Home
>
News
>
Publication
>
Kebuntuan Pembicaraan Tarif AS - Korea Selatan Buat Minyak Ikut Meredup
Kebuntuan Pembicaraan Tarif AS - Korea Selatan Buat Minyak Ikut Meredup
Friday, 30 January 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1970

-0.47%

GBPUSD

1.3809

-0.35%

AUDUSD

0.7046

-0.51%

NZDUSD

0.6077

-0.48%

USDJPY

153.07

0.46%

USDCHF

0.7641

0.58%

USDCAD

1.3489

0.27%

GOLDUD

5,419.64

-2.21%

COFU

63.50

0.46%

USD/IDR

16,781

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Hari pertama pembicaraan terkait tarif antara AS dan Korea Selatan berakhir tanpa ada kesepakatan yang tercapai.
  • Presiden Venezuela tandatangani UU reformasi minyak, AS longgarkan beberapa sanksi terhadap sektor minyak Venezuela.

************************************************************

Jumat, 30 Januari 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh sentimen dari kebuntuan pembicaraan tarif antara AS dengan Korea Selatan yang berpotensi memicu konflik dagang baru. Selain itu, potensi tambahan lebih banyak pasokan minyak Venezuela ke pasar global juga turut membatasi pergerakan minyak.

Menteri Perindustrian Kim Jung-kwan pada hari Kamis mengatakan bahwa hari pertama pertemuan dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick untuk membahas mengenai tarif dagang berakhir tanpa ada kesepakatan. Meski demikian, Kim mengatakan telah sepakat untuk bertemu lagi dnegan Lutnick keesokan harinya. Ketegangan tarif kembali meningkat antara kedua negara setelah sebelumnya Trump mengancam akan menaikkan tarif timbal balik dan bea masuk otomotif, kayu, dan farmasi terhadap Korea Selatan menjadi 25 persen dari 15 persen.

Turut membebani harga, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, pada hari Kamis menandatangani UU reformasi minyak yang memberikan kendali kepada perusahaan swasta atas produksi dan penjualan minyak negara serta memungkinkan arbitrase independen atas sengketa. Di hari yang sama, Departemen Keuangan AS mengeluarkan izin umum yang mengizinkan transaksi yang melibatkan pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak negara PDVSA. Kedua berita tersebut mengindikasikan potensi Venezuela untuk memasok lebih banyak minyak ke pasar global.

Sementara itu, sekitar 500.000 bph produksi minyak mentah di AS, atau hampir 0,5% dari pasokan global, masih terhenti pada 29 Januari akibat udara dingin Arktik yang melanda sebagian besar wilayah negara itu pasca badai musim dingin pada akhir pekan.

Dari Timur Tengah, ketegangan antara AS dengan Iran berpotensi meningkat menjadi konflik yang lebih luas. Sebuah kapal perang angkatan laut AS, USS Delbert D. Black, telah memasuki wilayah tersebut dalam 48 jam terakhir, kata seorang pejabat AS pada hari Kamis. Kedatangan kapal tersebut sekaligus menambah jumlah kapal perang AS di Timur Tengah menjadi enam, bersama dengan sebuah kapal induk dan tiga kapal tempur pesisir lainnya. Di hari yang sama, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa pasukan Iran IRGC telah menerima 1.000 drone baru.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $67 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $62 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - PPI MoM

 

0.2%

0.2%

21:45

USA - Chicago PMI

 

44

43.5

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788