Home
>
News
>
Publication
>
Isyarat OPEC+ Perpanjang Kebijakan Buat Minyak Ikut Menguat
Isyarat OPEC+ Perpanjang Kebijakan Buat Minyak Ikut Menguat
Wednesday, 28 February 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08430

-0.06%

GBPUSD

1.26820

-0.07%

AUDUSD

0.65450

-0.20%

NZDUSD

0.61690

-0.89%

USDJPY

150.490

-0.06%

USDCHF

0.87880

0.05%

USDCAD

1.35260

0.07%

GOLDUD

2,029.890

0.14%

COFU

78.48

0.19%

USD/IDR

15,635

0.16%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC+ pertimbangkan untuk perpanjang pengurangan produksi secara sukarela hingga kuartal ketiga atau bahkan hingga akhir tahun.
  • Rusia akan berlakukan larangan ekspor bensin selama 6 bulan yang akan efektif berlaku mulai tanggal 1 Maret.

***************************************************************

Rabu, 28 Februari 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish mendekati level $80 per barel didukung oleh beberapa sentimen positif diantaranya isyarat OPEC+ untuk memperpanjang kebijakan produksinya, larangan ekspor bensin Rusia, dan perkembangan negosiasi gencatan senjata Israel dengan Hamas.

OPEC dan sekutunya yang tergabung dalam aliansi OPEC+ mempertimbangkan untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak secara sukarela hingga kuartal kedua tahun ini, kata tiga sumber OPEC+, untuk memberikan dukungan tambahan bagi pasar. Selain itu, OPEC+ juga melihat dari harga minyak Brent yang diperkirakan akan bergerak di atas level US$80, mungkin sekitar US$85 per barel, namun jika ternyata harga tetap di bawah level itu, maka OPEC+ akan membatasi produksi hingga akhir tahun, menurut dua sumber OPEC+ lainnya.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin telah menyetujui larangan ekspor bensin selama enam bulan mulai tanggal 1 Maret, kutip harian RBC pada hari Selasa, mengutip dua sumber. Larangan tersebut menyusul proposal dari Wakil Perdana Menteri Alexander Novak per tanggal 21 Februari yang memperkirakan permintaan bahan bakar musiman akan segera meningkat di pasar domestik. Akan tetapi, nantinya larangan itu akan mengecualikan volume ekspor yang disepakati ke negara-negara Uni Ekonomi Eurasia, Mongolia, Uzbekistan, Abkhazia dan Ossetia Selatan.

Sentimen positif lainnya datang dari perkembangan mengenai desakan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas. Hizbullah Lebanon akan menghentikan tembakan ke Israel jika sekutunya di Palestina, Hamas, menyetujui proposal gencatan senjata dengan Israel di Gaza, ujar dua sumber Hizbullah pada hari Selasa. Namun kedua sumber itu juga menegaskan jika Israel terus menembaki Lebanon, maka Hizbullah tidak akan ragu untuk melanjutkan pertempuran. Berita tersebut memicu pesimisme bahwa gencatan senjata akan dapat tercapai dalam waktu kurang dari seminggu, seperti yang diserukan oleh Presiden AS Joe Biden.

Sementara itu di sisi pasokan, grup industri American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak mentah AS dalam sepekan melonjak naik sebesar 8,43 juta barel untuk pekan yang berakhir 23 Februari. Untuk stok bensin juga mengalami kenaikan sebesar 415 ribu barel. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Namun, pelaku masih menanti angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik Energy Information Administration (EIA).

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

2.743M

3.514M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-1.460M

-0.294M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788