| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.10640 | -0.06% |
GBPUSD | 1.28270 | -0.05% |
AUDUSD | 0.67360 | 0.22% |
NZDUSD | 0.62040 | 0.06% |
USDJPY | 141.450 | -0.12% |
USDCHF | 0.86960 | -0.07% |
USDCAD | 1.31630 | 0.00% |
GOLDUD | 1,954.830 | 0.34% |
COFU | 78.85 | 0.09% |
USD/IDR | 15,025 | 0.03% |
Selasa, 25 Juli 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari optimisme akan komitmen China dalam pemulihan ekonominya serta eskalasi tensi geopolitik di Eropa timur yang semakin memanas. Meski demikian, sinyal bearish ekonomi AS dan UE membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
China berkomitmen akan meningkatkan penyesuaian kebijakan ekonomi makro di tengah pemulihan pasca-Covid yang berliku-liku, dengan berfokus pada perluasan permintaan domestik, meningkatkan kepercayaan dan mencegah risiko, kata kantor berita negara Xinhua pada hari Senin dikutip dari Politburo, badan pembuat keputusan tertinggi yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping, biasanya mencakup kebijakan ekonomi. Pernyataan dari otoritas China tersebut mengindikasikan potensi lebih banyak stimulus yang akan diberikan guna menopang pemulihan di negara ekonomi terbesar kedua di dunia dan sekaligus konsumen minyak terbesar kedua dunia itu.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Menteri Situasi Darurat Belarusia, Vadim Sinyavsky pada hari Senin mengatakan kepada televisi negara bagian Belarus 1 bahwa semua warga akan siap membantu kementerian "jika terjadi konflik bersenjata atau semacam kerusuhan yang harus melibatkan sejumlah besar personel". Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran akan memuncaknya ketegangan geopolitik di Eropa timur setelah aksi saling serang melalui drone yang semakin intens dalam dua hari terakhir. Bahkan pada Selasa pagi, Rusia dilaporkan melancarkan serangan drone ke Kyiv, ujar pihak administrasi militer Ukraina.
Sementara itu, tanda-tanda pelemahan ekonomi terlihat di AS dan Uni Eropa yang memicu kekhawatiran akan berdampak pada pemulihan ekonomi secara global. Aktivitas bisnis AS bulan Juli dilaporkan melambat ke level terendah dalam lima bulan. Situasi tersebut diperkirakan akan mendorong pembuat kebijakan pada hari Rabu nanti untuk menaikkan suku bunga AS sebesar seperempat poin persentase, menjadi antara 5.25% dan 5.5%, dalam apa yang dilihat oleh banyak investor dan ekonom sebagai potensi kenaikan terakhir mereka dari siklus saat ini.
Di Uni Eropa (UE), aktivitas bisnis bulan Juli terutama di dua ekonomi terbesar Jerman dan Prancis dilaporkan menyusut lebih dari yang diharapkan karena permintaan di industri jasa yang menurun, ditambah dengan output pabrik yang juga merosot turun pada laju tercepat sejak Covid terjadi. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan mendorong ekonomi UE kembali ke dalam resesi, sekaligus menjadi perhatiaan akan langkah kebijakan yang diambil oleh bank sentral saat bertemu pada hari Kamis.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $81 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $77 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:00 | USA - House Price Index MoM |
| 0.2% | 0.7% |
20:00 | USA - S&P/Case Shiller House Price MoM |
| 1.2% | 1.7% |
21:00 | USA - CB Consumer Confidence |
| 111.8 | 109.7 |