Home
>
News
>
Publication
>
Isyarat Penundaan OPEC+ Dorong Minyak Kembali Menguat
Isyarat Penundaan OPEC+ Dorong Minyak Kembali Menguat
Thursday, 05 September 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.10810

0.06%

GBPUSD

1.31460

0.02%

AUDUSD

0.67240

0.07%

NZDUSD

0.61980

0.18%

USDJPY

143.730

-0.04%

USDCHF

0.84640

-0.05%

USDCAD

1.35060

-0.04%

GOLDUD

2,495.120

0.05%

COFU

69.27

0.42%

USD/IDR

15,400

-0.06%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC+ isyaratkan kemungkinan untuk menunda rencana kenaikan produksi pada bulan Oktober, kata empat sumber delegasi.
  • Harga minyak rata-rata tahun 2025 dapat turun ke level $60 per barel jika OPEC+ tidak memperdalam pemangkasan, ujar Citi.

***********************************************************

Kamis, 05 September 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat dipicu oleh sentimen dari isyarat OPEC+ untuk menunda kenaikan produksi. Selain itu, rilisnya laporan proyeksi dari Citi dan laporan stok API juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.

Kelompok aliansi OPEC dan sekutunya sedang membahas kemungkinan untuk menunda rencana kenaikan produksi sebesar 180.000 bph yang dijadwalkan mulai berlaku pada bulan Oktober mendatang, kata empat sumber delegasi pada hari Rabu. Pembahasan tersebut dilakukan setelah harga minyak anjlok di bawah $73 per barel pada awal pekan ini, level terendah sejak akhir 2023, yang dipicu oleh pasokan yang berlebih di tengah permintaan yang rapuh, tambah delegasi. Komite Pemantauan Bersama Menteri OPEC+ dijadwalkan akan bertemu secara online pada 2 Oktober untuk memutuskan arah kebijakan selanjutnya.

Sentimen positif lainnya, harga minyak tahun 2025 bisa turun hingga mencapai rata-rata $60 per barel, bahkan dapat turun lebih jauh ke level $50 per barel, kata analis Citi pada hari Rabu. Meskipun rebound teknis mungkin terjadi, pasar bisa kehilangan kepercayaan pada OPEC+ dalam mempertahankan harga di level $70 per barel jika kelompok tersebut tidak berkomitmen untuk memperpanjang pemangkasan produksi saat ini tanpa batas waktu, tambah Citi.

Turut mendukung harga lebih lanjut, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin AS mengalami penurunan masing-masing sebesar 7,4 juta barel dan 300 ribu barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh badan statistik EIA pada Kamis malam.

Sementara itu, sinyal pemulihan gangguan output Libya semakin menguat setelah sebuah kapal tanker minyak, Front Jaguar, yang berkapasitas 600.000 barel dilaporkan sedang memuat minyak di pelabuhan Brega, Libya, pada hari Rabu, kata sumber teknisi. Berita tersebut mengindikasikan mulai dicabutnya blokade ekspor dari pelabuhan-pelabuhan utama Libya, yang sebelumnya telah ditutup selama hampir seminggu akibat konflik internal.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

230K

231K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1870K

1868K

20:45

USA - S&P Global Services PMI Final

 

55.2

55

21:00

USA - ISM Services PMI

 

51.4

51.1

22:00

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-0.900M

-0.846M

22:00

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-0.800M

-2.203M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788