| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08820 | 0.04% |
GBPUSD | 1.28990 | -0.07% |
AUDUSD | 0.65800 | -0.14% |
NZDUSD | 0.59770 | -0.18% |
USDJPY | 152.030 | 0.11% |
USDCHF | 0.86320 | 0.06% |
USDCAD | 1.39290 | 0.02% |
GOLDUD | 2,742.050 | -0.06% |
COFU | 70.44 | 0.10% |
USD/IDR | 15,685 | 0.17% |
Jumat, 01 November 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh beberapa sentimen utama antara lain menguatnya potensi serangan balasan Iran terhadap Isarel, data positif ekonomi China, dan rencana Rusia untuk menangguhkan pencabutan larangan ekspor bensin pada bulan November. Meski demikian, proyeksi pesimis IMF membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Sebuah laporan dari intelijen Israel menunjukkan Iran sedang bersiap menyerang Israel dari wilayah Irak dalam beberapa hari mendatang, mungkin sebelum pemilihan presiden AS pada tanggal 5 November, ungkap dua sumber Israel pada hari Kamis. Potensi serangan balasan tersebut semakin menguat didukung pernyataan dari Mohammad Mohammadi Golpayegani, seorang ulama paling senior di kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dan Jenderal Hossein Salami, kepala Korps Garda Revolusi Islam, yang pada hari Kamis memperingatkan bahwa Iran akan memberikan tanggapan yang keras dan penuh penyesalan terhadap Israel.
Turut mendukung kenaikan lebih lanjut, sinyal membaiknya pertumbuhan ekonomi China semakin menguat dilihat dari rilisnya data ekonomi terbaru negara importir minyak terbesar pertama dunia itu. Biro Statistik Nasional pada hari Kamis merilis laporan yang menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur China untuk pertama kalinya pada bulan Oktober. Menyusul setelahnya, data dari survei swasta yang dirilis hari Jumat menunjukkan aktivitas pabrik dan harga rumah baru mengalami pertumbuhan pada bulan Oktober.
Sentimen positif lainnya datang dari keputusan Kementerian Energi Rusia yang menangguhkan rencana untuk mencabut larang ekspor bensin pada bulan November karena perbaikan kilang yang sedang berlangsung dan harga eceran yang tinggi, menurut media lokal dan sumber pasar pada hari Kamis. Badan statistik Rusia Rosstat melaporkan kenaikan 0,18% dalam harga eceran bensin selama seminggu terakhir, dan kenaikan tahunan menjadi 7,23%. Situasi ini akan membuat potensi pencabutan larangan pada bulan Desember juga menjadi semakin tidak mungkin, dengan beberapa pihak di pasar juga menyarankan bahwa larangan tersebut dapat diperpanjang hingga awal tahun 2025, tambah sumber yang sama.
Sementara itu, dalam laporan prospek ekonomi regionalnya untuk Asia yang dirilis hari Jumat, IMF memperingatkan risiko terhadap prospek ekonomi Asia semakin menguat seiring dengan meningkatnya ketegangan perdagangan, masalah sektor properti China, dan potensi turbulensi pasar lebih lanjut. IMF menambahkan bahwa risiko tersebut membuat pertumbuhan condong ke sisi negatif, sehingga IMF mendesak China untuk mengambil langkah-langkah stimulus yang diperlukan guna mencapai pemulihan ekonomi. Diproyeksikan ekonomi Asia akan tumbuh 4,6% pada tahun 2024 dan 4,4% pada tahun 2025, atau direvisi naik sebesar 0,1% dari estimasi IMF bulan April, namun pertumbuhan tersebut lebih rendah dari ekspansi 5,0% pada tahun 2023.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Unemployment Rate |
| 4.1% | 4.1% |
20:45 | USA - S&P Global Manufacturing PMI Final |
| 47.8 | 47.3 |
21:00 | USA - ISM Manufacturing PMI |
| 47.6 | 47.2 |