Home
>
News
>
Publication
>
Katalis Dari AS Dan China Membawa Pengaruh Negatif Terhadap AUDUSD
Katalis Dari AS Dan China Membawa Pengaruh Negatif Terhadap AUDUSD
Thursday, 10 October 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0938

-0.17%

GBPUSD

1.3069

-0.31%

AUDUSD

0.6724

-0.19%

NZDUSD

0.6061

-0.10%

USDJPY

149.28

-0.01%

USDCHF

0.8604

0.01%

USDCAD

1.3710

0.02%

GOLDUD

2607.6

0.03%

USD/IDR

15630

0.22%

Fokus AUDUSD:

  1. Indeks Dolar AS menguat ke area 102.80
  2. Katalis negatif dari China

Kamis, 10 Oktober 2024 - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6720. Kinerja mata uang Aussie terdorong melemah imbas Dolar AS (USD) terus menunjukkan kekuatannya di tengah ekspektasi pasar terhadap pemotongan suku bunga yang moderat oleh Federal Reserve (Fed) sebesar 25bps pada pertemuan bulan November. Data tenaga kerja AS yang kuat dan meredanya tekanan inflasi mendukung penguatan USD sebagai mata uang safe-haven di tengah ketidakpastian global.

Saat ini pelaku pasar akan sangat memperhatikan data inflasi CPI AS yang akan segera dirilis, karena hasil yang lebih rendah dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi pemotongan suku bunga Fed, yang berpotensi menekan USD dan memberikan ruang bagi AUD untuk sedikit pulih. CPI utama AS diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 2,3% YoY di bulan September, sementara inflasi CPI inti diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 3,2% YoY pada periode laporan yang sama. Namun, jika laporan tersebut menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan, ini dapat membuka pintu untuk penurunan suku bunga The Fed yang besar, yang dapat membebani USD dan membatasi sisi negatif AUDUSD.

Disisi AUD, tekananan pasangan mata uang ini terjadi di tengah melemahnya ekonomi China, yang merupakan mitra dagang utama Australia. Upaya pemerintah China untuk mendorong pertumbuhan melalui stimulus tidak memenuhi harapan investor, menyebabkan kekhawatiran berlanjutnya perlambatan ekonomi di negara tersebut. Mengingat ketergantungan Australia pada ekspor ke China, perlambatan di ekonomi terbesar kedua dunia ini memberikan dampak langsung pada nilai AUD. Di sisi lain, pernyataan hawkish dari Reserve Bank of Australia (RBA) mengenai kebijakan suku bunga menambah lapisan kompleksitas terhadap prospek jangka pendek AUD, meskipun data ekonomi domestik seperti penjualan ritel menunjukkan hasil yang positif.

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD turun. Support terdekatnya di zona 0.6670 dan resistance terdekatnya di zona 0.6770. Support lanjutan di zona 0.6630 dan dilanjutkan ke zona 0.6590. Resistance lanjutan di zona 0.8000 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6840.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0940. Pasangan mata uang Euro tertekan oleh ekspektasi pasar bahwa European Central Bank (ECB) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada dua pertemuan berikutnya di tahun ini. Inflasi yang melambat lebih cepat dari perkiraan, ditambah dengan kelemahan ekonomi di zona Euro, memicu spekulasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Pernyataan dari pejabat ECB, seperti Yannis Stournaras dan Martins Kazaks, mendukung pandangan bahwa pelonggaran moneter diperlukan untuk mencegah pelemahan ekonomi lebih lanjut. Disisi AS, mata uang USD didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) kemungkinan tidak akan melakukan pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan November. Laporan tenaga kerja AS yang kuat telah meredam kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi, memperkuat permintaan terhadap USD sebagai aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, risalah FOMC yang hawkish dari pertemuan September menegaskan pandangan bahwa pengetatan kebijakan Fed mungkin berlanjut, memberikan dukungan lebih lanjut bagi Greenback. Support terdekatnya di zona 1.0900 dan resistance terdekatnya di zona 1.0980.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3070. Kinerja mata uang Pound Sterling menghadapi tekanan yang signifikan akibat kombinasi dari kebijakan moneter Bank of England (BoE) dan kondisi geopolitik global. Dengan ekspektasi bahwa BoE akan mempercepat siklus penurunan suku bunga setelah pernyataan dovish dari Gubernur Andrew Bailey, GBP terjebak dalam fase pelemahan terhadap Dolar AS (USD). Prospek suku bunga yang lebih rendah ini semakin membebani GBP, terlebih di tengah kurangnya rilis data ekonomi yang berdampak tinggi di Inggris. Dalam jangka pendek, investor cenderung fokus pada data ekonomi seperti Produk Domestik Bruto (GDP) dan data manufaktur, yang dapat mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap langkah selanjutnya dari BoE. Sementara itu, USD terus memperkuat posisinya sebagai aset safe-haven, didorong oleh data tenaga kerja AS yang solid serta meredanya ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve (Fed). Ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah, juga menjadi pendorong utama bagi kekuatan USD. Dengan pasar yang semakin yakin bahwa Fed hanya akan menurunkan suku bunga secara moderat, GBP/USD tetap rentan terhadap pergerakan lebih lanjut ke bawah. Volatilitas tambahan diperkirakan akan datang dari rilis data inflasi AS seperti Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) yang akan mempengaruhi sentimen pasar terhadap USD. Support terdekatnya di areal 1.2990 dan resistance terdekatnya di zona 1.3150.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.6070. Disamping penguatan kinerja mata uang USD, pasangan mata uang Dolar Selandia Baru (NZD) baru-baru ini menghadapi tekanan penurunan yang signifikan setelah pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin yang mengejutkan oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Langkah ini mencerminkan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan pasar bereaksi dengan skeptis tentang pelonggaran moneter lebih lanjut. Sementara itu, USD tetap kuat, didukung oleh ekspektasi hawkish dari Federal Reserve karena data tenaga kerja dan tren inflasi AS yang kuat. Kombinasi kebijakan RBNZ yang dovish dan USD yang kuat memberikan tekanan yang berkelanjutan pada pasangan NZDUSD, mendorongnya ke posisi terendah baru. Support terdekatnya di areal 0.6030 dan resistance terdekatnya di zona 0.6100.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 149.10. Performa mata uang Yen naik beriringan dengan penguatan yang terjadi pada mata uang USD. Hal ini didorong oleh kebijakan ekonomi yang kontras antara Bank of Japan (BoJ) dan Federal Reserve (Fed). Sementara fokus The Fed tetap pada pengelolaan inflasi dengan sikap yang berpotensi hawkish, kebijakan moneter BoJ yang sangat longgar membuat Yen tetap rentan. Data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan datang dapat semakin memperlebar kesenjangan, dengan inflasi yang lebih tinggi kemungkinan besar akan memperkuat USD, mendorong pasangan USDJPY mendekati angka psikologis 150. Selama Jepang mempertahankan kebijakan suku bunga dovish di tengah tekanan inflasi global, Yen dapat terus melemah. Support terdekatnya di areal 148.50 dan resistance terdekatnya di zona 149.80.

USDCAD – Pasangan mata uang Loonie naik ke zona 1.3700. Pasangan mata uang ini didorong oleh Dolar AS (USD) yang kuat. Faktor kunci yang mempengaruhi CAD adalah harga minyak mentah, yang sensitif terhadap ketegangan geopolitik, seperti konflik Israel-Iran baru-baru ini dan kekhawatiran akan gangguan pasokan. Kenaikan harga minyak biasanya mendukung CAD, tetapi dengan data inflasi AS dan kebijakan suku bunga Federal Reserve yang mendukung USD. USDCAD tetap bergejolak karena para pelaku pasar menunggu data CPI AS, yang dapat mempengaruhi sikap moneter the Fed, kinerja CAD akan sangat ditentukan oleh fluktuasi harga minyak dan lingkungan risiko yang lebih luas. Kenaikan inflasi di AS dapat memperkuat USD lebih lanjut, meningkatkan tekanan pada CAD, terutama jika harga minyak tidak mengalami kenaikan yang berkelanjutan. Support terdekatnya di areal 1.3660 dan resistance terdekatnya di zona 1.3750.

USDCHF – Pasangan mata uang Swiss naik ke area 0.8600. Penguatan pasangan mata uang ini didukung oleh Dolar AS (USD) yang lebih kuat di tengah berkurangnya peluang penurunan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve (Fed) pasca pengumuman risalah FOMC. Presiden Fed Boston Susan Collins menyatakan bahwa seiring dengan melemahnya tren inflasi, kemungkinan besar Fed akan menurunkan suku bunga lebih lanjut. Sementara itu, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic menyatakan bahwa pasar kerja tidak menunjukkan tanda-tanda pelemahan, menambahkan bahwa meskipun ada kemajuan yang signifikan pada inflasi, angka-angka harga secara keseluruhan belum mencapai level target. Support terdekatnya di area 0.8570 dan resistance terdekatnya di zona 0.8650.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00

USD - FOMC Meeting Minute

-

-

-

6:01

GBP - RICS House Price Balance

11%

9%

0%

6:50

JPY - Bank Lending y/y

2.7%

2.9%

3.0%

6:50

JPY - PPI y/y

2.8%

2.3%

2.6%

7:00

AUD - MI Inflation Expectations

4.0%

-

4.4%

14:45

AUD - RBA Assist Gov Hunter Speaks

-

-

-

15:00

EUR - Italian Industrial Production m/m

-

0.3%

-0.9%

15:30

GBP - BOE Credit Conditions Survey

-

-

-

18:30

EUR - ECB Monetary Policy Meeting Accounts

-

-

-

19:30

USD - Core CPI m/m

-

0.2%

0.3%

19:30

USD - CPI m/m

-

0.1%

0.2%

19:30

USD - CPI y/y

-

2.3%

2.5%

19:30

USD - Unemployment Claims

-

231K

225K

22:30

CHF - Gov Board Member Martin Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788