Home
>
News
>
Publication
>
Kesepakatan Damai Ukraina Sudah Dekat, Laju Minyak Ikut Meredup
Kesepakatan Damai Ukraina Sudah Dekat, Laju Minyak Ikut Meredup
Friday, 19 December 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1716

0.10%

GBPUSD

1.3371

0.11%

AUDUSD

0.6609

0.21%

NZDUSD

0.5768

0.26%

USDJPY

155.44

0.23%

USDCHF

0.7948

-0.15%

USDCAD

1.3781

-0.09%

GOLDUD

4,335.85

-0.62%

COFU

55.90

-0.05%

USD/IDR

16,717

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump desak Ukraina untuk segera bergerak cepat dalam kesepakatan mengakhiri perang dengan Rusia.
  • Tiongkok telah memberikan beberapa izin untuk ekspor logam tanah jarang yang baru dan lebih efisien.

************************************************************

Jumat, 19 Desember 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari meningkatnya harapan akan tercapainya kesepakatan damai yang mengakhiri perang Ukraina dengan Rusia. Meski demikian, isyarat China untuk melonggarkan ekspor logam tanah jarang, dan memanasnya situasi di Lebanon memberikan dukungan yang membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis mengatakan ia yakin pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina hampir mencapai kesepakatan, dan ia mendesak agar Ukraina segera bergerak cepat karena pihak Rusia telah menunjukkan sedikit kemauan untuk berkompromi. Dalam upaya untuk segera mencapai kesepakatan damai tersebut, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, berencana bertemu dengan delegasi Rusia di Miami, Florida pada akhir pekan ini.

Turut membebani harga, India telah memberlakukan bea anti-dumping pada beberapa impor baja dari China selama lima tahun untuk melindungi industri dalam negeri, ungkap pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis malam. Bea masuk pada berbagai jenis baja canai dingin yang diimpor dari China berkisar antara $223,8 per ton hingga $414,9 per ton. Pemberlakuan bea anti-dumping tersebut menambah kekhawatiran akan memicu konflik dagang baru antara China dengan India.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan China pada hari Kamis mengatakan telah memberikan beberapa izin umum untuk ekspor logam tanah jarang, kategori izin baru yang diajukan oleh beberapa eksportir China. Isyarat dibukanya kembali ekspor logam tanah jarang oleh China tersebut memicu harapan akan meredakan konflik dagang yang terjadi, terutama dengan Uni Eropa.

Dari Timur Tengah dilaporkan bahwa pasukan Israel melancarkan beberapa serangan di Lebanon selatan dan timur pada hari Kamis, dengan alasan untuk menargetkan infrastruktur Hizbullah, termasuk kompleks militer, ungkap media pemerintah Lebanon. Serangan tersebut terjadi di tengah berlangsungnya pertemuan antara para pejabat Prancis, Arab Saudi, dan AS dengan kepala militer Lebanon di Paris untuk membahas terkait pelucutan senjata kelompok Hizbullah.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $58 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $53 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USA - Existing Home Sales

 

4.2M

4.1M

22:00

USA - Michigan Consumer Sentiment Final

 

53.4

51.0

22:00

USA - Michigan Inflation Expectations Final

 

4.1%

4.5%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788