| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1313 | 0.32% |
GBPUSD | 1.3249 | 0.24% |
AUDUSD | 0.6358 | 0.20% |
NZDUSD | 0.5943 | 0.03% |
USDJPY | 143.3900 | -0.47% |
USDCHF | 0.8306 | -0.34% |
USDCAD | 1.3876 | -0.04% |
GOLDUD | 3,306.10 | 1.51% |
COFU | 62.34 | -0.14% |
USD/IDR | 16,859 | 0.09% |
Kamis, 24 April 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak tertekan dibebani oleh sentimen dari isyarat peningkatan perselisihan internal OPEC+ yang mengarah pada percepatan peningkatan produksi. Selain itu, potensi tambahan pasokan Venezuela ke pasar minyak global, dan laporan stok terbaru EIA membuat laju minyak semakin tertahan.
Beberapa anggota OPEC+ mendesak agar dalam pertemuan 5 Mei mendatang, kelompok aliansi itu dapat meningkatkan juga produksi bulan Juni, yang volumenya disamakan dengan volume peningkatan pada bulan Mei, ungkap tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut pada hari Rabu. Sebelumnya delapan anggota aliansi, termasuk Arab Saudi dan Rusia, sepakat untuk mempercepat kenaikan produksi pada bulan Mei sebesar 411.000 bph, tiga kali lebih banyak dari kuota yang direncanakan semula. Kesepakatan tersebut dibuat menyusul perselisihan internal yang meningkat, terutama dipicu oleh komentar menteri energi baru Kazakhstan yang menyatakan akan memprioritaskan kepentingan nasionalnya dalam menentukan tingkat produksi, bahkan jika hal itu akan bertentangan dengan kepentingan OPEC+.
Turut membebani harga, Venezuela berencana mulai mengekspor jenis minyak mentah baru pada bulan ini yang menargetkan pasar Eropa dan Asia, sebagai bagian dari strategi sebelum berakhirnya lisensi AS pada 27 Mei mendatang. Jenis minyak mentah yang disebut dengan "Blend 22" itu merupakan minyak campuran dengan kadar asam sedang, yang mulai ditingkatkan produksinya sejak beberapa bulan terakhir. Berita tersebut mengindikasikan potensi pasokan berlebih di pasar, terlebih setelah OPEC+ memutuskan untuk mulai meningkatkan produksinya mulai bulan depan.
Sentimen negatif lainnya datang dari laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA yang menunjukkan stok minyak mentah AS naik sebesar 244 ribu barel, di luar ekspektasi yang memperkirakan stok akan turun sebesar 700 ribu barel. Laporan mingguan EIA untuk pekan yang berakhir 18 April itu mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar minyak AS.
Sementara itu, eskalasi konflik di Ukraina masih terus berlanjut. Dalam serangan terbaru yang dilancarkan oleh Rusia, telah menyebabkan kebakaran di beberapa distrik di ibu kota Ukraina Kyiv pada Kamis dini hari, ungkap pejabat setempat.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $60 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Durable Goods Orders MoM |
| 2% | 0.9% |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 221K | 215K |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1880K | 1885K |
21:00 | USA - Existing Home Sales |
| 4.13M | 4.26M |