Home
>
News
>
Publication
>
Tensi Timur Tengah Kembali Meningkat, Minyak Ikut Melambung
Tensi Timur Tengah Kembali Meningkat, Minyak Ikut Melambung
Monday, 13 July 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1401

-0.06%

GBPUSD

1.3389

-0.08%

AUDUSD

0.6948

-0.20%

NZDUSD

0.5762

0.00%

USDJPY

161.73

0.15%

USDCHF

0.8084

0.22%

USDCAD

1.4157

0.05%

GOLDUD

4,090.98

-0.16%

COFU

73.69

1.10%

USD/IDR

18,064

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Teheran menargetkan fasilitas AS di negara-negara di seluruh Teluk dan mengancam akan kembali menutup Selat Hormuz.
  • IEA melihat permintaan minyak dunia tahun ini diperkirakan akan turun sebesar 1 juta bph untuk pertama kalinya sejak 2020.

************************************************************

Senin, 13 Juli 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bullish dipicu oleh sentimen dari eskalasi aksi saling serang antara AS dengan Iran yang meluas ke negara-negara Teluk lainnya turut memicu kekhawatiran akan kembali mengganggu keamanan pengiriman melalui jalur Selat Hormuz.

Iran menargetkan fasilitas AS di negara-negara di seluruh Teluk pada hari Minggu dan mengatakan bahwa mereka telah kembali menutup Selat Hormuz. Di sisi lain, Komando Pusat AS mengatakan bahwa militer AS mulai melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran pada pukul 5 sore waktu setempat (ET) pada hari Minggu. Menyusul setelahnya pada Senin pagi, sirene peringatan rudal berbunyi di Bahrain yang menjadi markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS. Selain itu, data terbaru pelacakan kapal Kpler menunjukkan hanya enam kapal yang melintasi Selat Hormuz pada hari Minggu, menandai level terendah dalam lima minggu terakhir.

Masih dari Timur Tengah, Kementerian Pertahanan Kuwait pada hari Minggu melaporkan bahwa tiga pos perbatasan dan sebuah anjungan minyak lepas pantai diserang selama berlangsungnya aksi saling serang antara AS dan Iran. Di Oman, Pusat Keamanan Maritim pada hari Minggu mengatakan telah menyelamatkan 23 awak kapal dari sebuah kapal komersial sementara satu orang hilang setelah kapal tersebut dihantam di lepas pantai timur Oman. Kementerian Luar Negeri India mengatakan serangan terhadap pelayaran komersial di wilayah tersebut sangat mengkhawatirkan.

Sementara itu, dalam laporan bulanan yang dirilis hari Jumat, IEA memproyeksikan permintaan minyak global akan turun sebesar 1 juta bph tahun ini, sebelum pulih dan meningkat menjadi 2 juta bph pada tahun 2027. Penurunan yang disebabkan oleh konflik yang terus mengganggu produksi dan ekspor di seluruh Timur Tengah itu sekaligus menandai penurunan untuk pertama kalinya sejak 2020. Di sisi pasokan, IEA memperkirakan surplus sebesar 4,62 juta bph pada tahun 2027, dibandingkan dengan defisit 860.000 bph pada tahun 2026.

Turut membebani harga, Senator AS Lindsey Graham pada hari Jumat mendesak agar China dapat turut menekan Rusia untuk segera mengakhiri perang dengan Ukraina. Graham juga menambahkan bahwa beberapa bulan mendatang akan memberikan peluang untuk solusi diplomatik.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $77 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

23:30

USA - Fed Waller Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788