| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0881 | -0.06% |
GBPUSD | 1.2751 | -0.15% |
AUDUSD | 0.6578 | -0.24% |
NZDUSD | 0.6131 | -0.55% |
USDJPY | 148.34 | 0.16% |
USDCHF | 0.8835 | 0.15% |
USDCAD | 1.3531 | 0.07% |
GOLDUD | 2161.59 | -0.03% |
COFU | 81.14 | 0.07% |
USD/IDR | 15620 | 0.06% |
Jumat, 15 Maret 2024 – Harga minyak mentah melanjutkan kenaikan pada pagi ini ke level $81.14 di tengah Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pasar yang lebih ketat pada tahun 2024 dan meningkatkan pandangannya terhadap pertumbuhan permintaan minyak tahun ini serta serangan drone Ukraina hantam kilang minyak Rusia, picu kebakaran hebat.
Pada pertemuan hari Kamis, Badan Energi Internasional (IEA) menaikan pandangannya mengenai pertumbuhan permintaan minyak pada tahun 2024 untuk keempat kalinya sejak November ketika serangan Houthi mengganggu pengiriman Laut Merah. Namun, tetap memperingatkan bahwa “perlambatan ekonomi global dapat menjadi hambatan tambahan terhadap penggunaan minyak”. IEA mengatakan dalam sebuah laporannya permintaan minyak dunia akan meningkat sebesar 1,3 juta barel per hari pada tahun 2024, naik 110.000 barel per hari dari bulan lalu. Mereka memperkirakan akan terjadi sedikit defisit pasokan dan memperkirakan pasokan minyak akan meningkat sebesar 800.000 barel per hari menjadi 102,9 juta barel per hari pada tahun ini setelah anggota OPEC+ memperpanjang pengurangan pasokan, dari surplus sebelumnya.
Turut mendukung harga minyak lebih lanjut, dalam berita yang beredar, Ukraina menyerang kilang minyak Rusia pada hari kedua serangan drone atau pesawat tak berawak besar-besaran pada Rabu. Hal ini menyebabkan di kilang terbesar Rosneft dalam salah satu serangan paling serius terhadap sektor energi Rusia dalam beberapa bulan terakhir, dan membuat kekhawatiran gangguan pasokan.
Di sisi pasokan minyak mentah, Stok minyak mentah AS turun secara tak terduga pada minggu lalu karena kilang meningkatkan pemrosesan sementara persediaan bensin merosot karena permintaan meningkat, Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan pada hari Rabu. Administrasi Informasi Energi (EIA) menunjukan, stok turun lebih dari 1,5 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 8 Maret, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan. Hal ini sejalan dengan data dari American Petroleum Institute (API) yang dirilis pada hari Selasa, yang menunjukkan penurunan 5,5 juta barel pada periode yang sama.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80.50 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
19:30 | USA - Empire State Manufacturing Index | - | -7.0 | -2.4 | |||||
19:30 | USA - Import Prices m/m | - | 0.3% | 0.8% | |||||
20:15 | USA - Industrial Production m/m | - | 0.0% | -0.1% | |||||
20:15 | USA - Capacity Utilization Rate | - | 78.5% | 78.5% | |||||
21:00 | USA - Prelim UoM Consumer Sentiment | - | 77.1 | 76.9 | |||||
21:00 | USA - Prelim UoM Inflation Expectations | - | - | 3.0% | |||||