Home
>
News
>
Publication
>
Kenaikan Tipis Minyak Mentah di Tengah Laporan Cadangan AS dan Ketegangan Timur Tengah
Kenaikan Tipis Minyak Mentah di Tengah Laporan Cadangan AS dan Ketegangan Timur Tengah
Thursday, 24 October 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0782

-0.09%

GBPUSD

1.2920

-0.05%

AUDUSD

0.6633

-0.17%

NZDUSD

0.6005

-0.08%

USDJPY

152.70

0.01%

USDCHF

0.8663

0.03%

USDCAD

1.3836

0.04%

GOLDUD

2717.54

-0.07%

COFU

71,01

1,36%

USD/IDR

15620

-0.06%

Fokus Oil:

  1. Cadangan minyak melonjak
  2. Ragam sentimen pengaruhi fluktuasi minyak mentah  

***********************************************************

Kamis, 24 Oktober 2024 - Harga minyak mentah sedikit meningkat pada Kamis setelah mengalami penurunan lebih dari 1% pada sesi sebelumnya, dipicu oleh laporan cadangan minyak AS yang melonjak melebihi ekspektasi. WTI masing mencatatkan kenaikan sebesar 0.64%, meskipun kekhawatiran terhadap ketegangan di Timur Tengah masih mendominasi pasar. Pertempuran antara Israel dan Hezbollah memicu kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan minyak, yang menjaga harga tetap fluktuatif di tengah pergeseran geopolitik yang terus berlangsung.

Laporan cadangan minyak dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan peningkatan 5.5 juta barel, jauh melebihi proyeksi 270.000 barel. Kelebihan pasokan ini menjadi faktor negatif bagi pasar minyak, di tengah ekspektasi bahwa permintaan di China dan Eropa bisa melemah akibat penurunan ekonomi di wilayah tersebut. Ditambah lagi, meski produksi minyak AS tetap stabil di angka 13.5 juta barel per hari, hal ini memberikan sinyal bearish bagi pasar, karena produksi yang tinggi terus menekan harga minyak di tengah peningkatan cadangan.

Kombinasi dari pertumbuhan cadangan minyak, produksi yang stabil, serta ketegangan geopolitik, membuat pasar minyak berfluktuasi dengan cepat. Sementara permintaan di AS cenderung tetap kuat, investor juga memperkirakan Federal Reserve akan memperlambat pemotongan suku bunga, yang bisa mengurangi aktivitas ekonomi dan pada akhirnya menekan permintaan minyak global. Tekanan tambahan datang dari kekhawatiran atas prospek ekonomi global, terutama dari China dan Eropa, yang terus menambah tantangan bagi pasar minyak dalam beberapa bulan ke depan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00 AM

USD

Beige Book

-

-

-

7:30 PM

USD

Unemployment Claims

-

243K

241K

7:45 PM

USD

FOMC Member Hammack Speaks

-

-

-

8:45 PM

USD

Flash Manufacturing PMI

-

47.5

47.3

8:45 PM

USD

Flash Services PMI

-

55

55.2

9:00 PM

USD

New Home Sales

-

719K

716K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788