| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0712 | -0.04% |
GBPUSD | 1.2913 | -0.05% |
AUDUSD | 0.6582 | -0.17% |
NZDUSD | 0.5975 | -0.07% |
USDJPY | 152.66 | 0.35% |
USDCHF | 0.8756 | 0.01% |
USDCAD | 1.3908 | 0.04% |
GOLDUD | 2684.06 | -0.42% |
USD/IDR | 15615 | 0.16% |
Fokus USDCAD:
Senin, 11 November 2024 – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 1.3908 terdorong oleh kinerja Dolar AS akibat harga minyak turun dan data ketenagakerjaan domestik mendukung spekulasi penurunan suku bunga besar-besaran lagi oleh Bank of Canada bulan depan.
Data ekonomi Kanada pada hari Jumat melaporkan, Kanada menambahkan 14.500 pekerjaan pada bulan Oktober, lebih rendah dari perkiraan, dan pertumbuhan upah rata-rata per jam karyawan tetap naik ke tingkat tahunan sebesar 4,9% di bulan Oktober dari 4,5% di bulan September karena perekonomian berjuang untuk menyerap kelonggaran yang diakibatkan oleh peningkatan angkatan kerja yang pesat. Selain itu, tingkat pengangguran tetap tidak berubah dari bulan September tetapi berada di sekitar level tertinggi dalam 34 bulan di 6,5%. Pelaku pasar menilai bisnis dan perekrutan tenaga kerja di Kanada masih terhenti pasca Bank of Canada telah menurunkan suku bunga kebijakan utamanya secara kumulatif sebesar 125 basis poin menjadi 3,75%, dengan pemotongan yang sangat besar sebesar 50 basis poin pada bulan lalu karena tingkat suku bunga yang tinggi dan inflasi telah menghambat permintaan. Selain itu, akibat angkatan kerja terus bertambah, didorong oleh imigrasi, yang mencapai 7% dari keseluruhan populasi pada kuartal ketiga, yang merupakan angka tertinggi sepanjang masa.
Di sisi Dolar AS, kinerja Dolar AS menguat di tengah kehati-hatian pasar menjelang hati-hati pada hari Senin karena pasar bersiap untuk data inflasi AS dan sejumlah pembicara Federal Reserve minggu ini, termasuk Ketua Jerome Powell pada hari Kamis, sehingga akan ada banyak panduan mengenai prospek suku bunga. Selain itu, Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan bahwa bank sentral ingin memiliki kepercayaan diri dan perlu melihat lebih banyak bukti bahwa inflasi akan kembali ke target 2% sebelum memutuskan penurunan suku bunga. Di sisi lain, pada hari Kamis, The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 4,50%-4,75%, seperti yang diharapkan, dan menunjukkan keyakinan atas kelanjutan siklus pelonggaran kebijakan dengan keyakinan bahwa tekanan inflasi tetap berada di jalur yang sesuai dengan target bank sebesar 2%.
Harga pada pasangan mata uang ini meningkat. Support terdekatnya di zona 1.3895 dan resistance terdekatnya di zona 1.3940. Support lanjutan di zona 1.3840 dan dilanjutkan ke zona 1.3790. Resistance lanjutan di zona 1.3975 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3990.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0720. Penguatan Dolar AS (USD) menjadi faktor utama yang melemahkan Euro, diperparah oleh ketidakpastian politik di Jerman. Investor memperkirakan bahwa Bank Sentral AS (Federal Reserve) akan mengambil kebijakan yang lebih ketat jika Donald Trump, yang telah memenangkan pemilihan presiden, menerapkan janji kampanyenya seperti menaikkan tarif impor hingga 10% dan memangkas pajak perusahaan. Kebijakan fiskal tersebut diprediksi akan meningkatkan permintaan tenaga kerja, belanja, dan investasi di AS, yang dapat memicu kenaikan inflasi dan memaksa The Fed untuk menyesuaikan suku bunga lebih tinggi, memperkuat posisi USD terhadap Euro. Sementara itu, di Eropa, ketidakpastian politik semakin membebani Euro dengan perubahan besar dalam kabinet Jerman. Kanselir Jerman Olaf Scholz mengganti menteri keuangan, memicu seruan untuk pemilu baru di tengah ketidakpastian ekonomi yang meningkat. Bank Sentral Eropa (ECB) juga sedang mempertimbangkan pemangkasan suku bunga pada Desember, meskipun ini masih belum pasti. ECB memperingatkan bahwa tarif AS dapat berdampak negatif pada sektor ekspor Eropa, memperburuk kondisi ekonomi yang sudah lemah di negara-negara utama seperti Jerman dan Prancis. Support terdekatnya di zona 1.0670 dan resistance terdekatnya di zona 1.0800.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2920. Pasangan mata uang ini mengalami penurunan di tengah ekspektasi bahwa kebijakan Presiden AS terpilih Donald Trump akan memicu inflasi dan membatasi kemampuan Federal Reserve (Fed) untuk melonggarkan kebijakan secara agresif. Faktor ini menjadi penghambat bagi pasangan GBPUSD, meskipun sikap hawkish dari Bank of England (BoE) turut menahan potensi penurunan lebih lanjut. Pada Kamis pekan lalu, Bank of England (BoE) menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%, namun sikap hati-hati Gubernur BoE, Andrew Bailey, menahan ekspektasi penurunan lebih lanjut. Di sisi lain, Federal Reserve AS juga memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, tetapi Dolar AS tetap kuat karena pernyataan Ketua Fed Jerome Powell yang menegaskan bahwa kebijakan akan tetap stabil meskipun ada tekanan politik. Memasuki akhir pekan, GBPUSD berkonsolidasi di sekitar level 1.3000, namun Dolar AS tetap dalam posisi kuat, sementara pasar kini mengalihkan fokus pada data inflasi dan pertumbuhan ekonomi minggu depan. Support terdekatnya di area 1.2870 dan resistance terdekatnya di zona 1.2980.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6590. Pasangan mata uang Aussie melemah di tengah data ekonomi China yang lebih lemah dari perkiraan serta potensi tarif tinggi dari Trump memperberat posisi Dolar Australia (AUD) sebagai mata uang proksi China, sementara Dolar AS (USD) tetap kuat. Inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Oktober dan data ketenagakerjaan Australia menjadi sorotan minggu ini. Inflasi CPI China hanya meningkat tipis pada Oktober, sementara deflasi Harga Produsen terus meluas, menunjukkan penurunan permintaan domestik di tengah krisis sektor properti yang mengikis kepercayaan pasar. Rencana Trump untuk menaikkan tarif barang dari China dapat memperburuk posisi AUD karena ekonomi Australia sangat bergantung pada perdagangan dengan China. Di sisi lain, Indeks Sentimen Konsumen dari University of Michigan naik ke 73,0 pada November, mengalahkan ekspektasi dan mendorong penguatan Dolar AS. Investor memperkirakan bahwa Federal Reserve (Fed) akan bersikap lebih hati-hati dalam memangkas suku bunga jika Trump melanjutkan kebijakan tarifnya, yang dapat meningkatkan inflasi. Dengan RBA yang mempertahankan suku bunga di level tertinggi 13 tahun sebesar 4,35%, proyeksi pemotongan suku bunga pertama baru akan terjadi pada pertengahan 2025. Tekanan ekonomi dari melemahnya permintaan di China dan ketidakpastian kebijakan Fed dapat menjaga AUD tetap lemah sementara USD menguat, sehingga AUDUSD kemungkinan akan tetap tertekan di level rendah. Support terdekatnya di zona 0.6540 dan resistance terdekatnya di zona 0.6640
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5970. Kinerja mata uang Kiwi terjatuh pasca USD mengalami penguatan di tengah terpilihnya Trump menjadi presiden AS selanjutnya. Disisi NZD, ekspektasi inflasi Selandia Baru (NZ) beragam dalam jangka waktu 12 bulan dan dua tahun untuk kuartal keempat 2024, survei kondisi moneter terbaru Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menunjukkan pada hari Senin. Ekspektasi inflasi dua tahun, yang dilihat sebagai kerangka waktu ketika tindakan kebijakan RBNZ akan menyaring harga, sedikit meningkat menjadi 2,12% pada Q4 dari 2,03% yang terlihat pada Q3 2024 tahun ini. Ekspektasi inflasi rata-rata satu tahun NZ memperpanjang penurunannya menjadi 2,05% di Q4 vs 2,40% di kuartal ketiga 2024. Support terdekatnya di area 0.5930 dan resistance terdekatnya di zona 0.6020.
USDJPY – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 152.66. Disisi Jepang, Bank of Japan (BOJ) berharap dapat mempertahankan target inflasi 2% bahkan jika perubahan iklim menyebabkan guncangan jangka panjang terhadap perkembangan harga di masa depan, kata Gubernur Kazuo Ueda pada hari Sabtu. Ringkasan Opini dari pertemuan Bank of Japan pada tanggal 30-31 Oktober mengungkapkan bahwa para anggota mendiskusikan dampak potensial dari perubahan dalam ekonomi dan kebijakan AS saat bank sentral bergerak menuju kenaikan suku bunga lebih lanjut. Support terdekatnya di zona 152.30 dan resistance terdekatnya di zona 152.85.
USDCHF – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 0.8756 terdorong oleh penguatan Dolar AS di tengah pasar menunggu dengan kehati-hatian serangkaian data ekonomi penting AS untuk data inflasi konsumen AS minggu ini pada hari Rabu dan Indeks Harga Produsen (IHP) AS pada hari Kamis, yang akan diikuti oleh laporan PDB kuartal ketiga pendahuluan dari Jepang dan data Penjualan Ritel AS pada hari Jumat serta diikuti oleh rangkaian komentar pejabat The Fed. Di sisi Swiss, Swiss National Bank telah melakukan penurunan suku bunga, menurunkan biaya pinjaman sebanyak tiga kali pada tahun 2024 menjadi 1% sejak memulai pelonggaran pada bulan Maret. Dengan inflasi yang berada pada level rendah dalam lebih tiga tahun sebesar 0,6%. Perkirakan pelaku pasar selanjutnya kemungkinan Swiss National Bank menurunkan suku bunga seperempat poin lagi pada pertemuan Desember. Support terdekatnya di zona 0.8740 dan resistance terdekatnya di zona 0.8770.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:50am | JPY | Bank Lending y/y | 2.70% | 2.70% | 2.70% |
6:50am | JPY | BOJ Summary of Opinions | - | - | - |
6:50am | JPY | Current Account | 1.27T | 2.80T | 3.15T |
9:00am | NZD | Inflation Expectations q/q | - | - | 2.03% |
12:00pm | JPY | Economy Watchers Sentiment | - | 47.2 | 47.8 |
All Day | EUR | French Bank Holiday | - | - | - |
11th-15th | CNY | New Loans | - | 770B | 1590B |
11th-15th | CNY | M2 Money Supply y/y | - | 7.0% | 6.8% |
Tentative | EUR | German 30-y Bond Auction | - | - | - |
All Day | CAD | Bank Holiday | - | - | - |
All Day | USD | Bank Holiday | - | - | - |
9:30pm | GBP | CB Leading Index m/m | - | - | 0.0% |