Home
>
News
>
Publication
>
Israel Siap Redakan Tensi Dengan Lebanon, Minyak Terkoreksi Bearish
Israel Siap Redakan Tensi Dengan Lebanon, Minyak Terkoreksi Bearish
Wednesday, 25 September 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.11790

0.09%

GBPUSD

1.34120

0.02%

AUDUSD

0.68920

0.00%

NZDUSD

0.63390

0.06%

USDJPY

143.220

-0.03%

USDCHF

0.84330

-0.08%

USDCAD

1.34310

-0.04%

GOLDUD

2,655.450

0.23%

COFU

71.54

-0.35%

USD/IDR

15,090

-0.03%

Fokus Crude Oil:

  • Sekitar 16% produksi minyak di Teluk Meksiko AS telah dihentikan akibat Badai Tropis Helene, ungkap Pusat Badai Nasional AS.
  • OPEC perkirakan permintaan minyak global akan melonjak naik hingga mencapai 120,1 juta bph pada 2050.

***********************************************************

Rabu, 25 September 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh isyarat keterbukaan Israel untuk membahas upaya meredakan tensi dengan Lebanon. Meski demikian, ada potensi koreksi naik bagi harga minyak didukung oleh beberapa sentimen antara lain efek Badai Tropis Helene, proyeksi terbaru OPEC, dan laporan stok AS.

Israel mengatakan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap ide-ide untuk meredakan ketegangan di Lebanon, kata Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon pada hari Selasa. Pernyataan Danon itu dilontarkan tepat sehari setelah AS mengatakan sedang membahas beberapa gagasan konkret dengan sekutu dan mitra untuk menemukan jalan keluar yang akan mencegah eskalasi lebih lanjut pasca pertempuran sengit minggu ini antara Israel dengan Lebanon.

Sementara itu, sekitar 16% produksi minyak mentah di Teluk Meksiko AS ditutup akibat Badai Tropis Helene yang diperkirakan akan berbelok ke arah timur di jalurnya melalui Karibia dan masuk ke Teluk Meksiko pada 25 September, dan berpotensi meningkat menjadi badai besar dengan kecepatan angin 115 mph (184 kph) pada 26 September, kata Pusat Badai Nasional pada hari Selasa.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, permintaan minyak dunia dalam jangka panjang akan melonjak hampir 18 juta barel per hari menjadi 120,1 juta barel per hari pada 2050, naik dari 102,2 juta barel per hari pada 2023, didorong oleh pertumbuhan permintaan di negara-negara berkembang, yang dipimpin oleh India, Afrika, dan Timur Tengah, ungkap Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais pada hari Selasa dalam laporan terbaru mengenai Prospek Minyak Dunia tahunan. Untuk jangka pendek, permintaan akan mencapai 111 juta bph pada tahun 2028, dan 112,3 juta bph pada tahun 2029. 

Di sisi pasokan, dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin AS mengalami penurunan masing-masing sebesar 4,34 juta barel dan 3,44 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 20 September. Laporan API ini mengindikasikan permintaan yang sedang bullish di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - New Home Sales

 

0.700M

0.739M

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-1.200M

-1.630M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

0.200M

0.069M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788