| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1659 | -0.09% |
GBPUSD | 1.3435 | -0.10% |
AUDUSD | 0.6700 | -0.18% |
NZDUSD | 0.5750 | -0.21% |
USDJPY | 156.82 | 0.20% |
USDCHF | 0.7987 | 0.15% |
USDCAD | 1.3856 | 0.12% |
GOLDUD | 4476.63 | 0.07% |
USD/IDR | 16,796 | 0.00% |
Fokus NZD/USD:
Jumat, 09 Januari 2026 – Kiwi dibuka di 0.5750 dan turun -0.21%. NZD/USD berada di bawah tekanan dan melanjutkan pelemahan untuk beberapa sesi berturut-turut, mencerminkan meningkatnya sikap hati-hati pelaku pasar global. Tekanan utama datang dari rilis data inflasi China yang kembali di bawah ekspektasi. Inflasi konsumen China memang menunjukkan kenaikan tipis, namun masih mencerminkan lemahnya permintaan domestik, sementara tekanan deflasi di tingkat produsen belum sepenuhnya hilang. Bagi Selandia Baru yang sangat bergantung pada China sebagai mitra dagang utama, sinyal pelemahan ekonomi China ini tidak cukup memberikan dorongan positif bagi mata uang kiwi dan justru memperkuat sentimen defensif terhadap NZD.
Di saat yang sama, meningkatnya ketegangan geopolitik global mendorong penguatan dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga menambah tekanan bagi NZD/USD. Ketidakpastian yang dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik, termasuk perkembangan terbaru di Amerika Latin dan Asia, membuat investor cenderung mengurangi eksposur pada mata uang berisiko. Dolar AS tetap relatif stabil menjelang rilis data ketenagakerjaan AS yang krusial, sementara pasar memilih bersikap wait and see. Dalam kondisi seperti ini, mata uang sensitif risiko seperti dolar Selandia Baru cenderung ditinggalkan, meskipun ekspektasi penurunan suku bunga AS masih membayangi prospek dolar ke depan.
Dari sisi domestik, sikap bank sentral Selandia Baru yang masih cenderung hawkish belum mampu sepenuhnya menahan pelemahan NZD. Pernyataan otoritas moneter bahwa suku bunga akan dipertahankan tinggi dalam waktu lama memang memberikan bantalan fundamental, namun faktor eksternal saat ini jauh lebih dominan. Fokus pasar yang tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls AS membuat investor enggan mengambil posisi agresif pada NZD. Selama sentimen global masih rapuh dan dolar AS tetap diminati sebagai aset aman, NZD/USD berpotensi tetap bergerak dalam tekanan dan mencatatkan pelemahan lanjutan dalam jangka pendek.
Pelemahan masih berlanjut, dengan support terdekat di 0.5720 dan resistance di 0.5785.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1659 dan melemah -0.09%. EUR/USD masih bergerak di area rendah setelah mengalami tekanan beruntun dalam beberapa hari terakhir, seiring pasar bersikap hati-hati menjelang rilis data tenaga kerja AS. Meski sejumlah indikator di kawasan Eropa menunjukkan tanda stabilisasi, seperti membaiknya kepercayaan konsumen dan iklim bisnis, hal tersebut belum cukup kuat untuk mendorong pemulihan euro secara berarti. Inflasi yang telah kembali ke target Bank Sentral Eropa justru memperkuat pandangan bahwa ECB tidak memiliki urgensi untuk bersikap lebih ketat, sehingga daya tarik euro relatif terbatas di mata pelaku pasar global. Di sisi lain, dolar AS mendapatkan dukungan dari data ketenagakerjaan AS yang masih solid secara keseluruhan. Klaim pengangguran yang tetap rendah dan perbaikan neraca perdagangan AS memperkuat persepsi bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh. Kondisi ini membuat pasar cenderung memilih dolar sebagai aset yang lebih aman menjelang data Nonfarm Payrolls, sehingga EUR/USD tetap berada dalam tekanan meskipun tidak mengalami pelemahan tajam. Tekanan jual masih terlihat terbatas, dengan support terdekat di 1.1635 dan resistance di 1.1690.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3435 dan turun -0.10%. Pound sterling bergerak melemah terhadap dolar AS di tengah dominasi sentimen global yang masih berpihak pada dolar. Minimnya rilis data ekonomi penting dari Inggris membuat pergerakan GBP/USD sangat bergantung pada dinamika dari Amerika Serikat. Data ketenagakerjaan AS yang relatif baik serta kinerja sektor jasa yang solid mendorong penguatan dolar, sehingga membatasi ruang gerak pound meskipun Bank of England mulai menyampaikan sinyal bahwa kebijakan suku bunga mendekati level netral. Selain itu, sikap investor yang cenderung menghindari risiko menjelang rilis data tenaga kerja AS turut menekan mata uang yang sensitif terhadap sentimen global seperti pound. Pasar masih menunggu kejelasan arah ekonomi Inggris, terutama dari data pertumbuhan dan pasar tenaga kerja dalam beberapa pekan ke depan. Selama ketidakpastian tersebut berlangsung, GBP/USD cenderung bergerak defensif dan sulit membalikkan arah pelemahan secara signifikan. Pergerakan cenderung konsolidatif, dengan support terdekat di 1.3405 dan resistance di 1.3470.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6700 dan melemah -0.18%. Dolar Australia mengalami tekanan setelah serangkaian data domestik menunjukkan pelemahan momentum ekonomi, terutama dari sisi perdagangan dan inflasi. Menyempitnya surplus perdagangan serta perlambatan inflasi bulanan menimbulkan kekhawatiran bahwa kontribusi sektor eksternal terhadap pertumbuhan ekonomi Australia mulai melemah. Kondisi ini membuat pasar menilai ruang bagi bank sentral Australia untuk bersikap agresif menjadi lebih terbatas, sehingga mengurangi daya tarik dolar Australia. Dari eksternal, penguatan dolar AS turut memperburuk posisi AUD/USD. Data ekonomi AS yang relatif stabil membuat investor lebih nyaman memegang dolar, sementara ketidakpastian terkait prospek ekonomi China juga membayangi dolar Australia mengingat kuatnya keterkaitan perdagangan kedua negara. Kombinasi faktor domestik dan global ini menjaga AUD/USD tetap berada dalam tekanan, dengan pelaku pasar masih berhati-hati untuk kembali mengambil posisi beli. Tekanan jual masih mendominasi, dengan support di 0.6670 dan resistance terdekat di 0.6735.
USDJPY – Yen Jepang melemah terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 156.82 dan naik 0.20%. USD/JPY menguat seiring melemahnya yen Jepang, terutama akibat meredanya permintaan terhadap aset safe haven. Penguatan dolar AS didorong oleh data ekonomi yang menunjukkan ketahanan ekonomi Amerika, sehingga menarik arus dana ke mata uang tersebut. Selain itu, membaiknya sentimen global pasca meredanya ketegangan geopolitik membuat yen kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset lindung nilai. Di sisi Jepang, meskipun bank sentral mulai membuka ruang normalisasi kebijakan, data ekonomi domestik seperti pertumbuhan upah yang masih lemah membatasi penguatan yen. Pasar menilai proses pengetatan kebijakan Jepang akan berlangsung bertahap dan sangat bergantung pada kesinambungan kenaikan upah dan inflasi. Kondisi ini membuat USD/JPY tetap cenderung menguat, dengan dolar AS masih unggul dalam jangka pendek. Pergerakan cenderung stabil, dengan support di 156.40 dan resistance di 157.20.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7987 dan menguat 0.15%. USD/CHF juga menunjukkan penguatan seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian global. Data sektor jasa AS yang kuat mempertegas ketahanan ekonomi Amerika, sehingga mendorong investor kembali ke dolar meskipun ekspektasi penurunan suku bunga masih ada. Kondisi ini membuat dolar AS unggul dibandingkan franc Swiss dalam jangka pendek. Sementara itu, inflasi Swiss yang masih sangat rendah memperkuat pandangan bahwa Bank Sentral Swiss akan mempertahankan kebijakan yang longgar. Franc Swiss kehilangan sebagian daya tariknya karena imbal hasil yang rendah, terutama ketika pasar global tidak berada dalam kondisi sangat defensif. Kombinasi kebijakan moneter Swiss yang akomodatif dan penguatan dolar AS menjaga USD/CHF tetap berada dalam tren menguat. Penguatan masih terbatas, dengan support terdekat di 0.7960 dan resistance di 0.8020.
USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3856 dan menguat 0.12%. USD/CAD bergerak menguat didukung oleh kekuatan dolar AS dan tekanan pada dolar Kanada. Kekhawatiran terhadap pasokan minyak global, terutama terkait potensi tambahan suplai dari Venezuela, menekan mata uang Kanada yang sangat bergantung pada ekspor energi. Meskipun harga minyak sempat mencoba pulih, sentimen pasar masih melihat adanya risiko oversupply yang dapat membatasi penguatan dolar Kanada. Dari sisi domestik Kanada, minimnya data ekonomi positif dan ekspektasi bahwa Bank of Canada akan mempertahankan kebijakan moneternya dalam waktu cukup lama membuat CAD kurang menarik dibandingkan dolar AS. Sementara itu, data ekonomi AS yang relatif solid menjaga arus dana tetap mengalir ke dolar, sehingga USD/CAD cenderung bertahan di level tinggi menjelang rilis data tenaga kerja kedua negara. Bias cenderung positif terbatas, dengan support di 1.3825 dan resistance di 1.3890.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00pm | JPY | Leading Indicators | - | 110.4% | 109.8% |
2:00pm | EUR | German Industrial Production m/m | - | -0.6% | 1.8% |
2:00pm | EUR | German Trade Balance | - | 16.3B | 16.9B |
2:45pm | EUR | French Consumer Spending m/m | - | -0.1% | 0.4% |
2:45pm | EUR | French Industrial Production m/m | - | -0.2% | 0.2% |
3:00pm | CHF | Foreign Currency Reserves | - | - | 727B |
3:00pm | CHF | Unemployment Rate | - | 3.0% | 3.0% |
4:00pm | EUR | Italian Retail Sales m/m | - | 0.3% | 0.5% |
5:00pm | EUR | Retail Sales m/m | - | 0.1% | 0.0% |
8:30pm | CAD | Employment Change | - | -1.8K | 53.6K |
8:30pm | CAD | Unemployment Rate | - | 6.7% | 6.5% |
8:30pm | USD | Average Hourly Earnings m/m | - | 0.3% | 0.1% |
8:30pm | USD | Non-Farm Employment Change | - | 66K | 64K |
8:30pm | USD | Unemployment Rate | - | 4.5% | 4.6% |
8:30pm | USD | Building Permits | - | 1.35M | - |
8:30pm | USD | Housing Starts | - | 1.33M | - |
Sep Data | USD | Building Permits | - | - | 1.31M |
Sep Data | USD | Housing Starts | - | - | 1.31M |
10:00pm | USD | Prelim UoM Consumer Sentiment | - | 53.5 | 52.9 |
10:00pm | USD | Prelim UoM Inflation Expectations | - | - | 4.2% |
10:00pm | USD | FOMC Member Kashkari Speaks | - | - | - |