Home
>
News
>
Publication
>
Ketegangan Geopolitik Serta Ekspektasi Pengurangan Produksi Sukarela OPEC+ Topang Kenaikan Minyak
Ketegangan Geopolitik Serta Ekspektasi Pengurangan Produksi Sukarela OPEC+ Topang Kenaikan Minyak
Monday, 27 May 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0852

0.04%

GBPUSD

1.2726

0.13%

AUDUSD

0.6620

0.21%

NZDUSD

0.6109

0.26%

USDJPY

157.01

-0.17%

USDCHF

0.9141

-0.08%

USDCAD

1.3667

-0.02%

GOLDUD

2333.00

0.26%

COFU 

77.81

0.10%

USD/IDR

16020

0.09%

Fokus Crude Oil:

  • Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 35 orang di Rafah, ujar Pejabat layanan kesehatan dan darurat sipil Palestina.
  • Ekspektasi pembicaraan mempertahankan pengurangan produksi sukarela minyak pada pertemuan OPEC+ ke depan.

***************************************************************

Senin, 27 Mei 2024 – Harga minyak mengalami kenaikan pada pagi ini ke level $77.81 per barel di tengah serangan udara Israel di Rafah menimbulkan ketegangan geopolitik serta pasar menantikan pertemuan OPEC+.

Militer Israel mengatakan angkatan udaranya menyerang kompleks Hamas dan serangan itu dilakukan dengan "amunisi yang tepat dan berdasarkan intelijen yang tepat." Serangan tersebut terjadi di lingkungan Tel Al-Sultan di Rafah barat, tempat ribuan orang berlindung setelah banyak yang meninggalkan wilayah timur kota tersebut, pejabat layanan kesehatan dan darurat sipil Palestina mengatakan serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 35 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

Di sisi lain, pasar menunggu pertemuan OPEC+ pada 2 Juni, dimana produsen diperkirakan membahas mempertahankan pengurangan produksi sukarela untuk sisa tahun ini. Tiga sumber dari negara-negara OPEC+ mengatakan para produsen akan mendiskusikan apakah akan memperpanjang pengurangan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari hingga paruh kedua tahun ini, perpanjangan mungkin terjadi. Dikombinasikan dengan pengurangan produksi sebesar 3,66 juta barel per hari yang berlaku hingga akhir tahun, pengurangan produksi tersebut setara dengan hampir 6% dari permintaan minyak global.

Dalam berita yang beredar, presiden sementara Iran Mohammad Mokhber telah menyetujui rencana untuk meningkatkan produksi minyak negara tersebut dari 3,6 juta barel per hari (bph) menjadi 4 juta bph. Selain itu, Arab Saudi sedang mempersiapkan penjualan saham bernilai miliaran dolar di perusahaan energi raksasa Aramco, yang bertujuan untuk mengumpulkan dana sekitar $10 miliar pada awal Juni.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76.50 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

All Day 

USA - Bank Holiday

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788