| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09910 | 0.07% |
GBPUSD | 1.28610 | 0.05% |
AUDUSD | 0.66310 | -0.05% |
NZDUSD | 0.60690 | -0.66% |
USDJPY | 146.830 | -0.21% |
USDCHF | 0.86460 | -0.05% |
USDCAD | 1.37020 | -0.01% |
GOLDUD | 2,466.950 | -0.24% |
COFU | 78.73 | 0.10% |
USD/IDR | 15,720 | -0.13% |
Rabu, 14 Agustus 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat seiring memudarnya potensi perundingan gencatan senjata Gaza pada Kamis nanti, serta ditambah dengan ancaman serangan balasan Iran terhadap Israel jika perundingan gagal terlaksana. Selain itu, laporan stok API juga memberikan dukungan pada harga minyak.
Harapan terlaksananya perundingan untuk membahas gencatan senjata di Gaza yang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis nanti kian memudar pasca juru bicara Hamas pada hari Selasa membantah berita yang beredar bahwa pihaknya akan menghadiri pertemuan tersebut. Pejabat itu juga menegaskan tuntutannya bahwa yang dibutuhkan adalah implementasi gencatan senjata, bukan negosiasi lebih lanjut. Selain itu, Hamas juga mengakui telah menembakkan dua roket ke pusat komersial Israel, Tel Aviv, pada hari Selasa untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan sebagai tanggapan atas serangan intens Israel dalam beberapa hari terakhir.
Ancaman meluasnya wilayah konflik di Timur Tengah semakin menguat, setelah seorang pejabat keamanan senior Iran, pada hari Selasa mengatakan Iran, bersama dengan sekutu seperti Hizbullah, akan melancarkan serangan langsung jika perundingan Gaza yang dijadwalkan hari Kamis nanti gagal ataupun ada indikasi penundaan perundingan oleh Israel. Selain itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Selasa menunda perjalanannya ke Timur Tengah untuk menghadiri perundingan gencatan senjata Gaza karena ketidakpastian situasi.
Sentimen positif lainnya datang dari rilisnya laporan terbaru grup industri API yang menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin AS mengalami penurunan masing-masing sebesar 5,2 juta barel dan 3,7 juta barel untuk pekan yang berakhir 9 Agustus. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.
Sementara itu, dalam laporan pasar minyak bulanan yang dirilis hari Selasa, IEA memproyeksikan bahwa pasokan minyak akan meningkat pada tahun depan, bahkan jika OPEC+ menunda rencana untuk meningkatkan produksi secara bertahap, karena perlambatan besar dalam pertumbuhan permintaan, terutama dari China. Organisasi antarpemerintah yang berbasis di Paris tersebut mempertahan perkiraan pertumbuhan minyak tahun ini sebesar 970.000 bph, dan merevisi turun permintaan tahun 2025 dari 980.000 bph menjadi 950.000 bph. Selain itu, IEA juga memangkas estimasi permintaan minyak mentah OPEC+ sebesar 100.000 bph untuk tahun 2024 dan 2025, menjadi masing-masing 41,6 juta bph dan 41 juta bph.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $81 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Inflation Rate YoY |
| 2.9% | 3.0% |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -2.000M | -3.728M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -1.100M | 1.340M |