| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1519 | -0.23% |
GBPUSD | 1.3139 | -0.16% |
AUDUSD | 0.6540 | -0.17% |
NZDUSD | 0.5706 | -0.37% |
USDJPY | 154.16 | 0.21% |
USDCHF | 0.8069 | 0.36% |
USDCAD | 1.4055 | 0.11% |
COFU | 61.03 | -0.30% |
GOLDUD | 4005.11 | -0.66% |
USD/IDR | 16659 | 0.00% |
Fokus Minyak Mentah:
Selasa, 04 November 2025 - Harga minyak mentah dunia kembali melemah di awal pekan, dengan WTI bergerak di sekitar $60,45 per barel, turun 0,4% setelah sempat menyentuh $61,29. Pelemahan ini terjadi meskipun OPEC+ mengumumkan penundaan kenaikan produksi pada kuartal pertama 2026. Keputusan tersebut mencerminkan upaya kelompok produsen minyak untuk menahan potensi kelebihan pasokan, setelah produksi global meningkat sekitar 2,9 juta barel per hari sejak April. Namun, pasar masih dibayangi kekhawatiran oversupply, terutama karena data stok minyak AS menunjukkan potensi peningkatan cadangan dan permintaan global yang belum pulih sepenuhnya.
Dari sisi geopolitik, ketegangan di kawasan Laut Hitam dan Timur Tengah sempat memberikan dukungan terbatas bagi harga minyak. Serangan drone Ukraina terhadap pelabuhan minyak utama Rusia menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan, terutama karena Rusia masih dibatasi oleh sanksi baru dari AS dan Inggris terhadap Rosneft serta Lukoil. Namun, dampak geopolitik tersebut belum cukup kuat untuk menahan tekanan fundamental yang datang dari sisi permintaan global yang lemah dan meningkatnya produksi di beberapa negara anggota OPEC+. Beberapa analis memperkirakan bahwa surplus pasokan dapat menahan harga minyak di bawah $61 dalam waktu dekat jika permintaan tidak menunjukkan perbaikan signifikan.
Faktor utama pelemahan harga minyak juga datang dari penguatan dolar AS, yang mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir setelah Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan kecilnya peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember. Dolar yang lebih kuat membuat minyak berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri, menekan permintaan komoditas energi tersebut. Sentimen pasar yang berhati-hati menjelang rilis laporan stok minyak mingguan dari American Petroleum Institute (API) juga menambah tekanan bagi WTI. Secara keseluruhan, kombinasi antara prospek permintaan yang lemah, penguatan dolar, dan ekspektasi peningkatan stok minyak AS menjadi faktor utama yang menahan harga minyak dunia pada level saat ini.
Secara teknikal, harga minyak WTI dibuka di $61.03 per barel, dengan kecenderungan masih melemah setelah gagal menembus area psikologis $61.50. Level support terdekat berada di kisaran $60.40 hingga $60.00, yang menjadi area penentu arah jangka pendek. Jika tembus, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju $59.40. Sebaliknya, resistance terdekat berada di kisaran $61.60 hingga $62.10, sementara penguatan lanjutan baru akan terkonfirmasi jika WTI berhasil menembus area $62.80 yang menjadi batas atas konsolidasi harga pekan ini.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | USD | FOMC Member Daly Speaks | - | - | - |
2:00am | USD | FOMC Member Cook Speaks | - | - | - |
2:00am | USD | Loan Officer Survey | - | - | - |
6:35pm | USD | FOMC Member Bowman Speaks | - | - | - |
Tentative | USD | RCM/TIPP Economic Optimism | - | 48.1 | 48.3 |