| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1645 | -0.08% |
GBPUSD | 1.3428 | -0.08% |
AUDUSD | 0.6689 | -0.18% |
NZDUSD | 0.5743 | -0.23% |
USDJPY | 159.06 | 0.25% |
USDCHF | 0.8000 | 0.20% |
USDCAD | 1.3880 | 0.13% |
GOLDUD | 4591.49 | 0.63% |
USD/IDR | 16,870 | 0.00% |
Fokus EUR/USD:
Rabu, 14 Januari 2026 – Euro dibuka di 1.1645 dan melemah -0.08%. EUR/USD menguat terutama didorong oleh memburuknya sentimen fundamental terhadap Dolar AS akibat meningkatnya risiko politik yang menyelimuti Federal Reserve. Ancaman investigasi hukum terhadap Ketua The Fed Jerome Powell dinilai pasar sebagai sinyal pelemahan independensi bank sentral AS, yang selama ini menjadi pilar utama kredibilitas kebijakan moneter dan stabilitas Dolar. Ketidakpastian institusional ini mendorong investor mengurangi eksposur terhadap USD dan beralih ke mata uang utama lain, dengan Euro menjadi penerima manfaat terbesar.
Dari sisi kawasan Euro, fundamental Euro relatif lebih stabil. European Central Bank dipersepsikan berada di fase akhir siklus penurunan suku bunga, dengan pejabat ECB menegaskan bahwa tingkat kebijakan saat ini sudah mendekati level yang tepat untuk menopang stabilitas harga. Ekspektasi pasar yang semakin terbatas terhadap pelonggaran lanjutan menciptakan diferensial kebijakan yang lebih menguntungkan bagi Euro, terutama ketika arah kebijakan moneter AS justru dibayangi ketidakpastian non-ekonomi.
Data inflasi AS terbaru turut memperkuat bias ini. Inflasi utama yang stabil dan inflasi inti yang sedikit lebih rendah dari perkiraan menunjukkan bahwa tekanan harga tidak meningkat, namun juga tidak cukup kuat untuk mengembalikan keyakinan pasar terhadap sikap hawkish The Fed. Dengan kombinasi risiko politik di AS, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih pasti di Eropa, serta data inflasi AS yang tidak memberikan kejutan positif bagi USD, fundamental jangka pendek cenderung mendukung penguatan EUR/USD.
Tekanan jual masih terbatas, dengan support terdekat di 1.1615 dan resistance di 1.1680.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3428 dan turun -0.08%. Poundsterling bergerak melemah terhadap Dolar AS seiring meningkatnya permintaan terhadap USD setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang relatif stabil. Meskipun inflasi inti AS menunjukkan sedikit pelunakan, pasar menilai tekanan harga masih cukup tinggi untuk membuat Federal Reserve berhati-hati dalam melanjutkan pelonggaran kebijakan. Kondisi ini mengembalikan daya tarik Dolar AS sebagai mata uang defensif, terutama menjelang rilis data lanjutan seperti penjualan ritel dan inflasi produsen AS. Akibatnya, GBP/USD kembali berada di bawah tekanan, meski pelemahannya masih terkontrol. Dari sisi Inggris, minimnya rilis data ekonomi penting membuat Pound kehilangan katalis untuk mengimbangi penguatan Dolar. Sikap Bank of England yang mulai condong lebih dovish, seiring inflasi yang melandai dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan, juga membatasi potensi penguatan Sterling. Pasar menilai ruang pemangkasan suku bunga di Inggris tetap terbuka dalam beberapa bulan ke depan, sehingga arus modal cenderung lebih berhati-hati terhadap aset berbasis Pound. Kombinasi faktor eksternal dan domestik ini menjaga bias GBP/USD tetap lemah dalam jangka pendek. Pergerakan cenderung konsolidatif, dengan support di 1.3390 dan resistance terdekat di 1.3475.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6689 dan melemah -0.18%. Dolar Australia tertekan terhadap Dolar AS di tengah penguatan USD secara luas dan memburuknya sentimen domestik Australia. Penurunan kepercayaan konsumen dan lemahnya indikator ketenagakerjaan mencerminkan kehati-hatian rumah tangga dalam menghadapi suku bunga yang masih tinggi. Kondisi ini memperkuat persepsi bahwa pertumbuhan ekonomi Australia belum cukup solid untuk memberikan dukungan berkelanjutan bagi mata uangnya, terlebih ketika investor global kembali mencari keamanan pada Dolar AS. Selain faktor domestik, AUD juga tertekan oleh sikap pasar yang semakin selektif terhadap mata uang berisiko. Meskipun Reserve Bank of Australia menegaskan belum tergesa-gesa memangkas suku bunga, ketidakpastian arah inflasi dan perlambatan konsumsi membuat Dolar Australia kurang menarik dibandingkan USD. Selama ketidakpastian global dan penguatan Dolar AS bertahan, AUD/USD berpotensi melanjutkan fase pelemahan secara bertahap. Tekanan jual masih mendominasi, dengan support terdekat di 0.6655 dan resistance di 0.6725.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5743 dan turun -0.23%. Dolar Selandia Baru melemah terhadap Dolar AS seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap mata uang berimbal hasil tinggi. Meski data sentimen bisnis di Selandia Baru menunjukkan perbaikan, aktivitas ekonomi riil masih berjalan lambat, menandakan pemulihan yang belum merata. Di saat yang sama, penguatan Dolar AS didorong oleh stabilnya inflasi dan ketahanan pasar tenaga kerja AS, sehingga menekan pergerakan NZD/USD. Pasar juga menilai Reserve Bank of New Zealand cenderung mempertahankan suku bunga untuk periode yang panjang tanpa sinyal pengetatan dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat NZD kehilangan keunggulan relatifnya, terutama ketika USD kembali diminati sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian kebijakan global. Selama sentimen global masih rapuh dan fokus investor tertuju pada AS, NZD/USD cenderung bergerak melemah. Pelemahan masih berlanjut, dengan support di 0.5710 dan resistance terdekat di 0.5780.
USDJPY – Yen Jepang melemah terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 159.06 dan naik 0.25%. Dolar AS menguat signifikan terhadap Yen Jepang, didorong oleh kombinasi faktor politik dan kebijakan di Jepang yang membebani mata uang Yen. Wacana pemilu dini serta ekspektasi kebijakan fiskal yang lebih longgar meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas anggaran Jepang. Di sisi lain, ketidakpastian waktu kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan membuat Yen semakin rentan terhadap tekanan jual. Dari sisi eksternal, penguatan USD juga didukung oleh persepsi bahwa kebijakan moneter AS akan tetap lebih ketat relatif terhadap Jepang, meskipun arah jangka panjang The Fed cenderung melonggar. Perbedaan prospek kebijakan ini menjaga aliran dana tetap mengalir ke USD. Selama ketidakpastian politik Jepang berlanjut dan daya tarik USD tetap kuat, USD/JPY berpotensi bertahan di level tinggi. Penguatan masih terjaga, dengan support terdekat di 158.40 dan resistance di 159.80.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8000 dan menguat 0.20%. Dolar AS menguat terhadap Franc Swiss meskipun sentimen global masih dibayangi ketegangan geopolitik. Penguatan USD didukung oleh stabilnya data ekonomi AS dan ekspektasi kebijakan moneter yang relatif konsisten. Sementara itu, meski Franc Swiss tetap diminati sebagai aset aman, minat tersebut mulai terbagi dengan USD yang juga berperan sebagai safe haven utama di tengah ketidakpastian global. Dari sisi Swiss, inflasi yang sangat rendah menjaga Swiss National Bank pada kebijakan yang sangat akomodatif, sehingga membatasi potensi penguatan CHF lebih lanjut. Ketika risiko global tidak meningkat tajam, investor cenderung menyeimbangkan portofolio ke USD yang menawarkan likuiditas lebih besar. Kondisi ini membuat USD/CHF cenderung bergerak menguat secara gradual. Bias positif masih terbatas, dengan support di 0.7970 dan resistance terdekat di 0.8040.
USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3880 dan menguat 0.13%. Pasangan USD/CAD bergerak menguat seiring pulihnya Dolar AS dan melemahnya Dolar Kanada yang sensitif terhadap dinamika harga minyak. Meskipun harga minyak sempat mendapat dukungan dari ketegangan geopolitik, pasar menilai risiko peningkatan pasokan global masih membayangi, terutama dari potensi kembalinya ekspor minyak Venezuela. Hal ini mengurangi daya tarik CAD, mengingat sektor energi merupakan penopang utama ekonomi Kanada. Di sisi lain, data inflasi AS yang stabil memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih lama, sehingga mendukung USD. Sementara itu, sinyal pemulihan ekonomi Kanada yang tidak merata membuat Bank of Canada cenderung berhati-hati. Perbedaan momentum ekonomi ini mendorong USD/CAD tetap berada dalam bias menguat dalam jangka pendek. Pergerakan cenderung stabil, dengan support terdekat di 1.3845 dan resistance di 1.3925.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:01am | USD | 30-y Bond Auction | 4.83|2.4 | - | 4.77|2.4 |
2:00am | USD | President Trump Speaks | - | - | - |
2:00am | USD | Federal Budget Balance | -144.7B | -144.5B | -173.3B |
4:00am | USD | FOMC Member Barkin Speaks | - | - | - |
4:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
4:45am | NZD | Building Consents m/m | 2.8% | - | -0.7% |
6:50am | JPY | M2 Money Stock y/y | 1.7% | 1.9% | 1.7% |
7:00am | NZD | ANZ Commodity Prices m/m | -2.1% | - | -1.6% |
Tentative | CNY | Trade Balance | - | 805B | 793B |
Tentative | CNY | USD-Denominated Trade Balance | - | 114.3B | 111.7B |
1:00pm | JPY | Prelim Machine Tool Orders y/y | - | - | 14.8% |
3:00pm | GBP | MPC Member Taylor Speaks | - | - | - |
Tentative | CNY | M2 Money Supply y/y | - | 8.0% | 8.0% |
Tentative | CNY | New Loans | - | 820B | 390B |
Tentative | GBP | 10-y Bond Auction | - | - | 4.61|3.1 |
Tentative | EUR | German 30-y Bond Auction | - | - | 3.26|1.3 |
8:30pm | USD | Core PPI m/m | - | 0.2% | - |
8:30pm | USD | Core Retail Sales m/m | - | 0.4% | 0.4% |
8:30pm | USD | PPI m/m | - | 0.2% | - |
8:30pm | USD | Retail Sales m/m | - | 0.5% | 0.0% |
8:30pm | USD | Current Account | - | -235B | -251B |
Oct Data | USD | Core PPI m/m | - | - | 0.1% |
Oct Data | USD | PPI m/m | - | - | 0.3% |
9:50pm | USD | FOMC Member Paulson Speaks | - | - | - |
10:00pm | USD | Business Inventories m/m | - | 0.1% | 0.2% |
10:00pm | USD | Existing Home Sales | - | 4.21M | 4.13M |
10:00pm | USD | FOMC Member Miran Speaks | - | - | - |
10:30pm | GBP | MPC Member Ramsden Speaks | - | - | - |
10:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | -1.7M | -3.8M |