Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak Turun Terbebani Data China yang lemah Di Tengah Pengetatan Pasokan
Harga Minyak Turun Terbebani Data China yang lemah Di Tengah Pengetatan Pasokan
Wednesday, 16 August 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0905

-0.05%

GBPUSD

1.2705

-0.02%

AUDUSD

0.6457

-0.15%

NZDUSD

0.5949

-0.13%

USDJPY

145.57

0.02%

USDCHF

0.8783

0.05%

USDCAD

1.3497

0.01%

GOLDUD

1900.99

-0.04%

COFU 

81.23

-0.36%

USD/IDR

15337

-0.11%

Fokus Crude Oil:

  • Data API menunjukkan Penurunan stok minyak mentah 6,2 juta bbl vs prakiraan 2,3 juta.
  • Data industry China dan penjualan ritel menunjukkan ekonomi melambat.

***************************************************************

Rabu, 16 Agustus 2023 – Pergerakan harga minyak mentah mengalami penurunan pada pagi ini ke level $81.23 per barel akibat data ekonomi yang lemah dari China sebagai importir minyak terbesar dunia dan di tengah pengetatan pasokan minyak mentah AS.

Membebani sentimen, pada perdagangan kemarin China merilis Penjualan Ritel Bulan Juli yang menurun sebesar 2,5% YoY versus 4,8% yang diperkirakan dan 3,1% sebelumnya, sementara Produksi Industri negara tersebut berada di 3,7% YoY versus 4,5% yang diperkirakan dan 4,4% sebelumnya. Output industri China dan data penjualan ritel menunjukkan ekonomi melambat lebih lanjut bulan lalu, memicu kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan yang lebih dalam dan bertahan lebih lama.

Presiden Federal Reserve minneapolis Neel Kashkari pada hari Selasa mengatakan bahwa sementara bank sentral AS telah membuat beberapa kemajuan dalam melawan inflasi, suku bunga mungkin masih perlu dinaikkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Biaya pinjaman yang tinggi untuk bisnis dan konsumen dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.

Sedangkan sentimen positif berasal dari American Petroleum Institute merilis stok minyak mentah AS turun sekitar 6,2 juta barel pekan lalu dibanding perkiraan pasar sebesar 2,3 juta dan sebelumnya 4 juta barel. Selain itu, pemotongan pasokan oleh Arab Saudi dan Rusia, bagian dari grup OPEC+ yang terdiri dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya dapat mengikis persediaan minyak selama sisa tahun ini.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $83.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $79.50 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:30

US - API Crude Oil Stock Change 

-6,195M

-2,050M

4,076M

20:15

US - Industrial Production MoM

-

0.3%

-0.5%

20:15

US - Industrial Production YoY

-

-

-0.40%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788