| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08880 | 0.05% |
GBPUSD | 1.27880 | 0.03% |
AUDUSD | 0.66640 | 0.08% |
NZDUSD | 0.61970 | 0.03% |
USDJPY | 155.600 | -0.02% |
USDCHF | 0.88940 | -0.04% |
USDCAD | 1.36680 | -0.06% |
GOLDUD | 2,376.130 | -0.18% |
COFU | 75.67 | -0.08% |
USD/IDR | 16,230 | 0.00% |
Jumat, 07 Juni 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak mendapat dukungan dari komentar Saudi dan Rusia terkait potensi pembatalan untuk meningkatkan produksi, dan ditambah dengan meredupnya harapan gencatan senjata di Jalur Gaza. Meski demikian, koreksi turun terjadi dipicu keraguan pasar jelang pertemuan The Fed.
Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman bersama dengan Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Kamis menyatakan bahwa OPEC+ dapat menghentikan sementara atau membatalkan peningkatan produksi sukarela jika aliansi memutuskan bahwa pasar tidak cukup kuat. Novak menambahkan bahwa OPEC dan sekutunya siap bereaksi cepat terhadap ketidakpastian situasi di pasar minyak. Pangeran Abdulaziz juga mengisyaratkan bahwa kelompok produsen tersebut mungkin akan mengurangi peningkatan produksi baru-baru ini jika diperlukan, yang menunjukkan adanya fleksibilitas taktis dalam kebijakan produksi minyak. Komentar dari Saudi dan Rusia tersebut mengindikasikan potensi pemangkasan lebih lanjut oleh OPEC+, terlebih dengan tren penurunan harga yang terjadi pasca pertemuan kelompok tersebut pada akhir pekan lalu.
Upaya resolusi gencatan senjata di Jalur Gaza yang masih belum menunjukkan terobosan baru juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak. Pemimpin Houthi Yaman, Abdul Malik al-Houthi, pada hari Kamis menyatakan bahwa operasi kelompok tersebut melawan Israel, yang dilakukan bersama kelompok Perlawanan Islam di Irak, akan meningkat. Di hari yang sama, Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan sebuah sekolah di Gaza dan menewaskan 40 orang, termasuk wanita dan anak-anak yang berlindung di lokasi PBB.
Sementara itu, data ekonomi terbaru AS yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja menunjukkan sektor tenaga kerja di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu masih belum membaik. Laporan tersebut meredupkan harapan penurunan suku bunga jelang pertemuan The Fed pekan depan, setelah sebelumnya sempat menguat pasca Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis mengumumkan penurunan suku bunga pertamanya sejak tahun 2019.
Dari sisi pasokan, Azerbaijan dan Kazakhstan dilaporkan sedang membahas upaya peningkatan transit minyak Kazakh melalui Azerbaijan menjadi 5-7 juta ton, kata seorang pejabat di perusahaan minyak milik negara Azerbaijan, SOCAR, pada hari Kamis. Saat ini aliran minyak dari Kazakhstan ke konsumennya sekitar 1,5 juta bph atau 1,5% pasokan global, masih dilakukan melalui jaringan pipa milik Rusia.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Non Farm Payrolls |
| 185K | 175K |
19:30 | USA - Unemployment Rate |
| 3.9% | 3.9% |
21:00 | USA - Wholesale Inventories MoM |
| 0.2% | -0.4% |
23:00 | USA - Fed Cook Speech |
|
|
|