Home
>
News
>
Publication
>
Keputusan Mengejutkan Biden Buat Minyak Ikut Merosot
Keputusan Mengejutkan Biden Buat Minyak Ikut Merosot
Monday, 22 July 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08800

-0.03%

GBPUSD

1.29080

-0.06%

AUDUSD

0.66810

-0.24%

NZDUSD

0.60090

-0.13%

USDJPY

157.440

0.08%

USDCHF

0.88890

0.06%

USDCAD

1.37260

0.02%

GOLDUD

2,440.910

-1.41%

COFU

78.95

-0.09%

USD/IDR

16,190

0.25%

Fokus Crude Oil:

  • Joe Biden mundur dari kandidat terpilih presiden AS 2024, digantikan oleh Kamala Harris sebagai kandidat baru dari Partai Demokrat.
  • Impor bahan bakar minyak China pada semester I tahun ini turun 11% secara tahunan, ungkap data resmi China.

***********************************************************

Senin, 22 Juli 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih bergerak lesu dibebani oleh sentimen dari keputusan mengejutkan Presiden Biden, dan sinyal melemahnya permintaan China. Meski demikian, potensi kenaikan permintaan dari Nigeria, dan meluasnya wilayah konflik di Timur Tengah memberikan dukungan pada harga minyak.

Presiden AS Joe Biden pada hari Minggu mengumumkan pengunduran dirinya sebagai kandidat dalam pemilihan presiden AS 2024, digantikan oleh Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon baru dari Partai Demokrat. Dari sisi arah kebijakan, Harris dikenal lebih agresif dibandingkan Biden terutama terhadap isu polusi dan perubahan iklim. Sehingga, dengan terpilihnya Harris memicu kekhawatiran akan memberikan tekanan lebih lanjut terhadap pertumbuhan industri minyak dan gas AS di masa mendatang. 

Turut membebani pergerakan lebih lanjut, impor bahan bakar China pada paruh pertama tahun ini mencapai total 11,95 juta metrik ton atau sekitar 75,88 juta barel, turun sebesar 11% secara tahunan, ungkap data terbaru yang dirilis hari Sabtu oleh Administrasi Umum Bea Cukai. Untuk impor bulan Juni berjumlah 1,49 juta metrik ton, 31% lebih rendah dibandingkan bulan Mei dan 45% turun dari tahun sebelumnya. Menurunnya impor dari China mengindikasikan pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan memicu potensi penurunan permintaan dari negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Sementara itu, permintaan minyak oleh Nigeria berpotensi meningkat pasca kilang Dangote, kilang terbesar di Afrika, ditargetkan akan mencapai produksi sebesar 550.000 bph tahun ini, atau setara dengan 85% dari kapasitasnya 650.000 bph, namun untuk saat ini tidak mendapat pasokan yang cukup dari produsen domestik, ungkap Kepala Eksekutif Aliko Dangote pada hari Sabtu. Sejak mulai beroperasi pada Januari tahun ini, kilang tersebut hanya menerima lima kargo dari perusahaan minyak negara NNPC, dari 15 kargo yang diharapkan, tambah Dangote.

Sentimen positif lainnya datang dari meluasnya wilayah konflik di Timur Tengah pasca Israel pada hari Sabtu melancarkan serangan balasan pertama yang menargetkan kelompok Houthi di dekat pelabuhan Hodeidah di Yaman. Juru bicara Houthi Mohammed Abdulsalam pada hari Minggu mengatakan akan terus menyerang Israel dan menargetkan semua institusi sensitif milik Israel.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $81 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $77 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Chicago Fed National Activity Index

 

0.30

0.18

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788