| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08780 | 0.04% |
GBPUSD | 1.26430 | 0.05% |
AUDUSD | 0.64820 | -0.25% |
NZDUSD | 0.59690 | -0.30% |
USDJPY | 145.880 | -0.05% |
USDCHF | 0.87830 | -0.13% |
USDCAD | 1.35510 | -0.06% |
GOLDUD | 1,936.980 | 0.05% |
COFU | 83.63 | 0.22% |
USD/IDR | 15,215 | 0.14% |
Jumat, 01 September 2023 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bullish dipicu oleh krisis bahan bakar dalam negeri yang melanda Rusia dan data positif ekonomi terbaru China. Meski demikian, kenaikan produksi OPEC dan harapan akan kembali disepakatinya perjanjian ekspor via Laut Hitam membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Rusia dilaporkan sedang dilanda situasi kekurangan bahan bakar dalam negeri yang diperlukan untuk mengumpulkan hasil panen di beberapa bagian wilayah selatannya dan situasinya mungkin akan menjadi lebih buruk dalam beberapa bulan mendatang, kata sumber pasar yang dikutip Reuters pada hari Kamis. Selama beberapa bulan terakhir, Rusia telah berupaya mengatasi krisis solar dan bensin, termasuk memangkas subsidi bagi kilang serta membatasi ekspor. Sumber industri mengatakan situasi ini akan membaik paling cepat pada bulan Oktober ketika banyak kilang minyak menyelesaikan pemeliharaannya, sementara permintaan musiman diperkirakan menurun.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, aktivitas pabrik China secara mengejutkan mengalami ekspansi menjadi 51.0 pada bulan Agustus dari 49.2 di bulan Juli, ungkap hasil survei sektor swasta, S&P global pada hari Jumat. Di hari yang sama, Bank sentral China mengatakan bahwa pihaknya akan memotong jumlah devisa yang harus disimpan oleh lembaga keuangan sebagai cadangan untuk pertama kalinya tahun ini, sebuah langkah yang bertujuan memperlambat laju penurunan yuan baru-baru ini.
Sementara itu, produksi minyak dari aliansi negara produsen OPEC pada bulan Agustus naik sebesar 220 ribu barel menjadi 27.56 juta bph, yang merupakan kenaikan pertama setelah bulan Februari, ungkap survei yang dilakukan Reuters pada hari Kamis. Adapun untuk kenaikan tersebut berasal dari kenaikan produksi Iran yang meningkat di atas 3 juta bph atau level tertinggi sejak tahun 2018.
Dari Eropa timur dilaporkan bahwa Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pada hari Kamis mengatakan bahwa dia telah mengirim Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov "serangkaian proposal konkret" yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kesepakatan yang memungkinkan ekspor biji-bijian Ukraina secara aman melalui Laut Hitam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $86 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $81 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Non Farm Payrolls |
| 170K | 187K |
19:30 | USA - Unemployment Rate |
| 3.5% | 3.5% |
20:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Final |
| 47 | 49 |
21:00 | USA - ISM Manufacturing PMI |
| 47.0 | 46.4 |
21:00 | USA - Construction Spending MoM |
| 0.5% | 0.5% |