Home
>
News
>
Publication
>
Ketidakpastian Rencana Kenaikan Suku Bunga BoJ Tekan USDJPY
Ketidakpastian Rencana Kenaikan Suku Bunga BoJ Tekan USDJPY
Monday, 21 October 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0860

0.06%

GBPUSD

1.3038

0.05%

AUDUSD

0.6698

0.10%

NZDUSD

0.6080

0.08%

USDJPY

149.47

-0.05%

USDCHF

0.8645

-0.06%

USDCAD

1.3801

0.07%

GOLDUD

2721.11

0.25%

USD/IDR

15440

0.51%

Fokus USDJPY:

  1. Ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed 
  2. IHK inti Nasional Jepang meningkat menjadi 2,1% di bulan September

Senin, 21 Oktober 2024 – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 149.47 setelah yen mendapat dukungan dari adanya berbagai komentar pejabat Jepang. Meskipun terdapat ketidakpastian mengenai waktu dan laju kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank of Japan.

BOJ mengakhiri suku bunga negatif pada bulan Maret dan menaikkan target kebijakan jangka pendeknya menjadi 0,25% pada bulan Juli. Dewan mempunyai keyakinan yang cukup bahwa Jepang akan mampu mencapai target inflasi 2% dalam jangka panjang. Sebelumnya Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan bulan Oktober, karena Gubernur Kazuo Ueda telah menekankan perlunya meluangkan waktu untuk meneliti risiko seperti ketidakpastian perekonomian AS dan dampak dari pasar yang bergejolak. Selain itu, Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba secara mengejutkan menentang kenaikan suku bunga dan menunjukkan bahwa BoJ tidak akan terburu-buru mengetatkan kebijakan lebih lanjut,

Di sisi lain, Kelompok serikat pekerja terbesar di Jepang pada hari Jumat mengatakan bahwa mereka akan mengupayakan kenaikan upah setidaknya 5% pada tahun 2025, serupa dengan kenaikan besar-besaran tahun ini. Data ekonomi Jepang pada hari Jumat melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) inti Nasional Jepang yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak –naik 2,1% di bulan September, lebih cepat dari 2% di bulan Agustus.

Di sisi Dolar AS, President Federal Reserve Bank Atlanta Raphael Bostic pada hari Jumat menyatakan perlunya pengurangan suku bunga kebijakan bank sentral menjadi antara 3% dan 3,5% pada akhir tahun depan, sebuah langkah yang akan menurunkan inflasi. Targetnya sebesar 2% pada saat itu dan menjaga perekonomian AS keluar dari resesi. Data ekonomi AS menunjukan, Penjualan Ritel AS naik 0,4% bulan ke bulan di bulan September, melampaui kenaikan 0,1% yang tercatat di bulan Agustus dan ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,3%. Selain itu, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS turun sebesar 19.000 selama pekan yang berakhir tanggal 11 Oktober, penurunan terbesar dalam tiga bulan terakhir. Jumlah total klaim turun menjadi 241.000, jauh di bawah prakiraan 260.000.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY menurun. Support terdekatnya di zona 149.10 dan resistance terdekatnya di zona 149.65 Support lanjutan di zona 148.75 dan dilanjutkan ke zona 148.43 Resistance lanjutan di zona 149.66 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 150.10

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0860. Pasangan mata uang Euro menguat didorong oleh penurunan Dolar AS karena pulihnya selera risiko di pasar global, bukan karena faktor internal di zona Euro. Disisi domestik, ECB kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, menjadikannya pemangkasan ketiga tahun ini, sebagai respons terhadap inflasi yang semakin melemah dan prospek pertumbuhan ekonomi yang suram di zona Euro. Keputusan ini menandakan bahwa ECB semakin fokus pada risiko perlambatan ekonomi, dan langkah pelonggaran tambahan di masa depan semakin mungkin. Dengan data inflasi yang berada di bawah target 2% ECB, spekulasi pemotongan suku bunga tambahan semakin menekan nilai tukar Euro, yang dapat membuat EURUSD rentan terhadap volatilitas lebih lanjut. Support terdekatnya di zona 1.0820 dan resistance terdekatnya di zona 1.0910.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3050. Kenaikan pada pasangan mata uang Poundsterling didorong oleh data penjualan ritel Inggris yang lebih kuat dari perkiraan dan ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga Bank of England (BoE). Penjualan ritel Inggris untuk bulan September naik 0,3%, mengalahkan ekspektasi pasar yang memprediksi penurunan sebesar -0,3%. Secara tahunan, penjualan ritel naik sebesar 3,9%, mencatat kenaikan tertinggi sejak Februari 2022. Data ini memberikan sinyal positif bagi perekonomian Inggris dan mendukung kenaikan Pound Sterling. Meskipun ada spekulasi kuat bahwa BoE akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan November, pasar masih melihat potensi dukungan bagi GBPUSD dari kenaikan penjualan ritel ini. Konsumen Inggris tetap menunjukkan ketahanan, meskipun ada prospek anggaran ketat dan kemungkinan kenaikan pajak pada akhir bulan. Kenaikan penjualan ritel ini juga mengurangi kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi, memberikan dorongan tambahan bagi Pound. Support terdekatnya di area 1.3000 dan resistance terdekatnya di zona 1.3110.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6710.  Kinerja mata uang Aussie didorong oleh serangkaian data ekonomi positif dari Australia. Salah satu faktor utama yang mendukung penguatan Dolar Australia adalah laporan ketenagakerjaan yang menunjukkan lonjakan penyerapan tenaga kerja sebanyak 64.1 ribu pada bulan September, jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 25 ribu. Tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1%, yang menambah kepercayaan bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) tidak perlu terburu-buru memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Di tengah spekulasi bahwa RBA akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama, ekspektasi pasar untuk pemangkasan suku bunga di Australia kini diproyeksikan baru akan terjadi pada Februari 2025. Dengan pasar tenaga kerja yang tetap kuat dan inflasi yang terkendali, RBA diperkirakan akan mempertahankan sikap hati-hati dalam kebijakan moneternya. Selain itu, keputusan suku bunga China yang lebih rendah, mitra dagang terbesar Australia, memberikan dorongan tambahan bagi AUD karena prospek peningkatan ekspor Australia. Support terdekatnya di zona 0.6660 dan resistance terdekatnya di zona 0.6740

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6080. Penguatan mata uang ini sebagian besar didorong oleh pelemahan Dolar AS (USD) dan keputusan Bank Sentral China (PBoC) untuk memangkas suku bunga utama guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Langkah China ini berpotensi meningkatkan permintaan untuk ekspor Selandia Baru, mengingat China adalah mitra dagang terbesar negara tersebut. Meski begitu, prospek pemotongan suku bunga yang lebih agresif dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) membatasi potensi penguatan Kiwi. Inflasi domestik Selandia Baru telah turun ke dalam kisaran target bank sentral sebesar 1% hingga 3% pada kuartal ketiga, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa RBNZ akan memotong suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan. Ekspektasi ini memberikan tekanan pada NZD, meskipun sentimen risiko global lebih mendukung. Support terdekatnya di area 0.6040 dan resistance terdekatnya di zona 0.6120.

USDCAD – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 1.3801 karena Bank of Canada (BoC) diperkirakan akan memangkas suku bunganya lagi pada hari Rabu. BoC telah menurunkan suku bunga pinjaman sebesar 75 bp menjadi 4,25% tahun ini. Selain itu, minyak mentah salah satu komoditas utama Kanada melemah setelah rilisnya data ekonomi China dan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Support terdekatnya di zona 1.3780 dan resistance terdekatnya di zona 1.3855. 

USDCHF – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 0.8645 tertekan oleh penurunan kinerja Dolar AS. Di sisi Swiss, meredanya tekanan harga telah mendorong ekspektasi penurunan suku bunga oleh Swiss National Bank (SNB). Indeks Harga Konsumen (IHK) tahunan Swiss melambat menjadi 0,8% di bulan September, terendah dalam lebih dari tiga tahun terakhir, meskipun SNB telah menurunkan suku bunga acuannya dalam tiga kali pertemuan tahun ini. Support terdekatnya di zona 0.8630 dan resistance terdekatnya di zona 0.8580.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:01

GBP - Rightmove HPI m/m

0.3%

-

0.8%

8:00

AUD - RBA Deputy Gov Hauser Speaks

-

-

-

8:00

CNY - 1-y Loan Prime Rate

3.10%

3.15%

3.35%

8:00

CNY - 5-y Loan Prime Rate

3.6%

3.7%

3.85%

9:00

NZD - Credit Card Spending y/y

-

-

-3.1%

13:00

EUR - German PPI m/m

-

-0.2%

0.2%

19:55

USD - FOMC Member Logan Speaks

-

-

-

21:00

USD - CB Leading Index m/m

-

-0.3%

-0.2%

All Day

ALL - IMF Meetings

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788