Home
>
News
>
Publication
>
Ketegangan di Laut Merah Masih Berlangsung, Harga Minyak Kembali Naik
Ketegangan di Laut Merah Masih Berlangsung, Harga Minyak Kembali Naik
Tuesday, 19 December 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0923

0.05%

GBPUSD

1.2643

0.07%

AUDUSD

0.6708

0.09%

NZDUSD

0.6211

0.11%

USDJPY

142.80

0.36%

USDCHF

0.8671

-0.08%

USDCAD

1.3396

-0.04%

GOLDUD

2027.09

0.03%

COFU 

72.58

0.30%

USD/IDR

15515

-0.06%

Fokus Crude Oil:

  • Ketegangan di Laut Merah masih berlangsung
  • Proyeksi EIA terkait permintaan minyak China di 2024

***************************************************************

Selasa, 19 Desember 2023 - Harga minyak pada pembukaan pekan pagi ini terpantau naik hal ini disebabkan oleh serangan Houthi di Laut merah. Perusahaan minyak yang menghindari jalur melewati Laut Merah turut mempengaruhi harga minyak.

DIlansir dari Reuters, serangan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah tidak hanya mengancam keamanan wilayah tersebut tetapi juga mengganggu perdagangan maritim global. Kenaikan harga minyak ini memicu kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan minyak akibat perubahan rute kapal yang diambil oleh perusahaan pengirim barang. Perusahaan pelayaran minyak seperti Frontline dan BP telah mengumumkan keputusan untuk menghindari perjalanan melalui Laut Merah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa krisis ini dapat meluas dan mempengaruhi pengiriman energi secara global dan meningkatnya harga minyak.

Keputusan perusahaan-perusahaan besar untuk menghindari rute perjalanan di Laut Merah, mempunyai alternatif yaitu melalui Cape Town, South Africa, tetapi hal ini berdampak pada waktu pengiriman. Kapal-kapal tersebut bisa memakan waktu seminggu hingga 10-20 hari atau bahkan lebih lama untuk mencapai tujuan. Para pemimpin bank sentral di Uni Eropa, Bank of England, dan Federal Reserve AS menyatakan keprihatinan atas potensi penyebaran ketegangan ini dan dampaknya terhadap perekonomian global. Hal ini melihat dari ketidakpastian yang timbul jika konflik di Laut Merah terus berlanjut.

Sentimen negatif datang dari China, yang merupakan importir berbagai komoditas global, perannya dalam penentuan harga komoditas, termasuk minyak sangat berpengaruh. Dilansir dari EIA mencatat adanya penurunan pertumbuhan sebesar 3,9% pada permintaan minyak tahun 2024. Peralihan ekonomi yang tengah berlangsung di China ini semakin memperkuat indikasi bahwa ekonomi China, yang mengalami perlambatan, berpotensi pada harga komoditas termasuk minyak.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:00

USD - Building Permits

-

1.47M

1.49M

21:30

USD - FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788