Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak WTI Naik, Didukung Sentimen Dagang dan Ancaman Sanksi Baru ke Rusia
Harga Minyak WTI Naik, Didukung Sentimen Dagang dan Ancaman Sanksi Baru ke Rusia
Tuesday, 29 July 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1598

-0.12%

GBPUSD

1.3361

-0.13%

AUDUSD

0.6525

-0.21%

NZDUSD

0.5969

-0.13%

USDJPY

148.49

0.15%

USDCHF

0.8031

0.09%

USDCAD

1.3738

0.04%

COFU

66.93

0.33%

GOLDUD

3313.8

-0.17%

USD/IDR

16336

0.00%

Fokus Crude Oil:

  1. Kesepakatan dagang AS-UE
  2. Ancaman Sanksi Trump ke Rusia

Selasa, 29 Juli 2025 - Harga minyak mentah WTI melanjutkan penguatannya pada perdagangan Selasa, naik sekitar 0,33% ke kisaran $66.93 per barel, setelah menguat lebih dari 2% di sesi sebelumnya. Katalis utama datang dari tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Uni Eropa yang menghindarkan dunia dari potensi perang dagang besar, sekaligus memberi sinyal positif terhadap prospek permintaan energi global. Pasar juga merespons positif kabar bahwa AS dan China kemungkinan memperpanjang gencatan tarif, membuka ruang bagi aktivitas ekonomi yang lebih stabil.

Presiden AS Donald Trump mempercepat tenggat waktu bagi Rusia untuk menghentikan perang di Ukraina menjadi hanya 10-12 hari, jauh lebih singkat dari tenggat awal 50 hari. Jika tidak ada kemajuan, Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi sekunder hingga 100% terhadap negara-negara yang tetap membeli energi dari Rusia. Pernyataan ini memicu kekhawatiran pasar akan potensi terganggunya arus minyak Rusia ke pasar global, mengingat skala ekspor Rusia yang signifikan dan keterbatasan kapasitas cadangan produksi dari negara-negara OPEC+.

Meski penguatan Dolar AS bisa menjadi tekanan jangka pendek, pasar tampaknya lebih fokus pada sisi fundamental minyak yang mendukung. Laporan stok minyak AS juga menunjukkan penurunan, sementara produksi menurun 0,8% ke 13,27 juta barel per hari. Di saat yang sama, OPEC+ mulai mendiskusikan potensi jeda kenaikan produksi pada Oktober untuk mencegah kelebihan pasokan. Dengan kombinasi sentimen geopolitik, prospek permintaan yang pulih, dan kebijakan pasokan yang hati-hati, harga minyak mentah berpeluang tetap dalam tren naik dalam jangka pendek.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $69 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $62 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:30pm

USD

Goods Trade Balance

-

-98.3B

-96.4B

7:30pm

USD

Prelim Wholesale Inventories m/m

-

-0.1%

-0.3%

8:00pm

USD

HPI m/m

-

-0.1%

-0.4%

8:00pm

USD

S&P/CS Composite-20 HPI y/y

-

2.9%

3.4%

9:00pm

USD

JOLTS Job Openings

-

7.51M

7.77M

9:00pm

USD

CB Consumer Confidence

-

95.9

93.0

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788