| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1634 | 0.32% |
GBPUSD | 1.3339 | 0.76% |
AUDUSD | 0.6678 | 0.42% |
NZDUSD | 0.5722 | 0.49% |
USDJPY | 158.20 | -0.44% |
USDCHF | 0.8007 | -0.44% |
USDCAD | 1.3910 | -0.19% |
GOLDUD | 4521.49 | 1.77% |
USD/IDR | 16,796 | 0.20% |
Fokus USD/CAD:
Senin, 12 Januari 2026 - USDCAD dibuka di 1.3910 dan turun -0.19%. Pasangan mata uang Loonie mulai melemah di awal pekan setelah sebelumnya mencatat reli panjang hingga menyentuh level tertinggi sejak awal Desember. Pelemahan ini terutama dipicu oleh tekanan luas pada Dolar AS, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menegaskan adanya tekanan politik dan ancaman hukum justru memperkuat persepsi bahwa kebijakan moneter AS berada dalam situasi tidak ideal. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi eksposur terhadap USD, sehingga USD/CAD kehilangan momentum kenaikannya.
Dari sisi sentimen global, meskipun risiko geopolitik meningkat akibat eskalasi ketegangan di Iran dan konflik geopolitik lainnya, reaksi pasar terhadap USD relatif terbatas. Biasanya, kondisi ini mendukung Dolar AS sebagai aset safe haven, namun kali ini efeknya tertahan oleh ketidakpastian kebijakan The Fed dan sikap pasar yang lebih berhati-hati. Di saat yang sama, harga minyak mentah yang berpotensi menguat akibat risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah memberi bantalan bagi Dolar Kanada, mengingat statusnya sebagai mata uang berbasis komoditas.
Ke depan, pelemahan USD/CAD juga dipengaruhi oleh sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis data inflasi AS, yakni CPI dan PPI. Selama data tersebut belum memberikan kejutan yang cukup kuat untuk mengubah ekspektasi suku bunga The Fed, ruang pemulihan Dolar AS diperkirakan terbatas. Dengan kombinasi tekanan pada USD dan dukungan fundamental moderat dari sektor energi terhadap CAD, USD/CAD cenderung bergerak melemah dalam jangka pendek, meski volatilitas tetap tinggi seiring dinamika geopolitik dan data ekonomi lanjutan.
Pelemahan masih terbatas, dengan support terdekat di 1.3875 dan resistance di 1.3960.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1634 dan menguat 0.32%. Pasangan EUR/USD melanjutkan penguatan dan bertahan di area 1,16 seiring melemahnya Dolar AS akibat meningkatnya ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang lebih dovish. Data ketenagakerjaan AS terbaru menunjukkan perlambatan pertumbuhan tenaga kerja, di mana penambahan Nonfarm Payrolls pada Desember berada di bawah ekspektasi pasar. Meskipun tingkat pengangguran turun dan upah masih meningkat, pasar menilai kombinasi data ini belum cukup kuat untuk mendorong The Fed bersikap lebih agresif, sehingga USD kehilangan daya tariknya dalam jangka pendek. Di sisi lain, Euro menghadapi sentimen yang lebih berimbang. Inflasi kawasan Euro yang melandai ke level target ECB menurunkan spekulasi pengetatan lanjutan, namun stabilitas ekonomi relatif dan faktor geopolitik termasuk diskusi penguatan keamanan Eropa di wilayah Arktik memberikan dukungan psikologis terhadap mata uang Euro. Dengan pasar cenderung fokus pada pelemahan USD ketimbang prospek kebijakan ECB, EUR/USD tetap berpotensi mempertahankan bias positif selama tidak ada kejutan besar dari data AS. Penguatan masih terjaga seiring tekanan dolar AS, dengan support terdekat di 1.1605 dan resistance di 1.1675.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3339 dan melonjak 0.76%. GBP/USD berhasil bangkit dari tekanan dan mencatat penguatan moderat, didorong oleh pelemahan Dolar AS yang dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve. Pernyataan Jerome Powell terkait tekanan hukum terhadap dirinya memunculkan ketidakpastian institusional, yang pada akhirnya menggerus kepercayaan pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter AS. Kondisi ini membuat Poundsterling kembali menarik sebagai alternatif mata uang utama dalam jangka pendek. Namun demikian, penguatan GBP masih dibatasi oleh prospek kebijakan domestik Inggris. Pasar mulai memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Bank of England pada 2026, seiring pertumbuhan ekonomi yang belum sepenuhnya solid. Selain itu, pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi AS dan laporan GDP Inggris, yang berpotensi menjadi penentu arah lanjutan GBP/USD. Selama ketidakpastian global bertahan, pergerakan pasangan ini cenderung lebih dipengaruhi oleh dinamika USD dibanding faktor internal Inggris. Momentum bullish cukup kuat, dengan support di 1.3285 dan resistance terdekat di 1.3420.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6678 dan menguat 0.42%. Dolar Australia menguat setelah beberapa hari tertekan, seiring melemahnya Dolar AS akibat sentimen dovish The Fed dan isu kredibilitas kebijakan moneter AS. Kekhawatiran pasar terhadap tekanan politik dan hukum terhadap pimpinan The Fed membuat investor mengurangi eksposur terhadap USD, yang secara langsung menguntungkan mata uang berimbal hasil seperti AUD. Dari sisi domestik, data ekonomi Australia menunjukkan sinyal campuran. Belanja rumah tangga masih tumbuh namun melambat, sementara inflasi belum memberikan arah yang jelas bagi kebijakan RBA. Pernyataan otoritas RBA yang menilai inflasi masih sesuai ekspektasi dan menegaskan belum adanya urgensi pemangkasan suku bunga memberikan dukungan tambahan bagi AUD. Fokus pasar kini tertuju pada data inflasi kuartalan mendatang sebagai penentu arah kebijakan dan pergerakan AUD/USD selanjutnya. Sentimen positif masih mendominasi, dengan support terdekat di 0.6645 dan resistance di 0.6715.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5722 dan naik 0.49%. NZD/USD mencatat rebound setelah tekanan beruntun, didorong oleh pelemahan USD dan meningkatnya sentimen positif terhadap kebijakan moneter Selandia Baru. Isu independensi The Fed kembali menjadi katalis utama pelemahan Dolar AS, sehingga mendorong arus dana ke mata uang alternatif termasuk Kiwi. Selain faktor eksternal, dukungan utama NZD datang dari sikap relatif hawkish Reserve Bank of New Zealand. RBNZ menegaskan bahwa suku bunga kemungkinan akan dipertahankan pada level saat ini untuk periode yang panjang, mencerminkan keyakinan terhadap stabilitas inflasi dan ekonomi domestik. Ekspektasi bahwa suku bunga Selandia Baru akan tetap tinggi lebih lama dibanding negara maju lain membuat NZD tetap menarik di mata investor, khususnya di tengah ketidakpastian global. Penguatan terlihat solid, dengan support di 0.5685 dan resistance terdekat di 0.5765.
USDJPY – Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 158.20 dan turun -0.44%. USD/JPY menunjukkan pelemahan Yen di awal perdagangan akibat faktor politik domestik Jepang, menyusul laporan potensi pemilu cepat yang meningkatkan ketidakpastian kebijakan. Ketidakpastian politik cenderung menekan Yen dalam jangka pendek karena investor bersikap wait and see terhadap arah pemerintahan dan kebijakan fiskal ke depan. Meski demikian, pelemahan USD secara struktural akibat ekspektasi The Fed yang dovish membatasi potensi penguatan USD/JPY lebih lanjut. Perlambatan pertumbuhan tenaga kerja AS dan peluang besar suku bunga ditahan membuat selisih imbal hasil AS–Jepang tidak melebar signifikan. Dalam kondisi ini, USD/JPY cenderung bergerak fluktuatif dengan keseimbangan antara faktor politik Jepang dan sentimen kebijakan moneter AS. Tekanan jual masih terlihat, dengan support terdekat di 157.40 dan resistance di 158.90.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8007 dan melemah -0.44%. USD/CHF bergerak melemah dan cenderung tidak stabil, dengan Swiss Franc tetap mendapat dukungan dari statusnya sebagai aset safe haven. Ketegangan geopolitik global dan pernyataan keras dari pemimpin AS terkait isu Timur Tengah mendorong investor mempertahankan posisi defensif, yang secara alami menguntungkan CHF. Dari sisi domestik Swiss, inflasi yang rendah namun stabil mengurangi tekanan bagi Swiss National Bank untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut. SNB menegaskan kehati-hatian dan menilai kebijakan suku bunga negatif berisiko bagi stabilitas keuangan. Di sisi lain, USD masih dibayangi ketidakpastian data tenaga kerja dan arah kebijakan The Fed, sehingga membuat USD/CHF rentan melemah selama sentimen risiko global tetap tinggi. Dolar AS tertekan, dengan support di 0.7965 dan resistance terdekat di 0.8050.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
All Day | JPY | Bank Holiday | - | - | - |
7:30am | AUD | ANZ Job Advertisements m/m | -0.5% | - | -1.5% |
7:30am | AUD | Household Spending m/m | 1.0% | 0.6% | 1.4% |
3:00pm | CHF | SECO Consumer Climate | - | -33 | -34 |
4:30pm | EUR | Sentix Investor Confidence | - | -5.1 | -6.2 |