Home
>
News
>
Publication
>
Kebijakan Pemangkasan Suku Bunga ECB, Bawa EURUSD Tenggelam
Kebijakan Pemangkasan Suku Bunga ECB, Bawa EURUSD Tenggelam
Friday, 18 October 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0841

-0.06%

GBPUSD

1.3010

0.05%

AUDUSD

0.6696

0.10%

NZDUSD

0.6058

0.03%

USDJPY

150.09

0.03%

USDCHF

0.8657

0.03%

USDCAD

1.3794

0.02%

GOLDUD

2692.0

0.62%

USD/IDR

15500

-0.10%

Fokus EURUSD:

  1. Suku bunga ECB menjadi 3,25%
  2. Data Retail Sales AS melonjak

 Jumat, 18 Oktober 2024 - Pasangan mata uang Euro melemah ke zona 1.0830. Kinerja mata uang Euro mengalami penurunan setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, menurunkan suku bunga fasilitas deposit menjadi 3,25%. Penurunan suku bunga ini sejalan dengan ekspektasi pasar, didorong oleh penurunan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan. Inflasi di zona euro turun menjadi 1,7% pada bulan September, berada di bawah target ECB sebesar 2% untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Dengan kondisi ekonomi yang melambat dan risiko deflasi yang meningkat, langkah-langkah pelonggaran moneter lebih lanjut diharapkan terjadi sebelum akhir tahun.

Outlook pertumbuhan ekonomi di zona euro juga memburuk, dengan ECB memangkas proyeksi pertumbuhan tahun 2024 menjadi 0,8%. Beberapa negara terbesar di kawasan ini, seperti Jerman dan Prancis, menghadapi tekanan domestik yang berat, termasuk lemahnya sektor manufaktur dan langkah-langkah pengetatan fiskal. Sementara itu, meski langkah-langkah ini dimaksudkan untuk mengendalikan inflasi, prospek ekonomi yang suram terus menekan mata uang euro terhadap dolar AS.

Di sisi lain, Dolar AS terus menguat didorong oleh data ekonomi yang positif dan meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menunda pemotongan suku bunga lebih lanjut. Pertumbuhan penjualan ritel AS pada bulan September mencapai 0,4%, mengalahkan perkiraan pasar, sementara klaim pengangguran turun ke level yang lebih rendah dari ekspektasi, menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja AS. Penjualan ritel AS mengalami lonjakan sebesar 0,4% pada bulan September, dipimpin oleh pertumbuhan sektor e-commerce. Data yang dirilis oleh Biro Sensus AS menunjukkan bahwa penjualan di kategori e-commerce naik 3% dibandingkan bulan sebelumnya, sementara penjualan di toko fisik juga meningkat, meskipun dengan angka yang lebih kecil. Penjualan kendaraan dan suku cadangnya mencatatkan penurunan 0,8%, tetapi penjualan barang-barang lain, termasuk pakaian dan makanan, mengalami kenaikan yang signifikan.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD melemah. Support terdekatnya di zona 1.0770 dan resistance terdekatnya di zona 1.0870. Support lanjutan di zona 1.0720 dan dilanjutkan ke zona 1.0680. Resistance lanjutan di zona 1.0910 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.0950.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3020. Pasangan mata uang Poundsterling mengalami penguatan pasca data Inflasi tahunan turun tajam dari 2,2% menjadi 1,7%, jauh di bawah ekspektasi 1,9%, dengan inflasi sektor jasa, yang sangat penting bagi Bank of England (BoE), turun menjadi 4,9%. Penurunan ini memicu ekspektasi bahwa BoE akan segera memangkas suku bunga dalam pertemuan mendatang, karena inflasi yang lebih rendah memberikan ruang bagi bank sentral untuk mengambil langkah lebih dovish. Meskipun demikian, Pound Sterling menghadapi tantangan tambahan dari data ekonomi domestik lainnya yang lemah. Pekan ini, data inflasi dan tenaga kerja Inggris, termasuk Indeks Harga Produsen (PPI), juga meleset dari perkiraan pasar. Kondisi ini menambah tekanan pada BoE untuk mempercepat pemotongan suku bunga guna mendukung perekonomian yang tampak melambat. Sementara itu, trader mengamati laporan penjualan ritel Inggris yang akan dirilis, tetapi ekspektasinya rendah dengan perkiraan kontraksi sebesar 0,3% untuk bulan September, dibandingkan pertumbuhan yang kuat di bulan sebelumnya. Support terdekatnya di area 1.2920 dan resistance terdekatnya di zona 1.3070.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6710. Pasangan mata uang Aussie mengalami penguatan selama dua hari berturut-turut, didorong oleh data tenaga kerja Australia yang lebih baik dari ekspektasi. Pada bulan September, Australia menambah 64.1 ribu pekerjaan, jauh melampaui prediksi 25 ribu, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1%. Data ini mendorong ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) tidak akan segera menurunkan suku bunga, mengingat kekuatan pasar tenaga kerja yang solid. Pandangan ini diperkuat oleh pernyataan Wakil Gubernur RBA Sarah Hunter, yang menegaskan komitmen bank sentral untuk mengendalikan inflasi. Selain itu, AUD juga mendapat dukungan dari pemangkasan suku bunga di China, mitra dagang terbesar Australia. Beberapa bank besar di China, termasuk Industrial Commercial Bank, mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk mendorong aktivitas ekonomi domestik, yang dapat meningkatkan permintaan ekspor dari Australia. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) China pada kuartal ketiga tahun 2024 mencapai 4,6% secara tahunan, sedikit lebih rendah dari kuartal sebelumnya tetapi tetap melebihi ekspektasi pasar. Support terdekatnya di zona 0.6660 dan resistance terdekatnya di zona 0.6740

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6070. Kinerja mata uang Kiwi menguat didukung oleh data ekonomi China yang positif. Produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 0,9% pada kuartal ketiga 2024, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 4,6%. Penjualan ritel naik 3,2% YoY, dan produksi industri tumbuh 5,4% YoY, melebihi ekspektasi pasar. Disisi pesimisme, Dolar Selandia Baru diperkirakan akan tertekan oleh ekspektasi penurunan suku bunga agresif oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) setelah inflasi domestik turun ke target bank sentral sebesar 1%-3%. Dengan inflasi Selandia Baru yang turun menjadi 2,2% YoY pada kuartal ketiga, di bawah bacaan sebelumnya 3,3%, RBNZ diperkirakan akan memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, menambah tekanan pada NZD. Support terdekatnya di area 0.6010 dan resistance terdekatnya di zona 0.6110.

USDJPY - Pasangan mata uang Yen naik ke zona 150.10. Pasangan mata uang ini mengalami penguatan berkat penguatan Dolar AS yang didorong oleh data ekonomi yang positif dari Amerika Serikat. Kenaikan ini terjadi setelah laporan penjualan ritel AS menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan, meningkatkan kepercayaan investor terhadap kekuatan ekonomi AS. Selain itu, faktor kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) yang cenderung dovish juga berkontribusi pada penguatan Dolar AS, memberikan dorongan tambahan bagi USDJPY untuk bergerak lebih tinggi. Namun, momentum penguatan ini tidak bertahan lama. Setelah rilis data inflasi konsumen (CPI) Jepang yang menunjukkan angka inflasi tahunan sebesar 3,2% lebih tinggi dari ekspektasi. Kenaikan inflasi yang signifikan ini memicu spekulasi bahwa BoJ mungkin perlu mempertimbangkan untuk menyesuaikan kebijakan moneternya guna mengatasi tekanan inflasi yang meningkat. Support terdekatnya di zona 148.90 dan resistance terdekatnya di zona 150.90.

USDCAD - Pasangan mata uang Loonie naik ke area 1.3780. Naiknya kinerja pasangan mata uang ini didorong oleh penguatan Dolar AS. Kenaikan ini terjadi seiring dengan data ekonomi AS yang positif, termasuk laporan penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan, yang meningkatkan keyakinan pasar terhadap kekuatan ekonomi AS. Dolar AS terus mendapat dukungan dari harapan bahwa Federal Reserve akan menjaga kebijakan moneter yang ketat, mendorong investor untuk beralih ke aset yang lebih aman. Di sisi lain, Dolar Kanada mengalami penurunan yang signifikan setelah periode pemulihan yang singkat. Meskipun awalnya menguat berkat harga minyak yang lebih tinggi dan data positif dari sektor tenaga kerja, Dolar Kanada gagal mempertahankan momentum ini. Pergerakan ini mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap prospek ekonomi global dan potensi dampak dari kebijakan moneter Bank of Canada. Support terdekatnya di area 1.3750 dan resistance terdekatnya di zona 1.384.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8650. Penguatan pasangan mata uang ini didorong oleh Dolar AS yang tetap kuat di tengah harapan investor terhadap pertumbuhan ekonomi AS yang berkelanjutan. Data ekonomi AS yang positif, terutama dalam sektor penjualan ritel, memberikan kepercayaan lebih pada kekuatan Dolar dan meningkatkan daya tariknya sebagai aset safe-haven. Pergerakan USDCHF ini menunjukkan dinamika pasar yang sensitif terhadap data ekonomi dan ekspektasi kebijakan moneter. Para trader akan terus memantau rilis data yang akan datang dari AS dan Swiss, yang dapat mempengaruhi arah pergerakan pasangan mata uang ini di masa depan. Support terdekatnya di zona 0.8630 dan resistance terdekatnya di zona 0.8680.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00

USD - Treasury Sec Yellen Speaks

-

-

-

3:00

USD - TIC Long-Term Purchases

111.4B

58.9B

137.9B

6:30

JPY - National Core CPI y/y

2.4%

2.3%

2.8%

8:30

CNY - New Home Prices m/m

-

-

-0.73%

9:00

CNY - GDP q/y

-

4.6%

4.7%

9:00

CNY - Industrial Production y/y

-

4.6%

4.5%

9:00

CNY - Retail Sales y/y

-

2.5%

2.1%

9:00

CNY - Fixed Asset Investment ytd/y

-

3.3%

3.4%

9:00

CNY - Unemployment Rate

-

5.3%

5.3%

13:00

GBP - Retail Sales m/m

-

-0.4%

1.0%

15:00

EUR - Current Account

-

42.2B

39.6B

19:30

USD - Building Permits

-

1.45M

1.48M

19:30

USD - Housing Starts

-

1.35M

1.36M

23:10

USD - FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788