| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.04980 | -0.07% |
GBPUSD | 1.27010 | 0.06% |
AUDUSD | 0.63370 | -0.16% |
NZDUSD | 0.57530 | -0.07% |
USDJPY | 153.440 | 0.14% |
USDCHF | 0.89270 | -0.04% |
USDCAD | 1.43020 | 0.08% |
GOLDUD | 2,645.530 | 0.17% |
COFU | 69.82 | -0.10% |
USD/IDR | 16,085 | -0.03% |
Rabu, 18 Desember 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari sinyal peningkatan tensi antara AS dengan China, dan ditambah dengan peringatan OPEC+ akan potensi peningkatan pasokan AS pada tahun depan. Meski demikian, harapan peningkatan permintaan minyak oleh India, serta laporan stok API membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Kongres berencana memberikan suara dalam beberapa hari mendatang mengenai undang-undang yang membatasi investasi AS di China sebagai bagian dari RUU untuk mendanai operasi pemerintah hingga pertengahan Maret, kata anggota parlemen pada Selasa malam. RUU tersebut mengindikasikan perluasan pembatasan untuk sektor investasi, setelah pada bulan Oktober lalu Departemen Keuangan merilis peraturan untuk membatasi investasi AS dalam kecerdasan buatan dan sektor teknologi lainnya di China, yang berlaku mulai 2 Januari. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatkan tensi lebih lanjut antara AS dengan China.
Turut membebani pergerakan harga, kelompok aliansi produsen OPEC+ mewaspadai peningkatan produksi minyak AS saat Donald Trump kembali menjabat pada bulan Januari mendatang, kata sumber dari aliansi. Peningkatan produksi AS akan menghambat upaya OPEC+ dalam mendukung harga, dan sekaligus merugikan negara-negara anggota aliansi yang bergantung pada minyak, tambah sumber tersebut. Menurut proyeksi OPEC yang dirilis pekan lalu, diperkirakan total output minyak AS akan naik sebesar 2,3% pada tahun depan. Sedangkan IEA melihat kenaikan produksi minyak AS akan mencapai 3,5% pada tahun depan.
Sementara itu, perusahaan kilang Bharat Petroleum Corp India berencana untuk memperluas kapasitas penyulingannya menjadi 45 juta ton per tahun pada tahun 2028 dari 35,3 juta ton per tahun saat ini, kata kepala penyulingannya, Sanjay Khanna, pada hari Selasa. Berita tersebut memicu ekspektasi akan turut mendongkrak permintaan minyak di negara importir minyak terbesar ketiga dunia itu.
Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan stok minyak mentah turun sebesar 4,7 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 13 Desember. Data API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan data resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh badan statistik EIA.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Building Permits MoM |
| 1.3% | -0.4% |
20:30 | USA - Housing Starts MoM |
| 2.3% | -3.1% |
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -1.6M | -1.425M |
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| 5.086M |