Home
>
News
>
Publication
>
Kenaikan Stok Minyak AS dan Badai Elliot Mempengaruhi Pasar Minyak Global
Kenaikan Stok Minyak AS dan Badai Elliot Mempengaruhi Pasar Minyak Global
Thursday, 11 January 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0971

0.06%

GBPUSD

1.2739

0.20%

AUDUSD

0.6695

0.34%

NZDUSD

0.6224

0.32%

USDJPY

145.72

-0.23%

USDCHF

0.8508

-0.18%

USDCAD

1.3378

-0.13%

GOLDUD

2023.59

0.34%

COFU

71.36

-0.29%

USD/IDR

15545

0.10%

Fokus Crude Oil:

  • Peningkatan permintaan pada gas alam
  • Data minyak oleh EIA

***************************************************************

Kamis, 11 Januari 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau turun ke level $71. Hal ini dipengaruhi oleh stok minyak Amerika yang mengalami kenaikan serta penurunan permintaan minyak dan beralih ke gas alam dikarenakan badai.

Data terbaru dari Administrasi Informasi Energi (EIA) Amerika Serikat (10/1) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS mengalami kenaikan sebesar 1,3 juta barel, melebihi ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sebesar 675.000 barel. Kenaikan tersebut juga terjadi pada stok bensin yang naik sebanyak 8 juta barel, serta stok minyak sulingan yang melonjak 6,5 juta barel. Kenaikan stok ini tidak sejalan dengan jumlah permintaan minyak dikarenakan adanya badai Elliot di Amerika, yang meningkatkan permintaan gas untuk pemanas dan pembangkit listrik.

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, mengungkapkan bahwa penggunaan gas alam untuk pemanas dihadapkan pada tagihan sekitar $900 pada musim dingin ini. Sementara itu, bagi yang menggunakan minyak pemanas, biaya tersebut dapat melonjak lebih dari $2.000. Yellen selaku Menteri Keuangan AS, melihat potensi penghematan biaya ekonomi rumah yang terjadi dengan beralih ke gas alam dibandingkan dengan minyak sebagai alternatif yang lebih ekonomis.

Turut membebani harga minyak, Wakil Presiden Bank Sentral Eropa, Luis de Guindos, menambahkan bahwa kekhawatiran terhadap permintaan minyak semakin meningkat akibat prospek ekonomi Eropa yang lemah. Europa diprediksi mungkin menghadapi resesi pada kuartal terakhir tahun ini, dan prospeknya masih terbilang lesu. Selain itu juga EIA memperkirakan bahwa produksi minyak non-OPEC+ akan mencapai rata-rata 53,0 juta barel per hari pada tahun 2024 dan 53,9 juta barel per hari pada tahun 2025, dengan kontribusi peningkatan produksi di AS sebesar 0,4 juta barel per hari pada periode tersebut. Kondisi ini turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga minyak.

Disisi lain, serangan yang dilancarkan oleh militan Houthi yang bermarkas di Yaman di Laut Merah, Gedung Putih menyatakan keprihatinan atas situasi tersebut dan mengungkapkan serangan tersebut sebagai ancaman yang semakin meningkat. Amerika Serikat berkomitmen untuk berkonsultasi dengan mitra-mitranya guna mengevaluasi langkah-langkah lanjutan agar serangan ini tidak terus berlanjut, yang mengancam jalur pelayaran di wilayah tersebut. Sementara itu OPEC berjanji untuk melakukan pengurangan produksi minyak sebesar 2,2 juta barel per hari, tindakan ini diharapkan dapat memberikan dorongan pada harga minyak yang tengah mengalami penurunan akibat ketidakpastian.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:15

USD - FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

20:30

USD - Core CPI m/m

-

0.3%

0.3%

20:30

USD - CPI m/m

-

0.2%

0.1%

20:30

USD - CPI y/y

-

3.2%

3.1%

20:30

USD - Unemployment Claims

-

209K

202K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788