| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.05660 | -0.06% |
GBPUSD | 1.21970 | -0.05% |
AUDUSD | 0.64250 | -0.05% |
NZDUSD | 0.59850 | -0.08% |
USDJPY | 149.450 | 0.21% |
USDCHF | 0.91460 | 0.14% |
USDCAD | 1.35720 | 0.07% |
GOLDUD | 1,847.750 | -0.21% |
COFU | 84.45 | 0.09% |
USD/IDR | 15,580 | 0.06% |
Kamis, 05 Oktober 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat dipicu oleh sikap OPEC+ yang mengisyaratkan akan mempertahankan kebijakan pemangkasan produksi hingga akhir tahun 2024. Selain itu, proyeksi positif dari Kepala Ekonom Equinor turut menambah dukungan pada harga minyak.
Dalam pertemuan yang berlangsung 4 Oktober, Komite Pemantauan Bersama Kementerian (JMMC) menyepakati untuk merekomendasikan agar OPEC+ tetap mempertahankan kebijakan pemangkasan produksi tetap dipertahankan hingga akhir tahun 2024 guna mendukung harga minyak mentah global. Rekomendasi JMCC ini akan ditinjau dalam pertemuan OPEC+ tingkat menteri pada bulan depan, termasuk pemangkasan produksi secara sukarela yang saat ini dijalankan oleh Arab Saudi dan Rusia. Keputusan dari OPEC+ tersebut sekaligus mengisyaratkan potensi ketatnya pasokan tetap akan bertahan hingga setidaknya kuartal keempat tahun ini.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Kepala Ekonom perusahaan minyak dan gas Norwegia Equinor, Eirik Waerness, pada hari Rabu menyatakan optimis harga minyak global dapat mencapai level $100 per barel dengan pertimbangan keputusan OPEC+ untuk mempertahankan pengurangan pasokan, meskipun OPEC+ sendiri tidak menargetkan hal itu. Waerness menambahkan bahwa OPEC kemungkinan menargetkan harga lebih rendah dari $100 per barel, untuk memastikan permintaan minyak tidak ikut merosot. Permintaan minyak akan mencapai puncaknya pada tahun 2029, namun perluasan produk domestik bruto akan memerlukan peningkatan pasokan minyak untuk tiga hingga lima tahun ke depan, katanya.
Sementara itu, badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu malam melaporkan stok minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 2.22 juta barel untuk pekan yang berakhir 29 September. Meski demikian, untuk stok bensin secara tak terduga melonjak naik drastis sebesar 6.48 juta barel, dibanding prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 161 ribu barel. Data yang bertolak belakang ini memberikan gambaran yang bias akan kondisi permintaan di pasar energi AS.
Dari Timur Tengah dilaporkan bahwa ladang gas di Teluk Arab diperkirakan akan dapat beroperasi penuh pada tahun 2029, ujar wakil direktur pelaksana Kuwait Petroleum pada hari Rabu. Proyek ladang gas Durra yang memiliki cadangan terbukti sebesar 20 triliun kaki kubik itu merupakan proyek kerjasama antara Kuwait dengan Arab Saudi yang ditandatangani tahun lalu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $87 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $83 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Trade Balance |
| $-62.3B | $-65.0B |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1675K | 1670K |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 210K | 204K |