Home
>
News
>
Publication
>
Krisis Bahan Bakar Rusia Buat Minyak Bertahan Bullish
Krisis Bahan Bakar Rusia Buat Minyak Bertahan Bullish
Friday, 01 September 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08780

0.04%

GBPUSD

1.26430

0.05%

AUDUSD

0.64820

-0.25%

NZDUSD

0.59690

-0.30%

USDJPY

145.880

-0.05%

USDCHF

0.87830

-0.13%

USDCAD

1.35510

-0.06%

GOLDUD

1,936.980

0.05%

COFU

83.63

0.22%

USD/IDR

15,215

0.14%

Fokus Crude Oil:

  • Rusia menghadapi krisis bahan bakar dalam negeri dan bersiap alami kekurangan lebih besar.
  • Aktivitas pabrik China bulan Agustus meningkat secara tak terduga.

***************************************************************

Jumat, 01 September 2023 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bullish dipicu oleh krisis bahan bakar dalam negeri yang melanda Rusia dan data positif ekonomi terbaru China. Meski demikian, kenaikan produksi OPEC dan harapan akan kembali disepakatinya perjanjian ekspor via Laut Hitam membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Rusia dilaporkan sedang dilanda situasi kekurangan bahan bakar dalam negeri yang diperlukan untuk mengumpulkan hasil panen di beberapa bagian wilayah selatannya dan situasinya mungkin akan menjadi lebih buruk dalam beberapa bulan mendatang, kata sumber pasar yang dikutip Reuters pada hari Kamis. Selama beberapa bulan terakhir, Rusia telah berupaya mengatasi krisis solar dan bensin, termasuk memangkas subsidi bagi kilang serta membatasi ekspor. Sumber industri mengatakan situasi ini akan membaik paling cepat pada bulan Oktober ketika banyak kilang minyak menyelesaikan pemeliharaannya, sementara permintaan musiman diperkirakan menurun.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, aktivitas pabrik China secara mengejutkan mengalami ekspansi menjadi 51.0 pada bulan Agustus dari 49.2 di bulan Juli, ungkap hasil survei sektor swasta, S&P global pada hari Jumat. Di hari yang sama, Bank sentral China mengatakan bahwa pihaknya akan memotong jumlah devisa yang harus disimpan oleh lembaga keuangan sebagai cadangan untuk pertama kalinya tahun ini, sebuah langkah yang bertujuan memperlambat laju penurunan yuan baru-baru ini.

Sementara itu, produksi minyak dari aliansi negara produsen OPEC pada bulan Agustus naik sebesar 220 ribu barel menjadi 27.56 juta bph, yang merupakan kenaikan pertama setelah bulan Februari, ungkap survei yang dilakukan Reuters pada hari Kamis. Adapun untuk kenaikan tersebut berasal dari kenaikan produksi Iran yang meningkat di atas 3 juta bph atau level tertinggi sejak tahun 2018.

Dari Eropa timur dilaporkan bahwa Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pada hari Kamis mengatakan bahwa dia telah mengirim Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov "serangkaian proposal konkret" yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kesepakatan yang memungkinkan ekspor biji-bijian Ukraina secara aman melalui Laut Hitam.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $86 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $81 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Non Farm Payrolls

 

170K

187K

19:30

USA - Unemployment Rate

 

3.5%

3.5%

20:45

USA - S&P Global Manufacturing PMI Final

 

47

49

21:00

USA - ISM Manufacturing PMI

 

47.0

46.4

21:00

USA - Construction Spending MoM

 

0.5%

0.5%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788