian Luar Negeri China pada hari Jumat mengumumkan sanksi yang menargetkan 10 individu dan 20 perusahaan pertahanan AS, termasuk cabang Boeing di St. Louis, berupa pembekuan aset apa pun yang dimiliki perusahaan dan individu tersebut di China dan melarang organisasi dan individu domestik untuk melakukan bisnis dengan mereka. Sanksi tersebut dikeluarkan setelah Trump pada pekan lalu mengumumkan paket penjualan senjata ke Taiwan senilai lebih dari $10 miliar, termasuk rudal jarak menengah dan drone, yang merupakan penjualan senjata terbesar dalam sejarah hubungan AS - Taiwan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $60 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $55 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USA - Pending Home Sales MoM

 

1%

1.9%

22:30

USA - Dallas Fed Manufacturing Index

 

-0.6%

-0.4%

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-2.6M

-1.274M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

1.1M

4.808M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788