| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.07350 | -0.05% |
GBPUSD | 1.27590 | -0.02% |
AUDUSD | 0.66340 | -0.06% |
NZDUSD | 0.61680 | -0.23% |
USDJPY | 157.020 | 0.08% |
USDCHF | 0.89350 | 0.04% |
USDCAD | 1.37440 | 0.03% |
GOLDUD | 2,301.050 | 0.22% |
COFU | 77.96 | 0.32% |
USD/IDR | 16,265 | 0.28% |
Jumat, 14 Juni 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak pada tren bullish didukung oleh sejumlah katalis positif di pasar. Salah satu sentimen positif utama datang dari komentar optimis OPEC akan arah permintaan minyak global kedepan. Selain itu, komitmen Rusia serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga memberikan dukungan pada harga minyak.
OPEC tidak melihat adanya puncak permintaan minyak dalam jangka panjang sebagaimana diproyeksikan oleh IEA, namun permintaan berpotensi untuk terus tumbuh hingga 116 juta bph pada tahun 2045, dan mungkin akan lebih tinggi, ujar Hathaim Al Ghais, Sekretaris Jenderal OPEC pada hari Kamis. Sebelumnya pada hari Rabu, IEA merilis laporan yang memproyeksikan permintaan minyak akan mencapai puncaknya pada tahun 2029, kemudian turun drastis hingga hampir tidak ada pertumbuhan dalam empat tahun ke depan hingga tahun 2030.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis mengeluarkan dekrit yang memerintahkan agar semua eksportir minyak dalam negeri dan badan bea cukai mengabaikan aturan batasan harga minyak mentah Rusia yang diberlakukan oleh negara-negara Barat hingga akhir tahun 2024. Di hari yang sama, Kementerian Energi Rusia mengakui bahwa produksi minyak bulan Mei telah melebihi kuota yang disepakati bersama oleh OPEC+, sehingga masalah kelebihan tersebut akan dikompensasikan pada output bulan Juni agar komitmen target kuota tetap tercapai. Berita tersebut mengindikasikan bahwa Rusia masih akan terus menjual minyaknya, namun dengan batas kuota yang disepakati bersama OPEC+, dan selain itu juga berpotensi memicu penerapan sanksi lebih lanjut dari pihak Barat.
Sementara itu, ketidakjelasan arah negosiasi gencatan senjata di Gaza memicu peningkatan intensitas serangan Israel yang meluas ke wilayah barat Rafah pada hari Kamis. Para warga sipil mengatakan bahwa serangan yang dilancarkan oleh Israel menargetkan kawasan Al-Mawasi di Rafah yang telah ditetapkan menjadi zona kemanusiaan.
Masih dari Timur Tengah, kelompok Hizbullah mengatakan pihaknya telah meluncurkan roket dan mempersenjatai drone yang menargetkan sembilan lokasi militer Israel dalam serangan terkoordinasi pada hari Kamis. Serangan tersebut merupakan serangan terbesar yang dilakukan Hizbullah sejak Oktober, saat tensi dengan Israel meningkat bersamaan dengan perang Gaza.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Export Prices MoM |
| 0.0% | 0.5% |
19:30 | USA - Import Prices MoM |
| 0.1% | 0.9% |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment Prel |
| 72.0 | 69.1 |