| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.21900 | 0.07% |
GBPUSD | 1.41780 | 0.13% |
AUDUSD | 0.77010 | 0.31% |
NZDUSD | 0.72570 | -0.06% |
USDJPY | 109.820 | -0.16% |
USDCHF | 0.89990 | -0.12% |
USDCAD | 1.20700 | 0.04% |
GOLDUD | 1903.090 | 0.25% |
COFR | 952190 | -0.16% |
USD/IDR | 14280 | 0.11% |
Fokus Crude Oil:
Senin, 31 Mei 2021 - Mengawali pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish di kisaran harga IDR 948,000 - 954,000 per barel, dibebani oleh data lonjakan pasokan serta jumlah rig minyak mentah AS. Fokus pasar dalam waktu dekat akan tertuju pada pertemuan OPEC+ yang akan mempengaruhi jumlah pasokan minyak global.
Badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) pada hari Jumat melaporkan produksi minyak mentah AS bulan Maret melonjak naik sebesar 14.3% menjadi 11.2 juta bph, dari 9.8 juta bph pada bulan Februari. Secara terpisah, data mingguan yang dirilis oleh perusahaan jasa energi AS, Baker Hughes menunjukkan kenaikan berturut-turut secara mingguan untuk jumlah rig minyak selama bulan Mei.
Sementara itu, OPEC dan sekutunya dijadwalkan akan bertemu pada hari Selasa untuk membahas mengenai kebijakan kuota produksi dari OPEC+. Para pengamat memperkirakan kelompok tersebut akan tetap menjalankan rencananya untuk secara bertahap mengurangi pemangkasan produksi hingga Juli.
Dukungan pada pasar minyak datang dari laporan perkembangan virus korona di India pada hari Minggu yang menunjukkan kenaikan harian terendah untuk infeksi baru Covid-19 dalam 46 hari. Di hari yang sama, pemerintah India mengatakan akan tersedia hampir 120 juta dosis vaksin bagi warga pada bulan Juni, yang sekaligus menandai lonjakan stok vaksin untuk didistribusikan dibanding stok yang tersedia di bulan Mei sebanyak 79.4 juta dosis.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 970,000 - 990,000 per barel serta kisaran Support di IDR 935,000 - 915,000 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |
24hr | | | | | |