Home
>
News
>
Publication
>
Harga Sawit Terus Berjuang, Dibeberapa daerah ada Angin Segar Bagi Petani dan Industri
Harga Sawit Terus Berjuang, Dibeberapa daerah ada Angin Segar Bagi Petani dan Industri
Tuesday, 09 December 2025

Selasa, 9 Desember 2025 - Pergerakan harga Crude Palm Oil (CPO) dan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit terus menjadi perhatian petani dan pelaku industri sawit. Data terbaru menunjukkan perkembangan yang memberikan semangat baru bagi banyak pekebun dan pelaku usaha.


Di pasar domestik, penetapan harga CPO pada Rp 14.315/kg per Senin (8/12/2025), turun sebesar Rp 100/kg (~0,69%) dibanding penetapan sebelumnya. Namun demikian, di beberapa daerah, harga TBS menunjukkan tren positif. Di Provinsi Jambi periode 5–11 Desember 2025, harga TBS untuk kelompok umur 10–20 tahun naik tipis dari Rp 3.418,53/kg menjadi Rp 3.434,25/kg.

Di Provinsi Kalbar (Kalimantan Barat), harga TBS periode awal Desember 2025 ditetapkan pada Rp 3.085,52/kg untuk kelompok umur 9 tahun, dengan harga CPO di kisaran Rp 13.711,48/kg.


Di pasar global, terjadi penurunan harga CPO pada 8 Desember 2025 akibat tekanan di pasar global yang dipengaruhi oleh melemahnya harga minyak nabati pesaing, khususnya minyak kedelai, serta penguatan mata uang asing terhadap ringgit sehingga menekan harga referensi CPO. Namun, di sisi TBS, beberapa provinsi berhasil menaikkan harga pembelian. Faktor pendorong termasuk permintaan buah sawit yang stabil, kebijakan penetapan harga secara berkala oleh dinas perkebunan setempat, serta harapan meningkatnya konsumsi domestik dan ekspor.


Melihat dari tren global dan domestik, diperkirakan bahwa meski CPO domestik sempat melemah, potensi rebound tetap terbuka. Analisis pasar menunjukkan bahwa dengan kemungkinan meningkatnya permintaan minyak nabati global serta stabilitas kebijakan biodiesel dalam negeri, harga CPO bisa kembali menguat dalam beberapa minggu ke depan. Bagi petani dan pekebun sawit di daerah seperti Jambi, Sumatera Barat, dan Kalbar, kenaikan harga TBS bisa terus berlanjut jika kualitas dan produktivitas panen dijaga.


Apa implikasi Positif bagi Petani dan Industri, Bagi petani kelapa sawit, kenaikan harga TBS berarti tambahan pendapatan langsung dari hasil panen, terutama bagi pekebun kecil atau plasma. Sedangkan bagi pelaku industri CPO, meskipun harga domestik sedikit terkoreksi, potensi peningkatan permintaan global dan kebijakan biodiesel bisa menopang harga ke depan.

Secara keseluruhan, kondisi terkini membawa optimisme moderat: sektor sawit tetap menjadi andalan ekonomi rakyat dan nasional.


Penulis: Yohanes Ferdinan Silaen

 

 

Disclaimer On:

Tulisan ini disusun berdasarkan data pasar, laporan lapangan, dan analisis independen. Informasi disajikan untuk tujuan edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan bisnis atau finansial yang diambil berdasarkan artikel ini. Data dan kebijakan dapat berubah sesuai dinamika pasar dan keputusan pemerintah.



Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788